Pasang Tagline ‘Karya Anak Bangsa’, Go-Jek Terapkan Strategi Pemasaran Nasionalisme

Sumber: selular.id

Grapadinews.co.id – Sebagai salah satu transportasi online yang ada di Indonesia, Go-Jek makin menunjukkan pamornya. Perusahaan yang dibangun sejak tahun 2011 itu memiliki strategi bisnis mengikuti zaman, sehingga tetap relevan dengan kondisi kapan pun. Nadiem Makarim, selaku founder mengatakan bila pasar ojek online-nya disesuaikan dengan culture setempat.

Taktik tersebut dimaksudkan agar Go-Jek lebih dikenal dan masuk ke kehidupan masyarakat. Pun demikian dengan inovasi teknologi yang terus dilakukan guna mempermudah pengguna, baik driver maupun konsumen.

Dengan menerapkan konsep yang tidak biasa, terbukti perusahaan ini tetap meraih posisi atas meski berdatangan kompetitor. Akan tetapi, ada yang unik dari strategi pemasaran yang diaplikasikan oleh Go-Jek. Simak ulasannya berikut ini!

Datangnya kompetitor

Sumber: liputan6.com

Persaingan adalah salah satu bagian dari bisnis. Tanpa kompetitor, usaha tidak akan terus berinovasi dan mengalami perkembangan. Sisi positifnya aspek tersebut dapat memacu semangat perusahaan untuk terus menelurkan ide baru.

Belum lama Go-Jek dibentuk, pesaingnya mulai berdatangan. Situasi ini membuat perusahaan memutar otak menciptakan gagasan teranyar serta memperbaiki strategi pemasaran. Dengan mengusung tagline ‘Karya anak bangsa’, Go-Jek membangun strategi pemasaran nasionalisme untuk melawan kompetitornya.

Kabar memanfaatkan isu nasionalisme

Sumber: plus.google.com

Go-Jek merupakan transportasi online pertama buatan asli Indonesia. Berdasarkan hal tersebut pula Nadiem Makarim, memperbaiki strategi pemasaran dengan mengusung nasionalisme. Akan tetapi hal tersebut justru memunculkan isu, yang mana perusahaan dituduh memanfaatkan ‘nasionalisme’ itu sendiri.

Sempat menuai kontroversial di sosial media, netizen mulai memprotes dengan komentar negatif. Ada beberapa pihak yang beranggapan bahwa jika nasionalisme dilakukan terlalu vulgar dan menyerang pihak asing justru akan menjatuhkan.

Menanggapi isu tersebut, Go-Jek menegaskan bila pihak perusahaan merasa bangga menjadi pelopor transportasi online di tanah air. Oleh sebab itu, dibuatlah slogan tersebut untuk menarik masyarakat dan menanamkan rasa cinta terhadap produk lokal.

Baca Juga  Manfaatkan Teknologi, Asia Tenggara Diharapkan Bisa Atasi Inefisiensi di Sektor Logistik

Menarik driver pesaing

Sumber: www.cnnindonesia.com

Sebagai transportasi online pertama buatan anak negeri, sudah barang tentu Go-Jek merasa bangga. Kendati produk lokal, namun bisa bersaing di kancah perusahaan berbasis teknologi lainnya. Para kompetitor asing juga mulai mengekspansi beberapa negara, termasuk Indonesia.

Maka, driver yang tadinya bergabung denga Go-Jek beberapa mulai beralih ke kompetitor. Akan tetapi, perusahaan yang dipimpin oleh Nadiem Makarim itu pun merebut kembali para pengemudi dengan tagline ‘Karya Anak Bangsa’.

Di samping itu cara ini juga ampuh dalam menarik investor. Go-Jek berhasil menerima suntikan dana dari Sequoia, serta bantuan programer dari India untuk perkembangan aplikasi. Hingga saat ini, mereka telah memiliki setidaknya 500.000 lebih pengendara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, pelanggan setia juga berpendapat bila dengan menggunakan jasa perusahaan ini sama saja dengan memajukan produk lokal.

Apabila diterapkan dengan benar, nasionalisme bisa menjadi senjata pemasaran yang tepat sasaran. Terlebih dengan banyaknya produk luar negeri yang masuk ke Indonesia, langkah ini baik untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap buatan anak negeri dan meningkatkan perekonomian negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This