Driver Ojol dan Pengalaman Mistis

Kisah driver ojol yang melewati jalan Sigar Bencah yang terkenal angker

Profesi sebagai driver ojol memang penuh dengan kisah suka dan duka. Tidak dapat dipungkiri, kehadiran ojol memang sangat memudahkan masyarakat Indonesia saat ini. Kehadiran aplikasi Gojek mempermudah beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari, seperti akses untuk pergi kemana-mana di jam berapapun, kemudahan membeli makanan dan minuman, termasuk juga kemudahan dalam pembayaran. Itu belum termasuk dengan kemudahan untuk memperoleh layanan pengantaran paket dan layanan rumah tangga lainnya.

Namun di balik itu semua, ada perjuangan yang harus dibayar oleh para ojol. Para driver harus bersiaga di jam-jam tertentu untuk memperoleh orderan. Bahkan tidak jarang yang memilih untuk ngalong, alias bersiaga atau mangkal di jam-jam malam sampai dini hari. Banyak alasan yang mendasari hal tersebut, salah satunya karena poin yang mereka dapatkan hari itu belum cukup, atau karena mereka juga ingin berjaga kalau-kalau ada sesqma driver yang butuh bantuan. Komunitas driver ojol memang terkenal sangat erat dan akrab.

Maka tak heran, apabila banyak pergalaman mistis terjadi ketika para driver ojol ini sedang ngalong. Penulis merangkum dua pengalaman mistis yang dialami oleh seorang pengguna aplikasi yang ternyata diantar oleh driver fiktif dan seorang driver ojol yang mengantar seorang penumpang fiktif.

Cerita pertama dialami oleh Monica (nama samaran), seorang mahasiswa perantauan yang berkuliah di Universitas Diponegoro, Semarang. Pada September tahun 2019, Monica hendak mengikuti rapat di kampus usai melakukan les privat di daerah Gayamsari, Semarang. Hari itu Monica memulai les agak terlambat, sehingga ia juga pulang terlambat. Saat itu Bu Mira, ibu dari anak les Monica, memberi uang kepadanya untuk ongkos ojol. Mau tak mau, Monica menerimanya.

Akhirnya ojol tersebut datang. Ia ditanyai, ingin lewat mana, apakah lewat jalan biasa atau Sigar Bencah. Untuk informasi, jalan Sigar Bencah ini memang terkenal angker dan beberapa kali terjadi kecelakaan di situ. Area ini juga pernah dibahas oleh salah satu stasiun TV sebagai salah satu area angker di Semarang. Untuk video selengkapnya mengenai Sigar Bencah, Anda bisa menontonnya di sini https://youtu.be/mHqKkptJx7E

Baca Juga  Berawal dari Suka Naik Ojek, Nadiem Makarim Dirikan Gojek

Monica setuju agar ojol melewati daerah Sigar Bencah, karena memang ia harus segera sampai di kampus untuk rapat. Merekapun berangkat, keadaan sore itu sedikit gerimis dan anginnya kencang. Tiba-tiba driver ojol ini berbelok ke arah kanan, dan tepi jalan tertulis “Mangunharjo”. Menurut cerita yang berkembang, jalan ini memang bisa menjadi jalan pintas untuk bisa langsung sampai ke Undip, khususnya sampai di RSND Undip. Monica sempat bertanya mengapa bapak ini berbelok dan tidak mengikuti jalan besar, namun bapak ojol tersebut mengaku bahwa jalan yang mereka lewati ini sudah sesuai map.

Di sinilah ketegangan mulai terjadi. Suasana makin sepi, hanya ada lampu-lampu rumah yang menerangi tapi sangat jarang. Tak jauh dari rumah-rumah warga tadi, ada keramaian dan terdengar suara gamelan. Bapak ojol bertanya “Mbak, nggakpapa kan?”, Monica menjawab bahwa ia tidak apa-apa.

Tiba-tiba lampu motor bapak ojol tersebut mati. Untuk kedua kalinya, bapak itu menanyai Monica apakah ia tidak apa-apa. Pertanyaan itu diulang sampai empat kali, dan di pertanyaan ketiga lampu motor tersebut menyala lagi. Mereka semakin memasuki hutan. Akhirnya, Monica memutuskan untuk menyuruh si bapak ojol ini untuk putar balik. Tetapi tidak ada tanggapan. Monica mengulang ajakan yang sama sampai enam kali, tetapi si bapak sama sekali tidak menjawab. Akhirnya, dengan cukup emosi, Monica menendang kepala bapak ojol ini agak keras, sambil berkata dengan lantang, “Pak, ayo putar balik!”.

Si bapak kaget dan nampak tersadar, lalu istifar. Akhirnya mereka putar balik dan kembali ke jalan besar biasa. Setelah sampai di daerah Bulusan, Monica memperingatkan si bapak ojol untuk hati-hati karena di depannya ada orang menyeberang. Anehnya, bapak ojol ini tetap melaju biasa. Bapak ojol bertanya, apakah si Monica melihat orang yang menyeberang itu. Monica keheranan, ternyata si bapak juga bisa melihat si makhluk astral tersebut. Si bapak melanjutkan, “Kalau mbak dengar gamelan, sebenarnya keramaian itu ada banyak setan yang berpesta”. Bapak itu tidak memberi tahu Monica agar Monica tidak takut, terutama karena si bapak ojol melihat dri rumah-rumah yang mereka lewati tadi, ada banyak yang menangis di jalan, maka dari itu si bapak ojol selalu bertanya apakah Monica baik-baik saja.

Baca Juga  Family Project Untuk Pererat Bonding Keluarga Selama #dirumahaja

Monica bertanya mengapa si bapak ojol ini tidak menyahut ketika ia memanggil, si bapak mengaku bahwa ia melamun dan badannya seperti di bawa oleh sesuatu. Ia berterima kasih karena Monica berusaha menyadarkannya saat tadi mereka masuk ke hutan. Sesampainya di kampus, si bapak ojol pamit. Monica berlari kecil ke arah tempat rapat, lalu menoleh ke belakang dan mendapati si bapak sudah tidak ada dan menghilang dengan cepat.

Teman Monica mencoba bercanda dengan meminta Monica mengecek apakah di aplikasi Gojek ada history bapak ojol tersebut. Dua hari setelahnya, Monica mencoba mengeceknya. Dan benar saja, Monica mendapati bahwa history pesanan driver ojol kemarin tidak ada, pun begitu dengan e-wallet-nya. Jadi, siapa yang mengantar Monica saat itu?

Cerita lainnya berasal dari salah satu komentar di video yang diunggah oleh akun Jurnalrisa. Risa Saraswati memang salah satu orang yang kerap mengunggah  konten horror di sosial medianya, dan memiliki cukup banyak penggemar. Di salah satu video JurnalRisa, sebuah akun dengan nama Herman Suherman memberikan sebuah komentar yang cukup panjang. Ia mengawali komentarnya dengan bertanya apakah di Tim JurnalRisa ada yang namanya Cindy (alm.).

Herman mengaku bahwa dirinya adalah seorang driver ojol yang pernah mengantarkan beliau dari depan Istana Plaza Bandung ke Subang. Rencananya mereka akan melakukan perjalan pulang-pergi dengan imbalan 400.000 rupiah. Bahkan dari pom bensin Lembang, Herman dibonceng oleh beliau sampai tujuan. Namun tidak sedikit juga orang-orang yang memperhatikannya dengan keheranan. Sepanjang perjalanan dari Lembang ke Subang, beliau bercerita tentang Tim JurnalRisa ini dan mengaku bagian dari tim tersebut. Bahkan beliau juga menawarkan ke Herman untuk menjadi kru dari tim itu dengan imbalan 200.000 rupiah dalam setiap syuting, dengan mengantar ke tempat-tempat yang akan digali cerita mistisnya.

Baca Juga  Pasang Tagline ‘Karya Anak Bangsa’, Go-Jek Terapkan Strategi Pemasaran Nasionalisme

Setelah sampai tujuan, beliau meminta Herman untuk menunggu di mulut gang karena beliau mengaku kalau ketahuan ayahnya, pasti akan dimarahi dan beliaupun kemudian menunjukkan rumahnya. Setelah menunggu satu jam lebih dan beliau tak kunjung datang, si driver ojol ini memutuskan untuk ke rumahnya. Setiba di rumah beliau, bukannya bertemu dengan Cindy ini atau keluarganya, ia malah bertemu dengan rumah kosong, kotor, kumuh dan gelap. Herman mencoba bertanya ke warga sekitar, tetapi tidak ada yang kenal dengan Cindy ini. Kemudian Herman pergi ke arah kota Subang dan di sana ia bertemu dengan sesama driver ojol yang juga sedang ngalong. Ia dibantu oleh mereka dan diizinkan bermalam di basecamp mereka.

Keesokan harinya, sekitar pukul 05.00 subuh, Herman pulang ke Bandung dan beraktivitas seperti biasa. Setelah selang satu hari (lusa semenjak kejadian), Herman membuka ponselnya pagi-pagi dan terkejut karena mendapatkan kabar via Whatsapp dari driver ojol Subang yang membantunya (mereka mengaku sudah sweeping ke daerah di mana Herman mengantarkan alm Cindy dan sudah bertemu dengan keluarganya). Dari pesan itu Herman mendapatkan pesan dari keluarga alm Cindy untuk sabar dan ikhlas, karena yang ia antarkan itu sudah meninggl 4 tahun yang lalu akibat kecelakaan dalam perjalanan Bandung-Subang. Cerita selengkapnya dapat Anda lihat dalam postingan ini https://twitter.com/risa_saraswati/status/1270007808549949442

Memang, tiap pekerjaan memiliki resikonya masing-masing. Apabila Anda terpaksa harus keluar di malam hari untuk bekerja dan berpergian, pastikan kalau Anda tidak mengantuk ataupun kelelahan, karena ketika kesadaran Anda mulai berkurang, Anda akan sangat rentan mengalami hal-hal mistis yang demikian. Tetap berdoa dan segera minta bantuan apabila mulai mengalami hal-hal yang tidak terduga.

Baca juga kisah mistis yang dialami oleh salah satu korban selamat gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 https://grapadinews.co.id/gempa-dan-tsunami-aceh-yang-menyimpan-kisah-mistis/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This