Kalau kamu merasa sudah bekerja keras—lembur iya, target dikejar, skill ditambah—tapi hidup rasanya ya segini-gini aja, tenang. Kamu nggak sendirian.
Fenomena ini bukan soal kurang usaha. Justru sebaliknya, banyak orang hari ini bekerja lebih keras dibanding generasi sebelumnya, tapi hasil yang dirasakan nggak sebanding. Pertanyaannya: kenapa ekonomi terasa jalan di tempat, padahal kita semua lari kencang?
Kerja Keras Masih Penting, Tapi Nggak Lagi Cukup
Dulu, narasi sukses sederhana: sekolah → kerja → naik jabatan → hidup lebih baik. Sekarang? Jalurnya makin berliku.
Banyak pekerja hari ini:
- Punya pendidikan lebih tinggi
- Skill lebih beragam
- Jam kerja lebih panjang
Tapi tetap kesulitan:
- Beli rumah
- Nabung konsisten
- Naik kelas sosial
Masalahnya bukan di etos kerja, tapi di struktur ekonomi yang berubah lebih cepat daripada kemampuan individu mengejarnya.
Biaya Hidup Naik Lebih Cepat dari Gaji
Ini klise, tapi nyata.
Harga kebutuhan pokok naik. Hunian makin mahal. Transportasi, pendidikan, dan kesehatan ikut menyesuaikan. Sementara itu, kenaikan gaji sering kali:
- Tipis
- Tidak rutin
- Kalah cepat dari inflasi
Alhasil, pendapatan habis untuk bertahan hidup, bukan untuk berkembang. Naik gaji 5%, tapi biaya hidup naik 10%—ya tetap saja rasanya mundur.
Produktif, Tapi Nilai Kerjanya Murah
Di era digital, produktivitas meningkat. Kita bisa mengerjakan lebih banyak hal dalam waktu lebih singkat. Ironisnya, nilai kerja justru ditekan.
Banyak sektor kerja menghadapi:
- Oversupply tenaga kerja
- Persaingan global
- Otomatisasi & AI
Akibatnya, posisi tawar pekerja melemah. Kerja makin cepat, target makin tinggi, tapi kompensasi stagnan. Produktif, tapi murah.
Kelas Menengah yang Terjepit
Yang paling terasa dampaknya justru kelas menengah.
Terlalu “kaya” untuk dapat bantuan, tapi terlalu “pas-pasan” untuk merasa aman. Sedikit salah langkah—sakit, kehilangan pekerjaan, bisnis macet—langsung goyah.
Kelas menengah hari ini hidup di zona:
- Aman semu
- Stabil tapi rapuh
- Sibuk bertahan, bukan tumbuh
Inilah kenapa banyak orang merasa capek tapi nggak ke mana-mana.
UMKM dan Pekerja Lepas: Fleksibel Tapi Rentan
Banyak yang beralih ke UMKM atau kerja lepas karena dianggap lebih bebas. Memang ada peluang, tapi risikonya juga besar.
Pendapatan:
- Fluktuatif
- Tanpa jaminan
- Bergantung pasar dan algoritma
Satu bulan ramai, bulan berikutnya sepi. Stresnya bukan cuma soal uang, tapi soal ketidakpastian.
Jadi, Salah Siapa?
Ini bukan soal menyalahkan individu. Dan juga bukan semata-mata menyalahkan negara. Masalahnya kompleks.
Beberapa faktor yang saling bertemu:
- Struktur upah yang tertinggal
- Biaya hidup yang agresif
- Sistem ekonomi yang belum inklusif
- Transisi teknologi yang cepat
Ketika sistem berubah lebih cepat dari adaptasi kebijakan, yang tertinggal adalah manusianya.
Naik Kelas Itu Bukan Cuma Soal Kerja Keras
Hari ini, naik kelas butuh lebih dari sekadar rajin:
- Akses ke peluang
- Literasi finansial
- Jaringan
- Waktu dan ruang untuk belajar ulang
Sayangnya, tidak semua orang punya kemewahan itu.
Wajar Kalau Kamu Merasa Capek
Kalau kamu merasa sudah berusaha tapi hasilnya belum terasa, itu bukan tanda gagal. Bisa jadi, kamu sedang hidup di fase ekonomi yang memang berat.
Yang perlu kita dorong ke depan bukan cuma motivasi individu, tapi juga:
- Kebijakan yang lebih adaptif
- Ekonomi yang memberi ruang tumbuh
- Sistem yang nggak cuma memuji kerja keras, tapi juga memberi hasil yang adil
Karena pada akhirnya, ekonomi seharusnya bikin hidup lebih baik—bukan sekadar bikin kita bertahan.