Viral, Terapis Meninggal Dunia Setelah Menghirup Napas Pasien Covid-19

Advertisements

Masudin covid-19

Beberapa waktu yang lalu terdapat sebuah video yang viral di mana seorang terapis sedang melakukan terapi pengobatan kepada salah satu pengidap Covid-19. Terapi yang dilakukan tidak biasa karena terapis tersebut menghirup napas dari pasien yang terkena virus Corona tersebut.

Padahal sudah banyak pemberitahuan kepada masyarakat bagaimana berbahayanya virus tersebut karena mudah menyebar dan sangat mematikan. Oleh karenanya pemerintah selalu menganjurkan masyarakat untuk memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan jika sehabis bepergian ke luar rumah.

Terapis yang melakukan hal tersebut bernama Masudin yang terkenal karena kepiawaiannya dalam mengobati berbagai macam penyakit dari terapi yang ia lakukan.

Siapakah Masudin?

Masudin (47 tahun) merupakan seorang terapis yang ahli mengobati para tuna rungu. Namanya mulai banyak dikenal pada tahun 2012 lalu sehingga pasiennya berdatangan baik dari dalam dan luar negeri.

Masudin juga memiliki beberapa prestasi yaitu memegang rekor MURI sebagai terapis tercepat pada tahun 2012 serta Centurion World Record dengan hal yang sama. Hal ini membuat Masudin semakin terkenal sehingga jasa terapinya tersebar luas di Indonesia.

Bahkan ia mendapatkan undangan dari Kerajaan Serbia. Tujuannya tidak lain mendapatkan apresiasi dari pihak kerajaan sekalian meminta tolong untuk menyembuhkan salah satu anggota keluarga yang memiliki masalah gangguan pendengaran sedari lahir.

Covid-19?

Aksi yang dilakukan Masudin sebenarnya tidak dilakukannya sendiri melainkan bersama KH. Sami’an (45 tahun) yang merupakan guru di madrasah dan pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Keduanya merupakan sahabat baik sejak 2,5 tahun sebelumnya.

Awal mula aksi menghirup napas pasien covid-19 dikarenakan keduanya pergi mengunjungi anggota keluarga sahabat dari Masudin yang berinisial HD (26 tahun) pada tanggal 17 April 2021 lalu.

Baca Juga  Distributor Jual Valve, dan Harga Valve Termurah, dan Terbaik

Beliau sempat berbincang-bincang dengan pasien “dah sembuh, minum dulu besok bisa langsung jalan-jalan,” ucap Masudin sayup-sayup kepada pasien tersebut.

Udara dari pasien tersebut dihirup oleh Masudin dan KH. Sami’an pada hari itu. Seusai melakukan hal tersebut keduanya tidak merasakan apa-apa.

Namun, beberapa waktu kemudian diketahui Masudin sakit cukup parah dan akhirnya meninggal pada tanggal 13 Juli 2021 lalu di rumahnya di Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro pada dini hari. Sedangkan KH. Sami’an sehat sampai saat ini.

Aksi yang dilakukan Masudin dan KH. Sami’an tentu mengundang banyak pendapat dari berbagai kalangan. Banyak yang menganggapnya sebaga ajang mencari sensasi dan mengatakan keduanya tidak percaya akan Covid-19. Beberapa pihak juga menyayangkan aksi tersebut dan mengatakan bahwa virus tersebut tidak memandang bulu dan menyerang siapa saja.

Walaupun aksi tersebut menjadi viral dan disayangkan namun Masudin dikenal sebagai orang baik. Karena selama praktinya beliau tidak membuat tarif yang sama. Beliau biasanya memberikan tarif yang lebih mahal kepada pasien dengan ekonomi menengah ke atas sedangkan yang tidak mampu biasanya diberikan secara gratis.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This