Tingkatkan Penjualan Dengan Memanfaatkan Retargeting Campaign dari Facebook

Advertisements
Sumber: www.newsbook.com.mt

Grapadinews.co.id – Pengguna media sosial makin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Awalnya platform tersebut digunakan untuk saling menyapa, berbagi status, gambar hingga video. Namun kini telah berkembang menjadi sebuah wadah untuk bertukar informasi.

Menariknya lagi, media sosial mulai di-upgrade sebagai tempat untuk mempromosikan produk. Salah satu platform yang banyak mendapatkan feedback karena mudah dalam meningkatkan penjualan adalah Facebook. Ia menawarkan peluang untuk pertumbuhan merek dengan dua fitur andalannya yakni Facebook Groups hingga Lead Ads.

Bila jenis pemasaran lainnya tidak ada jaminan potensial bahwa pelanggan akan membeli produk. Namun Facebook memberikan keuntungan berbeda dengan opsi penargetan ulang. Retargeting terbukti menjadi salah satu alat pemasaran digital paling efektif dengan total 70 persen lebih telah dikonversi menjadi penjualan. Angka tersebut mewakili pertumbuhan signifikan pada merek.

Bagaimana sih cara menggunakan retargeting Facebook? Simak ulasannya berikut ini!

Gunakan kampanye retargeting berbeda untuk grup yang berbeda

Sumber: www.moteefe.com

Ada banyak cara berbeda yang bisa dilakukan calon pelanggan untuk menemukan suatu brand. Anda bisa menggunakan penargetan ulang Facebook untuk menjangkau semua grup. Bisa juga dengan menggunakan berbagai macam metrik dalam membangun audiens khusus kampenye retargeting.

Sementara banyak pemasar memulai opsi penargetan ulang yang lebih luas dan menjangkau pengunjung situs web, kini saatnya menyempurnakan retargeting dengan membuat kampanye yang berfokus pada mereka yang telah mengunduh konten gratis dari situs Anda atau mengunjungi halaman arahan tertentu.

Tetapkan tujuan konversi untuk setiap grup yang ditargetkan ulang. Apakah ingin kembali terlibat dengan pelanggan lama atau mencoba layanan pelanggan berbayar. Tujuan dari langkah ini akan memandu seluruh kampanye iklan Facebook.

Sempurnakan fitur perpesanan

Sumber: instapage.com

Tidak semua grup penargetan ulang dibuat sama. Walau bagaimanapun ada perbedaan besar antara seseorang yang telah melakukan pembelian terdahulu dan mereka yang hanya melihat-lihat pada laman arahan tanpa mengambil tindakan apa pun.

Baca Juga  SEO dan Google Adwords, Mana yang Lebih Baik?

Masing-masing grup tersebut berada pada tahap marketing yang berbeda dan konten iklan Facebook Anda harusnya disesuaikan. Setelah menentukan metrik grup yang ditargetkan ulang, pastikan pertimbangkan dengan teliti pesan apa yang paling relevan untuk calon pelanggan.

Misalnya saja, seseorang yang telah mendaftar untuk uji coba gratis dapat memanfaatkan iklan yang mengingatkan mereka tentang akhir masa uji coba dan mendorong pengunjung untuk mendaftar pada langganan berbayar. Di samping itu, pelanggan terdahulu bisa mendapatkan manfaat dari iklan yang merinci fitur baru dari layanan atau produk yang diluncurkan. Intinya, melibatkan konten merupakan kunci kesuksesan.

Retargeting pengguna media sosial

Sumber: www.lyfemarketing.com

Kampanye pentargetan ulang cenderung berfokus pada orang-orang yang telah mengunjungi situs web Anda. Namun Facebook menawarkan laman tentang promo produk yang terpisah. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan pula retargeting campaign berdasarkan pengalaman di media sosial seperti sebelumnya.

Advertisements

Facebook memungkinkan perusahaan membangun suatu komunitas pelanggan khusus berdasarkan keterlibatan pada platform sebelumnya. Dengan demikian, Anda bisa mengatur kampanye retargeting yang melibakan orang-orang yang telah mengirim pesan pada laman Anda. Di samping itu juga bisa mengirimkan pesan ke lokasi setiap calon pelanggan sebagai kunci untuk memulai percakapan di laman arahan.

Menggunakan piksel Facebook

Sumber: www.acquisio.com

Mengukur efektivitas kampanye media sosial saat ini dan melakukan penyesuaian yang diperlukan menjadi lebih mudah dari sebelumnya berkat piksel Facebook. Dengan menggunakan fitur ini ke dalam kode situs web, Anda bisa melacak lokasi orang yang mengklik salah satu iklan campaign.

Proses ini tidak hanya dapat memudahkan membangun audiens khusus untuk kampanye retargeting di masa yang akan datang, tetapi juga memberikan wawasan ke situs web utama. Ketika mengetahui beragam tindakan yang dilakukan oleh pengunjung di situs, dari sini Anda bisa mulai mengevaluasi hal-hal yang perlu ditambahkan atau dikurangi untuk menarik minat mereka.

Baca Juga  Kunci Sukses Usaha Podcast, Para Ahli Beberkan Strateginya

Memperluas pengunjung

Sumber: www.clickable.com

Setelah mengidentifikasi grup yang ditargetkan ulang dengan bantuan piksel, kini saatnya untuk memperluas jangkauan pengunjung, utamanya yang sama sekali belum berinteraksi dengan brand. Caranya yakni dengan menggunakan data piksel dari kampanye sukses di masa lalu, kemudian identifikasi kesamaan antara demografi atau minat pelanggan.

Dengan menggunakan Lookalike Audience tool, Anda bisa mengunakannya untuk mentargetkan pengunjung yang memiliki minat sama, lantas dikonversi ke retargeting campaign. Kemudian setelah ada selera yang sama di antara calon pelanggan, secara otomatis mereka akan tertarik dengan produk yang ditawarkan. Hasilnya, penjualan dapat meningkat pesat dan bisnis bertumbuh.

Sudah waktunya untuk mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya adalah retargeting campaign dari Facebook. Meski bagi sebagian pemula cukup rumit, namun hasilnya jauh lebih baik karena brand dapat lebih mudah menyebar ke pengguna dunia maya dan penjualan meningkat pesat.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This