Santo Purnama Putra Indonesia Ciptakan Sensing Self, Alat Tes Covid-19 Dengan Keakuratan Hingga 92%

Advertisements

sumber: disway.id

Sejak menyerang kota Wuhan pada akhir tahun 2019 lalu, Covid-19 telah menyerang lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sejak empat bulan lalu, telah dikembangkan sebuah alat tes mandiri untuk Covid-19 dengan akurasi hingga 92%. Adalah Sensing Self, sebuah alat pendeteksi Covid-19 yang dikembangkan oleh Santo Purnama, seorang pria berkebangsaan Indonesia.

Menurut Santo, dengan alat ini orang tidak perlu langsung pergi ke lab atau rumah sakit untuk melakukan tes Covid-19. Cukup lakukan tes mandiri di rumah yang memakan waktu sekitar 10 menit. Jika positif, barulah dilakukan tes lanjutan di lab atau pergi ke rumah sakit. Dengan demikian beban paramedis akan banyak berkurang. Rumah sakit tidak akan kelabakan dan keamanan paramedis juga akan lebih terkendali.

Santo Purnama adalah pria kelahiran Medan, Sumatera Utara 45 tahun lalu. Pria lulusan Stanford University jurusan Ilmu Komputer ini sejak lama memang menggeluti bidang bisnis alat-alat medis. Saat Covid-19 mewabah, dia dan rekannya yang berkebangsaan India, Shripal Gandhi, mengembangkan alat tes mandiri yang mereka beri nama Sensing Self. Shripal Gandhi sendiri adalah lulusan terbaik jurusan teknik kimia dan biosains dari University of Mumbai dan University of California.

Pria keturunan Tionghoa ini menolak jika disebut sebagai penemu Sensing Self. Menurutnya, alat tersebut tidak istimewa. Keisitimewaannya justru terletak pada enzim yang digunakan, dan dirinya hanyalah pengembang dari alat yang secara teknis cara kerjanya mirip dengan alat tes kesehatan lainnya.

Sumber: Indozone

Santo Purnama yang kini tinggal di Silicon Valley, California juga mengatakan bahwa Sensing Self dijual dengan harga produksi, tanpa mengambil keuntungan sepeser pun, karena tujuannya adalah membantu melawan pandemik Covid-19. Menurutnya saat ini seluruh dunia sedang berperang melawan waktu dalam usaha mengatasi Covid-19, karena itu penting sekali untuk mendapatkan hasil tes akurat dalam waktu yang singkat agar orang-orang segera dapat menentukan tindakan yang harus diambil. 

Dengan harga hanya USD 10 atau sekitar Rp160.000 rupiah, Sensing Self tentu sangat membantu proses tes cepat atau rapid test. Terutama di negara-negara berkembang dan berpenduduk banyak. Alat ini telah mendapatkan lisensi dan izin edar di berbagai negara di Eropa dan Amerika. India bahkan hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk uji coba dan pengetesan sebelum mengizinkan Sensing Self beredar di negara tersebut. India bahkan telah memesan tiga juta unit Sensing Self untuk membantu proses rapid test pada warga negaranya.

Advertisements
Baca Juga  Virus Corona Membuat Perekonomian Dunia Lesu

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Santo, pihaknya telah mengirimkan surat permohonan untuk menyebarkan alat ini di Indonesia sejak 4 minggu lalu, namun belum mendapat balasan dari pemerintah. Padahal Sensing Self telah memiliki distributor lokal, dan Santo sangat ingin agar Sensing Self dapat membantu pemerintah Indonesia mengatasi pandemik Covid-19. 

Lebih lanjut lulusan SMA Bunda Hati Kudus, Grogol ini menyebutkan bahwa dengan Sensing Self, resiko infeksi dari penderita pada paramedic atau orang di sekitarnya dapat ditekan seminimal mungkin. Karena penderita datang ke RS dalam keadaan mengetahui dirinya positif atau tidak. Sehingga RS dapat berkonsentrasi untuk merawat pasien positif daripada repot melakukan tes pada setiap pasien yang dicurigai terpapar Covid-19.

Saat ini Santo dan Shripal juga sedang mengembangkan alat tes Covid-19 lainnya yang diklaim dapat memberikan hasil lebih akurat, hingga 99%. Alat berbasis asam nukleat ini juga akan dipasarkan dengan harga sangat murah agar dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Kita tunggu saja respon positif pemerintah Indonesia agar Sensing Self dapat beredar juga di negara ini. Sayang sekali bukan, alat yang dikembangkan oleh putra bangsa terhambat peredarannya karena izin yang lamban. Apalagi saat ini Indonesia mencatat penambahan kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This