Sama-sama Memproduksi Pakaian, Apa Perbedaan Butik, Konveksi, Distro, Modiste dan Fashion Outlet?

Sumber: whitewaydelivers.socialtuna.com

Grapadinews.co.id – Bisnis fashion sama halnya dengan menjemput bola. Ialah bukan bahan yang bisa dikonsumsi dan tidak dapat bertahan lama. Sebab setiap tahun selalu saja ada model terbaru yang merepresentasikan suatu era.

Lain dengan kuliner yang dibutuhkan kapan serta di mana saja, serta bisa berdiam pada satu tempat, fashion butuh promosi kepada masyarakat luas secara intensif. Ada banyak cara untuk mengatur strategi marketing dari jenis usaha ini, salah satu contohnya dengan menggandeng selebriti atau selebgram. Nantinya produk diiklankan melalui sistem endorse dan diunggah ke media sosial milik mereka.

Di samping itu, pemasaran efektif lain yakni melalui situs web disertai dengan harga spesial. Anda juga perlu membuat inovasi-inovasi terkait produk fashion karena tidak semua orang suka dengan style saat ini.

Nah, tetapi sebelum mulai proses produksi dan pemasaran putuskan terlebih dahulu dimanakah Anda menjual produk? Apakah menggunakan konsep butik, toko, modiste, konveksi atau mungkin distro? Lantas apa perbedaan aspek tersebut? Simak ulasannya berikut ini!

Butik

Sumber: gpmplus.com

Saat berjalan-jalan di depan butik, rasanya ingin memiliki pakaian yang dikenakan oleh manekuin. Pun ketika masuk dan melihat semua koleksi, keinginan untuk membeli semuanya datang begitu saja. Tidak lain karena modelnya yang unik dan hanya ada 2 hingga 3 style yang sama.

Ternyata, menurut kamus Bahasa Indonesia, butik adalah toko pakaian eksklusif yang menjual pakaian modern berikut segala kelengkapannya (terutama untuk wanita), tentunya sesuai dengan mode mutakhir.

Berdasarkan pengertian tersebut, pakaian di butik dikerjakan dengan tangan atau mesin halus. Sementara ukurannya disesuaikan denga orang tertentu. Bisa juga menggunakan ukuran standard mode. Jenis bisnis ini biasanya didirikan oleh desainer sebagai tempat untuk menjual produk rancangannya, sehingga style tidak sama dengan yang ada di pasaran.

Baca Juga  8 Alasan Bisnis tidak Berkembang

Tidak hanya itu, butik juga menjual segala kelengkapan, seperti handbag, sepatu, aksesoris, dan masih banyak lagi lainnya. Soal harga memang relatif lebih mahal, mengingat dijahit halus dengan tangan dan dirancang sendiri oleh desainer.

Fashion outlet

Sumber: www.tangerangekspres.co.id

Fashion outlet banyak ditemui di pasaran. Ada tiga jenis pakaian yang dijual di tempat ini, yakni untuk anak-anak, wanita dan pria. Bisa juga salah satu darinya. Berbeda dengan butik yang dijahit dengan tangan atau mesin halus dan hanya memproduksi 2 hingga 3 model yang sama, toko pakaian justru sebaliknya.

Sistem penjualan dan pemasarannya yakni penjual mengambil barang dari supplier atau konveksi, kemudian dipasarkan kembali. Di dalamnya dapat ditemui beraneka jenis brand dengan ragam model. Pembeli juga bisa mencoba di tempat untuk melihat kecocokan.

Namun pakaian di sini ada yang memiliki jahitan bagus dan tidak, sesuai dengan induk produksi mereka. Tidak pula menjamin semuanya sesuai dengan keinginan karena beberapa pakaian memiliki model dan warna yang umumnya sama dengan di pasaran. Di samping itu, mereka juga biasanya menyediakan ukuran berdasarkan standard, seperti S hingga XXL. Bahkan ada pula yang menerapkan sistem all size. Sementara soal harga sangat bervariasi, mulai dari mahal hingga murah.

Modiste

Sumber: lionessebeautybar.org

Istilah ini mungkin terdengar asing. Namun menurut kamus Bahasa Indonesia, modiste merupakan wanita yang ahli membuat pakaian wanita. Masyarakat mengenalnya dengan penjahit.

Pakaian yang diproduksi oleh modiste biasanya dibuat sesuai dengan permintaan pelanggan, sehingga mereka tidak mengikuti standard ukuran pada umumnya. Pengukuran dimulai dari lingkar dada, pinggul, panjang tangan, lingkar tangan, lingkar kaki serta paham untuk celana, hingga panjangnya pakaian yang diinginkan.

Meski sama-sama memiliki jahitan halus dan menggunakan tangan, akan tetapi modiste berbeda dengan desainer yang merancang sendiri. Model yang diprodusi sesuai dengan permintaan pelanggan, sehingga tidak selalu unik.

Baca Juga  Siap Bangun Bisnis, Daftarkan Merek Dagang Terlebih Dahulu

Sementara soal harga disesuaikan dengan banyaknya bahan yang digunakan, ongkos, dan kerumitan pola. Semakin tinggi jam terbang seorang modiste, maka makin mahal biayanya. Tapi itu juga tidak bisa dijadikan patokan, sebab terkadang harga disesuaikan dengan halus tidaknya jahitan.

Distro

Sumber: male.co.id

Apa sih yang ada di benak Anda saat mendengar kata distro? Deretan pakaian berdesain unik, terkadang disisipi dengan kata-kata kreatif, harga yang mahal tetapi worth it atau lain daripada lainnya?

Distro banyak menarik minat kalangan entrepreneur untuk mendirikan usaha. Lekat dengan anak muda, produk distro didesain unik, kreatif dan sesuai dengan yang sedang tren saat ini. Beberapa kata-kata yang sedang marak, langsung diaplikasikan pada desainnya.

Bisa dikatakan distro adalah butik versi pria karena sebagian besar produknya untuk lelaki. Selain pakaian, mereka juga menjual ragam tas, sandal sepatu, aksesoris dan masih banyak lagi lainnya. Akan tetapi, strategi pemasaran dari bisnis ini adalah kreativitas. Tidak ayal bila harganya cenderung mahal. Kendati demikian, aspek tersebut dengan cepat menyedot minat konsumen.

Produksi di distro tidak dilakukan secara massal. Anda hanya bisa menemukan 1 hingga 2 desain yang sama. Sementara pengukuran disesuaikan dengan standard (S – XXL).

Konveksi

Sumber: thegalleria.eu

Konveksi merupakan salah satu tempat tepat bagi Anda yang ingin memasarkan pakaian dalam jumlah besar. Produk fesyen di toko pakaian maupun online shop diproduksi diambil dari sini.

Pengertian menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah suatu tempat yang memproduksi pakaian secara massal untuk kemudian dijual dalam keadaan siap pakai. Biasanya mereka dinaungi oleh sebuah perusahaan yang menjadi supplier atau bisa juga dikenal dengan grosiran.

Sementara itu, orang yang menjual kembali disebut dengan reseller. Mereka juga harus mengambil barang dari konveksi dalam jumlah banyak. Dengan demikian bisa menghemat biaya pembelian. Dibandingkan dengan jenis-jenis di atas, busana konveksi memiliki kualitas yang rendah. Mengingat diproduksi secara besar-besaran dan harus sesuai target, maka pola pun dibuat ala kadarnya sedangkan jahitan lebih kasar serta tidak rapi.

Baca Juga  Persiapan Buka Toko Online Dengan 4 Hal Berikut!

Pengerjaannya 100 persen menggunakan mesin oleh pabrik atau industri kecil. Sedangkan soal ukurannya biasanya menerapkan sistem all size atau bisa juga disesuaikan dengan standard (S-XXL). Masyarakat juga banyak yang memilih konveksi karena harganya lebih terjangkau.

Dari berbagai macam bisnis fesyen di atas kini sudah merambah ke versi online. Seperti halnya dengan Muslim Mode yang memfoskuskan pada penjualan online dan langsung. Outlet bisa ditemukan di Kota Jakarta, Semarang, Jember dan Madiun.

Bagi daerah yang tidak dijangkau, Anda bisa berbelanja secara online di situs resminya. Di sini, pecinta fesyen akan menemukan beragam koleksi pakaian mulai dari pria, wanita, anak-anak, aksesoris, tas sepatu, keperluan ibadah, dan masih banyak lagi lainnya. Baru-baru saja toko fesyen ter-update ini meluncurkan koleksi For Her dan For Him, yang mana modelnya didesain secara eksklusif namun tetap dengan harga terjangkau.

Mau fashion selalu up to date? Yuk ke Muslim Mode atau klik saja toko online-nya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This