Rumah Tangga Sejahtera Dengan Laporan Keuangan Tanpa Kesalahan


0
Spread the love
Sumber: ihmvcu.org

Grapadinews.co.id – Bagaimana bila seandainya Anda hidup tanpa uang? Benda tersebut sangat penting bagi manusia. Kecil atau besar nilainya sama-sama berharga untuk kehidupan.

Bisa dikatakan bila kehidupan bisa terus berlanjut karena uang. Segala sesuatunya dalam sehari-hari, mulai dari makan, minum, mandi, hingga berpindah dari tempat satu ke lainnya membutuhkan benda tersebut. Anda tidak dapat melakukan apa-apa bila tidak memilikinya.

Maka dari itu, salah satu cabang ilmu ekonomi yakni Akuntansi muncul untuk mengajarkan bagaimana caranya memanajemen keuangan dengan baik. Pengelolaan secara tepat dapat membawa kehidupan lebih nyaman. Anda juga lebih bisa memilah mana untuk biaya utama, pendukung hingga darurat.

Pada perusahaan pengelolaan keuangan jadi hal paling krusial. Finansial merupakan mesin paling berpengaruh untuk perkembangannya. Sementara itu, melalui manajemen yang efektef serta efisien akan dapat dengan mudah mengetahui berapa besar aset atau kekayaan yang dimiliki.

Apakah hanya perusahaan yang membutuhkan pengelolaan keuangan? Tentu saja tidak. Setiap aspek dalam kehidupan membutuhkannya, termasuk urusan rumah tangga. Keuangan dalam rumah juga merupakan penggerak utama. Anda bisa memenuhi segala kebutuhan jika finansial dikelola dengan baik.

Lantas sebuah survei menunjukkan bahwa salah satu pemicu perceraian dalam rumah tangga adalah masalah finansial atau ekonomi. Bagaimanakah mengelola keuangan yang baik dalam rumah tangga? Simak ulasannya berikut ini!

Perempuan tidak terlibat

Sumber: www.albawaba.com

Pengelolaan keuangan dalam rumah tangga biasanya tugas dari wanita. Setiap bulan mereka harus bisa memilih antara pendapatan, lantas berapa biaya pengeluaran rutin hingga darurat. Ketelitian merupakan faktor utama dalam mengelolanya. Namun ada pula yang menganggapnya remeh, sehingga terjadi kesalahan pada laporan finansial.

Tanpa disadari hal tersebut justru akan berdampak timpang pada financial report. Selain itu terkadang juga tidak dilakukan perbaikan atau sekadar meneliti kembali kesalahan pada laporan tersebut. Pada akhirnya mereka tidak turut serta dalam mengambil keputusan yang menyangkut dengan keuangan.

Salah satu hasil studi dari UBS Global Wealth Management menemukan bahwa 58 persen wanita menyerahkan keputusan keuangan pada pasangan mereka. Alhasil para istri tidak begitu mengetahui dengan apa saja yang seharusnya dilakukan terhadap kesalahan dalam laporan finansial.

Wanita muda cenderung lebih penurut

Sumber: shutterstock.com

Keuangan rumah tangga seharusnya melibatkan dua orang. Pria sebagai pihak yang mencari nafkah, dan perempuan yang mengelolanya. Kemudian keputusan mengenai biaya dan lain-lain harus melalui diskusi. Dengan demikian aspek keuangan lebih terbuka satu sama lain.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bila wanita cenderung menyerahkan semuanya pada pria. Seperti halnya menurut survei yakni wanita muda di usia antara 20 hingga 34 tahun 56 persen cenderung tunduk kepada orang lain. Sedangkan mereka yang sudah berusia lanjut yaitu 51 ke atas, 54 persen menyerahkan keputusan kepada suami.

Dari data di atas disimpulkan bila wanita di range usia berapapun tidak ikut campur dalam urusan keuangan rumah tangga. Tentu saja kebiasaan ini akan berdampak pada risiko finansial saat bercerai atau pasangan meninggal dunia.

Komitmen perlu dalam membangun rumah tangga

Sumber: www.marketwatch.com

Tidak bisa dipungkiri bila angka perceraian masih melambung tinggi. Di Indonesia ini adalah masalah yang serius. Sementara berbeda lagi dengan di negara barat yang mana pasangan memutuskan untuk tinggal bersama namun tidak dalam ikatan rumah tangga. Semua kondisi itu juga mempengaruhi aspek finansial.

Menurut sebuah studi, saat pasangan senantiasa berkomitmen untuk hidup bersama selamanya dengan tujuan jangka panjang, maka prospeknya juga membaik. Situasi ini membuat wanita cenderung lebih percaya diri dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan. Mereka juga senantiasa terlibat dalam perancangan masa depan dan minim kesalahan dalam pembuatan laporan finansial rumah tangga. Nyatanya, komitmen dalam rumah tangga menurunkan tingkat stres, baik pada kaum hawa maupun pria.

Dimulai dari hal kecil

Sumber: doneforyouinvesting.com

Setiap pasangan yang memutuskan untuk menikah dan tinggal bersama selamanya tentu memiliki impian. Mereka saling merangkai harapan, lantas mewujudkannya bersama-sama. Maka sebisa mungkin pengelolaan keuangan tidak hanya melibatkan pihak pria tetapi juga wanita. Akan tetapi pada kondisi di mana perempuan menyerahkan semuanya pada pasangan, lalu apa yang harus dilakukan?

Kahtleen Burn Kingbury, psikolog di KBK Wealth Connection mengatakan bila di waktu santai pasangan harus menyempatkan untuk berbincang-bincang mengenai uang. Tidak butuh lama, cukup 10 menit saja.

Kalian bisa memulainya dari topik-topik ringan terlebih dahulu, lantas beranjak pada pembahasan mengenai pikiran dan keyakinan perihal tujuan. Dari sanalah masuk pada soal seberapa pentingnya uang bagi masing-masing?

Rasa ingin tahu dan saling terbuka ini akan membantu Anda dan pasangan mewujudkan impian. Terlebih juga bagaimana caranya mengelola keuangan bersama agar apa yang diharapkan bisa terealisasi.

Wanita harus terlibat

Sumber: meridianwealthllc.com

Sebagian wanita memutuskan untuk resign dari pekerjaan demi mengikuti suami dan mengurus rumah tangga. Dengan demikian mereka yang tidak memanfaatkan keterampilan akan menggantungkan seluruh pendapatan kepada pasangan. Dari sinilah mereka hanya bertugas sebagai penadah namun tanpa tergerak untuk mengelola atau mengambil keputusan.

Pekerjaan rumah tangga memang banyak dan menyerahkan semuanya kepada pasangan membuat Anda tidak perlu berpikir banyak. Namun agar semuanya seimbang tidak cukup hanya dengan duduk manis. Menurut Kingsbury, kedua belah pihak harus sama-sama mengetahui apa yang sedang dan akan terjadi.

Dalam hal ini wanita perlu turun tangan. Komunikasi rutin setiap hari akan sangat membantu dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, sehingga semua urusan bisa dilakukan secara bersama-sama.

Saling kompromi

Sumber: thebridalbox.com

Setiap pasangan pasti ada perbedaan. Sang suami ingin kendaraan baru. Sementara istri ingin pakaian untuk keluarga. Apabila kondisi ini tidak disikapi dengan jernih dan saling terbuka satu sama lain, maka akan mengalami titik buntu. Alhasil salah satu tidak lagi mau ikut campur dalam hal pengelolaan keuangan.

Ketika dihadapkan pada kondisi demikian, Anda tidak dapat memilih salah satunya. Sebab akan menimbulkan rasa iri dan makin memperkeruh suasana. Menurut Stuart Ritte, seorang ahli keuangan senior dari T. Rowe Price akan lebih baik bila mewujudkan semuanya.

Solusinya yakni dengan mendiskusikan rencana-rencana tersebut. Katakan mana hal yang lebih dibutuhkan dan diwujudkan terlebih dahulu, kemudian beranjak pada keinginan lainnya. Tujuannnya yaitu agar semua yang diinginkan sama-sama direalisasikan.

Biaya untuk waktu bersama

Sumber: www.fool.com

Ada banyak cara untuk mendiskusikan keuangan dengan pasangan. Bila selama ini kalian saling diam, sementara Anda hanya menyerahkan laporan keuangan kepadanya. Maka kini saatnya untuk bergerak.

Saling diam dan mengatakan terserah bukanlah solusi terbaik untuk memanajemen keuangan. Seperti yang disarankan oleh Kingsburry bahwa sediakan waktu luang untuk saling bertanya tentang hal apa yang ingin dilakukan. Misalnya saja rencana liburan di akhir pekan, nonton konser musik setiap minggu, atau bahkan pergi ke pusat perbelanjaan bersama-sama.

Kemudian, tanyakan pula apakah kegiatan-kegiatan our time tersebut mempengaruhi keuangan keluarga? Berapa nilai yang harusnya disisihkan untuk kebutuhan hiburan? Dengan demikian nantinya kalian akan saling terbuka dan bersama-sama memilah mana biaya yang penting, sedang dan bahkan tidak.

Pikiran jernih dan matang

Sumber: www.marketwatch.com

Mengerjakan laporan keuangan keluarga tidak bisa langsung dilakukan dalam semalam saja. Selain harus memilah mana yang didahulukan, Anda juga dituntut untuk teliti. Maka ketika pikiran sudah mulai penat, ada baiknya tinggalkan sejenak daripada terjadi kesalahan.

Kesalahan dalam pengelolaan keuangan dapat berdampak fatal. Bisa-bisa yang mengerjakanlah yang akan disalahkan. Daripada memperkeruh suasana, sebaiknya tidak melakukan apa pun saat kondisi tidak memungkinkan.

Cari waktu yang tepat untuk sendiri dan seharian mengerjakan laporan dalam ketenangan. Mungkin saja saat pasangan berangkat kerja atau sedang business trip. Mudah, bukan?

Pada dasarnya rumah tangga tidak hanya dibangun dengan cinta. Salah satu hal yang mendukung kehidupan tenang dan nyaman adalah kondisi keuangan yang aman. Sebagai seorang wanita sudah sepatutnya tugas Anda adalah sebagai pengelola keuangan. Namun demikian juga harus melibatkan dia dalam segala perencanaan dan setiap detail.

 

 

 

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals