Rano Karno Sangkal Terima Dana 7,5 M Untuk Pemenangan Pilkada Banten

Advertisements

sumber: wikipedia

Rano Karno hadir sebagai saksi pada persidangan Kasus TPPU yang melibatkan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana (TCW). Dalam persidangan yang dilakukan Senin, tanggal 24 Februari lalu tersebut Rano hadir sebagai saksi dari pihak JPU. Di kesempatan yang sama juga Rano meluruskan tuduhan yang dialamatkan padanya terkait dana pilkada Banten pada tahun 2011. Tuduhan berupa menerima dana sebesar Rp7,5 miliar dari TCW untuk dirinya. Menurut Rano, uang itu untuk dana kampanye Pilkada Gubernur Banten, bukan untuk dirinya.

Pemeran Si Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu juga menyangkal pengakuan Djadja Buddy Suhardja, mantan Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Banten yang menyebut adanya aliran dana sebesar Rp700 juta. Menurutnya keterangan Djaja jauh berbeda dari keterangan Dadang Priyatna. Menurut Dadang dirinya dimintai sejumlah uang oleh Djaja dengan mengatasnamakan Rano Karno. `                    

Ketika ditemui di gedung DPR RI keesokan harinya, Rano kembali menjelaskan soal perkara uang bantuan keuangan dari TCW sejumlah Rp7,5 miliar tersebut. Dana tersebut terkait dengan penyelenggaraan pilkada Banten tahun 2011 lalu. Dana yang disebut sebagai sarana pemenangan dirinya yang saat itu berpasangan dengan Ratu Atut Chosiyah di pilkada Banten. 

Tentang hal ini, Rano menegaskan bahwa dia tidak tahu menahu mengenai dana tersebut. Seluruh lalu lintas keuangan dan pertanggungjawaban penggunaannya diatur oleh Agus Uban, ujarnya. Pelaporan juga dilakukan oleh Agus Uban kepada Wawan, Ketua Tim Pemenangan Ratu Atut-Rano Karno. Sedangkan Rano hanya menerima laporan tentang jumlah alat peraga kampanye yang dibutuhkan, skema pendistribusian, dan rencana anggarannya.

Hal tersebut dikonfirmasi majelis hakim di persidangan pada hari Senin lalu di persidangan. Saksi Yayah Rodiyah menegaskan bahwa dia tidak pernah melihat kejadian penyerahan uang kepada Rano saat dia berkunjung ke kediaman Rano Karno. Dia hanya menyerahkan dana kebutuhan pilkada Banten tersebut pada Agus Uban. Agus Uban sendiri adalah anggota tim pemenangan yang TCW.

Advertisements
Baca Juga  Grapadi Group, Konsultan Bisnis Terkemuka Tangani Lebih Dari 100 Proyek Seluruh Indonesia dan Mancanegara

sumber: bantennews.com

 

Rano Karno adalah aktor dan sutradara Indonesia, selain juga politikus. Karir politiknya diawali dengan bergabung bersama Partai Golkar dan menjadi anggota MPR RI periode 1997-999. Lantas menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang periode 2008-2011. Karirnya terus menanjak dengan menjadi Wakil Gubernur Banten periode 2012-2014, berpasangan dengan Ratu Atut Chosiyah. Pada pilkada gubernur tahun 2011 inilah muncul kasus dugaan suap untuk pemenangan pasangan Ratu-Rano.

Pada 2014 Rano Karno menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Banten hingga 2015, terkait ditangkapnya Ratu Atut oleh KPK karena kasus dugaan suap tersebut. Rano lantas melanjutkan tugas sebagai Gubernur Banten hingga 2017.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This