Preman Menjadi Waliyah: Sebuah Kisah Inspirasi

Advertisements

Sumber Gambar: Flickr.com

 

 

Preman Menjadi Waliyah– Preman menjadi Waliyah,  ada dalam kisah hidup Bisyr Bin Harits dan juga Maliq Bin Dinar. Kedua tokoh tersebut dahulunya telah meninggalkan Allah, namun pada perjalanannya mereka kembali ke jalan Allah. Berikut adalah kisah hidup dari Bisyr Bin Harits dan Maliq Bin Dinar yang memilih ke jalan Allah.

 

Kisah Preman Menjadi Waliyah 

 

  •  Bisyr Bin Harits

Bisyr Bin Harits atau nama lainnya Abu Nashr Bisyr, merupakan seseorang yang terlahir dari seorang bangsawan. Beliau memiliki kehidupan yang cukup mewah, dan suka menghambur hamburkan uang. Selain itu juga, beliau suka mengonsumsi minuman keras.

Pada saat mabuk setelah mengonsumsi minuman keras, beliau menemukan sebuah tulisan ” Dengan Nama Allah Lagi Pengasih dan Penyayang” . Kertas itu di beri wangi bunga, dan beliau menyimpan kertas tersebut. Setelah itu, seorang Sufi datang dalam mimpinya.

Sufi tersebut berkata,” Dengan kuasa Ku ini, aku akan mengharumkan namamu di dunia ini dan di akhirat kelak” . Beliau selalu  mengabaikan mimoi tersebut, namun mimpi tersebut selalu datang menghampirnya.  Suatu kali, ada seorang Sufi, yang menghampiri Bisyr.

Sufi tersebut mengatakan kepada Bisyr, bahwa is menyampaikan pesan dari Allah. Setelah seorang Sufi berkata demikian, menangislah Bisyr dan ia meninggalkan kebiasaannya minum anggur. Mulai saat itu, ia mulai berlaku sholeh dan kembali ke jalan Allah.

 

BACA JUGA :  Kitab Sejarah Para Wali Beserta Sepenggal Kisahnya

 

  • Maliq Bin Dinar 

Maliq Bin Dinar atau nama aslinya adalah Abu Yahya, merupakan seorang yang memiliki kisah kelam pada masa lalunya. Maliq adalah seorang Preman yang selalu mabuk mabukan, dan juga suka mengambil riba dari orang lainnya.

Baca Juga  Sempat Dianggap Sinis dan Alami Penolakan, Howard Schultz Gigih Kembangkan Starbucks

Maliq mempunyai seorang putri cantik yang bernama Fatimah, dan ia sangat mencintai putrinya tersebut. Suatu kali Fatimah yang belum berumur dua tahun, melihat ayahnya meminum Khamar. Fatimah pun melarang ,dan menumpahkan minuman Khamar milik Maliq Bin Dinar .

Fatimah akhirnya meninggal dunia pada saat usia tiga tahun, dan hal tersebut membuat Maliq menjadi sedih dan terpukul. Hal itu membuatnya, kembali ke jalan yang salah. Ketika suatu malam,  sebuah mimpi datang saat Maliq Bin Dinar tidur.

Mimpi tersebut adalah, Maliq di kejar oleh seekor ular. Namun ketika ia di kejar ular tersebut, ada seorang Syech berpakaian putih. Maliq meminta bantuan Syech tersebut, untuk menyelamatkannya. Ada juga Fatimah dalam mimpinya, agar ayahnya kembali ke jalan Allah.

Saat itu juga, Maliq Bin Dinar bangun. Pada saat ia bangun, ia mulai memperbaiki dirinya. Ia mulai meninggalkan kebiasaan lamanya, dan mulai mengikuti jalan Allah. Ia jadi wali Allah dari Tabiin, dan menjadi ahli Hadist.

 

Demikianlah kisah dari  dua orang wali Allah, yang telah meninggalkan kebiasaan lama untuk mengikuti jalan Allah. Semoga kisah ini menginspirasi kita, agar kita mau mengikuti jalan Allah.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This