Penelitian Membuktikan Sel Otak Terus Berkembang Hingga Kematian


0
Spread the love
Sumber: www.leafscience.org

Grapadinews.co.id – Para peneliti terdahulu berpikir bahwa setelah remaja orang akan terjebak dengan sel-sel otak yang sudah dibentuk. Namun hal tersebut tidaklah terbukti. Penemuan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa neurogenesis atau pembentukan neuro baru terjadi jauh lebih lambat hingga di masa dewasa.

Kini, sebuah studi baru dari University of Illionis di Chicago menemukan bahwa sel-sel otak dapat terbentuk menjadi sembilan puluhan, bahkan jika seseorang mengalami penurunan kognitif serta penyakit alzheimer. Namun demikian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pertumbuhan neuron baru di akhir kehidupan cocok dengan apa yang sudah diketahui tentang penyakit degeneratif.

Temuan terbaru

Sumber: www.verywellmind.com

Studi ini dipublikasikan minggu lalu di Jurnal Cell Ctem Cell. Para peneliti melihat otak postmortem orang berusia 79-99, beberapa di antaranya memiliki penurunan kognitif atau penyakit alzheimer. Mereka mentargetkan penanda untuk dua jenis sel yang sedang berkembang, neuroblas (sel induk yang suatu hari nanti akan memunculkan neuron) dan neuron yang belum matang di hippocampus, area otak yang paling terpengaruh pada penyakit alzheimer.

Orang-orang yang telah meninggal tanpa masalah kognitif, kedua jenis sel tersebut akan mengalami perkembangan. Sementara orang dengan penurunan kognitif dan alzheimer juga memiliki bukti sel, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih rendah.

Menurut Orly Lazarov, seorang peneliti menemukan bahwa ada neurogenesis aktif dalam hippocampus pada orang-orang dewasa yang lebih tua hingga usia 90-an. Menariknya ada juga beberapa neuron baru di otak orang-orang dengan penyakit alzheimer dan gangguan kognitif.

Hubungan skor tinggi dan perkembangan otak

Sumber: adv4life.com

Penelitian juga menemukan bahwa orang-orang yang memiliki skor tinggi pada tes kognitif selama kehidupan mereka nanti memiliki banyak neuroblast di hippocampus, dibandingkan mereka yang mendapatkan skor rendah. Hal ini juga tergantung pada tingkat degenerasi yang terlihat pada otak.

Lebih lanjut Lazarov menambahkan bila pada otak dari orang-orang tanpa penurunan kognitif yang mendapat skor bagus pada tes fungsi kognitif cenderung memiliki tingkat perkembangan saraf baru yang lebih tinggi pada saat kematian, terlepas dari tingkat patologi. Campuran efek patologi dan neurogenesis itu masih belum diketahui bagaimana keduanya saling berhubungan, tetapi yang pasti berbeda-beda pada setiap individu.

Temuan ini menarik karena sudah lama diketahui bahwa level otak seseorang tidak selalu berkolerasi dengan gejala kognitif dan perilaku mereka. Jadi ada kemungkinan bahwa hasil studi baru ini membantu menjelaskan mengapa hal tersebut patut dibedakan dan tidak ada hubungannya.

Fakatnya bahwa sel-sel induk saraf dan neuron baru hadir dalam hippocampus pada orang tua. Itu artinya bisa juga ditemukan cara untuk meningkatkan neurogenesis melalui molekul kecil yang kemungkinan dapat memperlambat atau mencegah penurunan kognitif.

Diperlukan banyak penelitian untuk memahami semua ini. Akan tetapi mencegah penurunan kognitif dan demensia mungkin merupakan jalan yang harus ditempuh, terutama pada penderita alzheimer. Sementara itu, studi tersebut juga mendorong untuk menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya olahraga yang terbukti meningkatkan neurogenesis. Temuan menunjukan bahwa kegiatan tersebut dapat berdampak pada kesehatan otak.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals