Merubah Manajemen Bisnis yang Terdampak Corona

Pandemi Covid-19 ini telah memporahporandakan aktivitas di berbagai sektor, terutama sektor industri. Dampak wabah ini dirasakan betul oleh para pegusaha, khususnya UMKM kecil. Oleh sebab itu, Kementerian Koperasi dan UMKM meminta para pelaku UMKM untuk segera mengubah pola manajemen bisnis.

Pola manajemen bisnis apa yang harus diubah? Ya, mungkin pertanyaan tersebut juga terpikir di benak Anda. Oleh sebab itu, pihak dari Kementerian Koperasi dan UKM, khususnya Plt. Deputi Bidang Restrukturisasi, Ibu Herustiati menyampaikan untuk mulai mengubah pola manajemen bisnis dari konvensional menjadi digital dengan memanfaatkan data dan teknologi yang ada. Hal ini berbanding lurus dengan zaman sekarang yang dikenal dengan era milenial saat ini. Beliau mengarahkan untuk mencoba untuk digitalisasi.

Permasalahan lain muncul yakni “apakah semua sektor bisa mengikuti perubahan menjadi digitalisasi?” sebab bisnis yang terdampak corona berasal dari berbagai macam sektor dan kalangan. Nah, bagaimana merubah manajemen bisnis yang terdampak Corona secara umum agar bisa diterapkan oleh berbagai sektor? Mari kita kumpas tuntas pada artikel kali ini, ya.

Di bawah ini akan dipaparkan mengenai langkah-langkah dalam merubah manajemen bisnis yang terdampak Corona bagi pengusaha, yakni :

  1. Cobalah untuk mengubah mindset Anda dengan lebih memprioritaskan berjalannya cash flow bisnis dengan baik, dibandingkan dengan memikirkan laba yang didapatkan.
  2. Mengubah strategi agar dapat disesuaikan dengan keadaan yang terjadi saat pandemi Covid-19 ini masih berlanjut. Misalnya kenali dan kelompokkan customer base berikut dengan kebutuhannya, serta klasifikasikan produk mana saja yang lebih mudah dijual.
  3. Memberikan penghargaan kepada karyawan, berupa pemberian insentif kepada karyawan yang mampu memberikan performa baik dalam keadaan sulit seperti saat ini. Hal ini dapat memacu mereka agar mampu memberikan dampak baik bagi perusahaan, semangat mereka akan mempengaruhi profit yang akan didapatkan perusahaan. Tentunya dengan kebijakan, tanpa memberatkan dari sisi perusahaan.
  4. Ikut terjun menjadi bagian era digitalisasi, dimana hal ini juga bisa mendukung program pemerintah agar melakukan physical distancing. Misalnya digitalisasi produk usaha dan mempromosikannya melalui e-mail, SMS, ataupun WhatsApp dan memberikan layanan promosi untuk take-away delivery.
  5. Jika selama ini melayani pembayaran secara tunai dan non-tunai, maka ubah menjadi hanyaa menerima pembayaran non-tunai. Sehingga bisa ikut membantu memperkecil kemungkinan tertular Covid-19 melalui uang tunai dan kartu-kartu.
Baca Juga  Memulai Proyek Bangunan, Perhatikan 8 Aspek Penting Memilih Perusahaan Konstruksi

Kelima point di atas adalah beberapa langkah yang bisa diterapkan dalam merubah manajamen bisnis Anda yang terdampak Corona. Memang keadaan menjadi lebih sulit dan pasar terasa semakin terbatas, tapi Anda harus tetap mencari peluang untuk memacu jalannya penjualan.

Oleh sebab itu, cerdaslah melihat peluang meski sedang diterpa badai besar. Langkah yang paling tepat yang bisa diambil saat krisis karena pandemi Covid-19 yang menghantam negara di seluruh dunia yakni dengan cara meningkatkan kepercayaan konsumen dengan memposisikan diri sebagai bisnis yang memperhatikan konsumen dan seluruh stakeholder bisnis.

Pastikan seluruh manajemen bisnis Anda tetap layak dari segi keuntungan, meski harus membanting harga dan mendapat keuntungan yang tipis. Di samping itu, pastikan pula setiap regulasi yang dihadirkan pasca merebaknya pandemi berada pada koridor yang sesuai dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah.

Lalu, bagaimana jika Anda tetap tidak mampu untuk melakukan perubahan tersebut atau sedikit kesulitan dalam mengatur manajemen bisnis? Anda  mungkin membutuhkan pihak ketiga yang menawarkan jasa konsultan manajemen sebab biasanya mereka akan membantu Anda memecahkan setiap kesulitan yang ada. Masih ragu? Ada baiknya Anda menambah wawasan Anda agar mengetahui secara mendalam mengenai peran konsultan manajemen itu sendiri.

“Untuk merestukturisasi perusahaan atau bisnis kita harus lebih dulu melihat kekuatan Internal bisnis. Setelah itu kita harus juga melakukan pemetaan eksternal bisnis prinsipnya harus memenuhi 5 W 1 H. What (apa), When (kapan), Where (dimana), Who (siapa), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana). Jadi, tidak sembarang direstruktur yang bisa berakibat buruk.” papar Andika Pujangkoro, SE, M.Ec.Dev selaku director of Grapadi.

Pak Andika merupakan salah satu tokoh yang telah lama berkecimpung di dalam dunia bisnis konsultan, maka dari itu ia paham  mengenai proses perubahan manajemen bisnis. Pemaparan beliau akan semakin meyakinkan bahwasannya peran konsultan manajemen itu cukup penting bagi bisnis Anda.

Baca Juga  Perbedaan Manajemen Bisnis Gojek dan Grab (2)

 

 

[zombify_post]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This