Menilik Peluang Usaha di Perayaan Imlek

Sumber: lyceum.id

Grapadinews.co.id – Tahun Baru Cina masuk dalam hari besar nasional Republik Indonesia. Negara ini beruntung bisa turut serta pada penyelenggaraannya yang begitu meriah. Di momen tersebut, keturunan Tionghoa berbondong-bondong merayakan Imlek dengan makan bersama, turut serta pada festival dan lomba, hingga berkumpul bersama keluarga.

Dari satu minggu sebelum hari H dapat ditemui beragam pernak-pernik Imlek dijual di pasaran. Tentu saja momen tersebut tidak hanya menguntungkan bagi masyarakat Tionghoa sendiri tetapi juga para pedagang.

Tahukah Anda bila pada hari besar ini ada beberapa peluang bisnis yang patut dicoba? Simak ulasannya berikut ini!

Amplop angpao

Sumber: merdeka.com

Imlek identik dengan pembagian angpao pada anak-anak kecil dan siapapun yang masih lajang. Biasanya berupa amplop berwarna merah dengan lukisan naga yang berisikan uang kertas. Orang-orang Tionghoa biasanya membagikan hadiah ini tepat di hari perayaan atau sehari sebelumnya.

Saking antusiasnya dengan angpao, sampai-sampai masyarakat biasa pun kecipratan juga. Amplop berwarna merah itulah yang bisa Anda manfaatkan sebagai peluang bisnis. Tidak ada salahnya bukan untuk menjualnya kepada khal layak umum untuk memeriahkan Imlek sekaligus mencari keuntungan.

Anda bisa mendapatkannya di berbagai pemasok atau grosiran. Apalagi kini, bisa pula ditemukan di berbagai e-commerce atau toko online, sehingga cukup memesan dan barang pun datang. Pedagang bisa mengambil keuntungan 5 hingga 10% dari harga yang didapat.

Pakaian bernuansa Imlek

Sumber: tribunnews.com

Menjelang perayaan Imlek, beragam pakaian bernuansa merah dengan model ala Chinesse banyak ditemukan di pasar, mall, toko online dan pusat perbelanjaan lainnya. Modelnya pun beraneka ragam, ada yang layaknya pakaian tradisional Cina, mini dress, modern dan masih banyak lagi lainnya.

Pakaian Imlek juga tidak melulu diperuntukkan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bahkan style untuk kids lebih menarik perhatian. Ternyata bukan tanpa alasan orang Tionghoa berbelanja pakaian baru menjelang Imlek. Mereka percaya bahwa dengan semua yang masih anyar akan mendapatkan harapan dan semangat baru pula. Sementara warna merah merujuk pada kisah mitos Nian.

Baca Juga  Bisnis Sampingan Untuk Mahasiswa Hasil Jutaan

Dengan demikian berbisnis pakaian Imlek adalah peluang besar. Ada banyak supplier yang menawarkan penjualan pakaian khas Cina ini secara grosir. Anda bisa mendapatkan dengan harga lebih murah karena pembelian yang banyak. Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produk. Boleh juga membuka toko online di e-commerce agar usaha lebih dikenal secara luas dan terjual dalam jumlah banyak di waktu singkat.

Lampion

Sumber: latitudes.nu

Lampion merupakan benda yang harus ada di setiap rumah dan tempat peribadatan orang Tionghoa. Benda berwarna merah disertai dengan lampu remang ini dipercaya dapat mengusir energi jahat dan Nian, pada kisah mitologi Cina ialah raksasa yang suka memakan hewan ternak namun takut pada warna merah.

Di samping itu, lampion juga memiliki makna sebagai penerang kehidupan, sehingga dapat memberikan kebahagiaan. Dengan kreativitas yang Anda miliki, benda ini bisa dijadikan sebagai peluang bisnis. Bahan yang dibutuhkan pun mudah ditemui di sekitar kita, seperti bambu, lampu kuning kecil, kertas, lem, gunting dan tali. Bisa pula tambahkan pernak-pernik lainnya agar tampilannya lebih menarik.

Lampion Imlek biasanya memiliki ukuran yang beragam, dari kecil hingga besar. Dengan bahan yang mudah ditemukan dan murah meriah, Anda bahkan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Kembang api

Sumber: sabigaju.com

Perayaan Imlek kurang lengkap bila tanpa petasan dan kembang api. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, petasan dapat mengusir roh jahat dan mendatangkan dewa dari surga di depan pintu rumah. Para dewa juga diyakini akan membagikan kekayaan kepada siapa pun yang membunyikannya.

Biasanya petasan kecil yang pertama kali dinyalakan sebagai pertanda selamat tinggal tahun lama. Kemudian berlanjut ke petasan besar sebagai tanda selamat datang tahun baru. Sebenarnya bisnis ini begitu menjanjikan. Sebab mereka juga akan membeli dalam jumlah besar. Sementara itu pemasok banyak ditemukan di mana saja. Namun belakangan banyak yang justru menyalah gunakan, sehingga dilarang oleh pemerintah.

Baca Juga  Super Spektakuler, 6 Kota di Dunia Ini Rayakan Imlek Paling Meriah

Maka kembang api bisa digunakan sebagai gantinya. Anda bisa memanfaatkan peluang ini dengan mendapatkan produk dari supplier secara banyak dan menjualnya dalam jumlah besar pula. Terlebih bisa menjualnya di berbagai tempat umum, mulai dari pasar, pusat perbelanjaan, taman hiburan dan lain sebagainya.

Lilin

Sumber: www.cermati.com

Bagi orang Tionghoa, lilin adalah benda wajib yang menyertai doa mereka di tempat peribadatan. Saat perayaan Imlek, keluarga juga menaruhnya di beberapa sudut rumah.

Menurut filosofinya, lilin berarti sebagai pendatang rezeki dan memberikan penerangan di awal tahun baru. Mereka juga percaya bila benda ini melambangkan syukur bagi mereka yang doanya terkabul.

Menjelang Imlek, lilin banyak dijual di berbagai tempat utamanya yang berukuran besar dan berwarna merah. Tidak ada salahnya untuk memanfaatkannya pula sebagai peluang bisnis. Hitungannya, setiap tempat peribadatan dan rumah orang Tionghoa membutuhkan dalam jumlah besar. Maka ada kemungkinan untuk mendapatkan profit berlebih pula.

Apabila Imlek telah usai, lilin ini masih bisa digunakan untuk hiasan ruangan terlebih pada rumah bergaya oriental. Menjanjikan, bukan?

Pernak-pernik bernuansa merah

Sumber: merdeka.com

Ragam pernak-pernik berwarna merah banyak ditemukan di pasaran dan toko saat menjelang Imlek. Mereka biasanya berupa boneka, hiasan dinding, tas, notebook, dan masih banyak lagi lainnya.

Orang Tionghoa percaya bahwa warna merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Di samping itu juga bisa mengusir Nian untuk masuk ke dalam rumah. Anda juga bisa memanfaatkan peluang ini dengan menjual beragam produk bernuansa merah. Ornamen lucu tersebut bahkan juga bisa digunakan meski Imlek telah usai.

Apapun momennya yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan sebagai peluang usaha. Di samping itu, Anda harus menentukan pangsa pasar atau menciptakan sendiri market-nya agar produk lebih diminati dan mendapatkan keuntungan lebih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This