Mengintip Kisah Sukses Pebisnis Wanita Dalam Membangun Hubungan Baik Dengan Pelanggan

Sumber: gravitasmag.com

Grapadinews.co.id – Tahukah Anda bila bisnis tidak sekadar memperoleh keuntungan? Jauh dari pemikiran itu hal utama yang perlu ditanamkan sebelum memulai usaha adalah bagaimana produk atau jasa kita berguna untuk banyak orang.

Sebetulnya banyaknya bisnis yang saat ini berkembang berawal dari kebutuhan manusia. Dalam kehidupan mereka tidak bisa lepas dari barang-barang yang memang menyokong aktivitas sehari-hari, seperti elektronik, peralatan dapur, produk kecantikan, pakaian, peralatan mandi, makanan dan masih banyak lagi lainnya.

Dengan demikian, bisnis bukan sekadar memperoleh profit tetapi juga bagaimana caranya menyediakan barang atau jasa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh calon pelanggan. Di samping itu, perusahaan juga perlu membangun hubungan baik dengan mereka sebagai langkah pemasaran.

Hubungan baik antar customer dan pemilik usaha saling menguntungkan atau disebut juga dengan simbiosis mutualisme. Relasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran yang tidak semua perusahaan bisa mengaplikasikannya. Namun ada fakta yang cukup mengejutkan yakni pengusaha wanita dinilai lebih baik dalam membangun hubungan dengan pelanggan.

Oleh sebab itu, ulasan berikut ini akan membagikan empat pelajaran bisnis tiga perusahaan yang dipimpin oleh wirausahawan perempuan yang menginspirasi. Simak strateginya berikut ini!

Ketahui bidang yang ditekuni

Sumber: dreamhost.com

Profesor Lynda Gratton menghabiskan lebih dari 15 tahun mempelajari ruang kerja dan apa yang diperlukan untuk menciptakan tim yang kolaboratif dan dinamis sebelum ia meluncurkan Hot Spots Movement di London. Ialah perusahaan konsultan yang membantu perusahaan di seluruh dunia dalam membangun tim produktif dan membuktikan masa depan bisnis mereka.

Kemudian ada juga Stacy Lindau, pendiri startup layanan kesehatan NowPow yang memunculkan gagasan menghubungkan pasien dengan layanan masyarakat berkualitas bagus. Selama itu ia berkonsentrasi dengan turut terjun dalam perawatan dan melakukan penelitian yang didanai oleh Centers for Medicare dan Medicaid di The Universitu of Chicago.

Lalu Candice Simons, sebelum melakukan perubahan besar dan meluncurkan Brooklyn Outdoor di Detroit, ia menghabiskan waktu satu dekade untuk bekerja di bidang periklanan. Di sana dia menyerap banyak pengetahuan dan memberi perhatian kepada pelanggan untuk kemudian diaplikasikan pada bisnisnya.

Baca Juga  Kreativitas Menghasilkan Jagung Pelangi

Dari kisah di atas didapat, meskipun tidak menyandang gelar Ph.D atau sama sekali tidak berpengalaman di bidang industri, untuk menjadi seorang ahli justru dimulai dengan beragam cara. Salah satu yang patut dilakukan yakni dengan menekuni bidang yang diminati.

Dari sana Anda bisa membuat rencana tentang usaha yang digeluti dan bagaimana pelanggan menganggapnya sebagai kebutuhan. Kemudian kembangkan poin tersebut dengan mengidentifikasi peluang untuk pertumbuhan. Tentu saja, sebagai pemilik bisnis dituntut untuk terus belajar. Lebih-lebih mendapatkan banyak pengetahuan, Anda juga bisa menciptakan ide-ide kreatif serta fokus pada membangun hubungan dengan pelanggan.

Rencanakan usaha beserta risiko yang mungkin muncul

Sumber: www.workandplay.life

Dr. Lindau, Simons dan Gratton duduk di sebuah pertemuan untuk merencanakan bisnis. Masing-masing memiliki pengetahuan dan telah berpengalaman dalam bidang bisnis, sehingga masalah kerap kali menjadi teman setia.

Saat meneliti dinamika di tempat kerja, Prof Gratton melihat bahwa perusahaan besar maupun kecil tidak tahu bagaimana mengendalikan bisnis saat menghadapi beragam kondisi sosial, demografi serta teknologi. Padahal unsur-unsur tersebut dapat membentuk sebuah dinamika. Kemudian ia meluncurkan sebuah usaha konsultasi yang membantu pemilik bisnis mempertahankan perusahaan dan melibatkan karyawan untuk memperkuat merek.

Selain itu bagi Dr. Lindau, kurangnya akses ke layanan masyarakat berkualitas merupakan masalah mencolok di Chicago. Kemudian ia melihat peluang di bidang teknologi untuk menghubungkan orang-orang yang memang membutuhkan agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Dalam usahanya membangun platform online, ia bermitra dengan Rachel Kohler, seorang mantan wirausahawan. Dengan aplikasi tersebut, mereka bisa membantu rumah sakit, mendukung pasien dan melayani ribuan orang untuk menemukan rujukan layanan kesehatan secara tepat.

Sementara Simons meluncurkan Brooklyn Outdoor bertujuan untuk membangun pengalaman otentik antara brand kenamaan dan pelanggan yang lantas menghubungkannya dengan konsumen. Sebagai bagian dari perencanaan, ia dan tim menghabiskan banyak waktu di lingkungan pemasangan iklan, belajar tentang masyarakat dan kebudayaan untuk membuat sebuah advertisement yang beresonansi dengan penduduk lokal.

Baca Juga  Peluang dan Cara Memulai Bisnis Startup

Dengan demikian sebelum memulai bisnis ada baiknya untuk memperjelas apa yang direncanakan, risiko apa yang mungkin terjadi, untuk siapa dan lain sebagainya. Anda perlu meninjau kembali perubahan demi perubahan tren yang terjadi di tengah masyarakat untuk mengikuti selera pasar.

Saat dalam proses pengembangan bisnis, tidak lupa pula agar berinteraksi dengan calon konsumen sebagai sumber wawasan dan inspirasi yang sangat berharga. Pastikan semua yang diproduksi telah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Pilih dan gunakan teknologi untuk mudahkan tim

Sumber: huffingtonpost.com

Bagi Hot Spots Movement, memilih perusahaan teknologi CRM (Customer Relationship Management) bukan hanya tentang merampingkan proses dan proyek internal, tetapi juga berguna untuk mengelola data pelanggan, meramalkan penjualan dan membantu dalam mengoptimalkan tugas-tugas manual biasa, sehingga akan lebih banyak menghemat waktu yang seharusnya untuk hal lebih penting.

Kemudian, sebagai perusahaan yang berupaya memudahkan akses perawatan, NowPow menginginkan solusi CRM karena dinilai bisa menyederhanakan tugas untuk tim. Selain itu, mereka juga ingin menciptakan ruang kerja yang transparan dimana setiap anggota memiliki visibilitas berhubungan dengan pelanggan. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan kedekatan dengan mereka, sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Di sisi lain, sebelum Simon memutuskan menggunakan CRM, dia memastikan tiga hal yang akan terjadi, yakni tim yang akan terlibat penuh, mudah dalan mengelola data dan sistem.

Dari pengalaman tersebut dapat disimpulkan bahwa gunakan teknologi yang dapat memudahkan dan mempersingkat tugas. Anda juga perlu memilih talenta terbaik dan mempekerjakan orang yang tepat. Seperti yang dikatakan oleh SVP Apple dan CEO Burberry, “Semua orang berbicara tentang membangun hubungan dengan pelanggan, padahal harusnya membangun kedekatan dan hubungan dengan karyawan terlebih dahulu”.

Baca Juga  Produk slow fashion yang mulai diminati oleh masyarakat

Bukan berarti Anda mengabaikan kebutuhan bisnis, namun membangun sistem serta memanfaatkan teknologi juga termasuk sebagai upaya untuk menjalin hubungan dan mendorong kesuksesan usaha.

Pimpin dengan rasa empati

Sumber: benzinga.com

Logika saja tidak cukup untuk membangun sebuah usaha. Anda juga perlu memainkan perasaan untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Prof. Gratton, Dr. Lindau dan Simons membangun tim dan perusahaan dengan rasa empati dan apa adanya. Fokus mereka pada hubungan pelanggan berasal dari pemahaman mendalam tentang kebutuhan manusia dan melakukan pekerjaan yang berarti.

Prof. Gratton membangun bisnisnya untuk membantu orang-orang lebih baik dan saling terhubung di lingkungan kerja, sehingga menjadi kepuasan tersendiri. Dr. Lindau mendirikan sebuah platform yang menghubungkan orang-orang membutuhkan dengan para profesional di bidangnya untuk saling berkoordinasi dalam upaya menyediakan pelayanan yang bagus. Kemudian Simons membantu perusahaan terhubung dengan audiens dan menciptakan pengalaman merek otentuk melalui iklan menarik.

Membangun bisnis dimulai dari mempercayai visi dan tujuan sendiri. Sebab pada dasarnya kemauan tidak datang dari orang lain. Di satu sisi perasaan juga perlu dimainkan untuk membangun hubungan baik terhadap pelanggan serta tim kompak yang selalu saling mendukung satu sama lain.

Contoh dari kisah pengusaha perempuan di atas tersebut bisa menjadi inspirasi Anda untuk menciptakan kepercayaan terhadap pelanggan. Seiring dengan berjalannya waktu, bisnis akan lebih berkembang dan membantu kesuksesan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This