Mengintip Hubungan Penjualan dan Profit Dalam Perkembangan Bisnis


0
5 shares
Spread the love

Sumber: gazette.com

Grapadinews.co.id – Pada perusahaan mendapatkan laba sebanyak-banyaknya merupakan suatu tujuan. Namun hal tersebut bukanlah satu-satunya yang harus dipikirkan. Sebab sales juga mempengaruhi perkembangan usaha. 

Keseimbangan antara penjualan dan laba akan membawa usaha menjadi lebih baik. Terlebih apabila menunjukkan angka sales meningkat setiap tahunnya. Namun ada pula yang justru menganggap profit lah yang lebih penting. Lantas apa yang harus dilakukan agar keduanya sama-sama diperoleh dan bisnis terus maju?

  1. 1 Perhatikan penjualan dan laba bersih

    Sumber: blog.capitalfloat.com

    Membangun perusahaan dibutuhkan ketelatenan dalam memperhatikan setiap aspeknya. Masing-masing saling berhubungan satu sama lain dan mempengaruhi perkembangan usaha. Oleh karenanya, mengamati setiap detail adalah hal yang harus dilakukan setiap hari, termasuk memeriksa penjualan dan laba. 

    Meski terjadi penurunan Gross Domestic Product (GDP) atau naik turun kinerja perusahaan, namun seharusnya jumlah penjualan dan profit yang didapatkan meningkat. Kondisi ini mendorong perusahaan menaikkan harga agar profit bisa terus meningkat. 

    Kendati demikian, kualitas produk dan jasa juga perlu ditingkatkan. Menurut CEO Grapadi Consultant, Andika Pujangkoro keberhasilan suatu bisnis bisa dilihat dari grafik naiknya penjualan dan profit. Apabila masih ada penurunan maka perlu diperiksa kembali per aspeknya.

  2. 2 Sales mengikuti kenaikan laba bersih

    Sumber: poetsandquants.com

    Pada prinsipnya penjualan bisa naik 70 persen dari kenaikan laba bersihnya. Misal saja laba bersih naik 10 persen, maka sales juga harus naik 70 persen. Beberapa perusahaan memiliki jumlah profit yang terus meningkat, tapi tidak untuk penjualannya. 

    Kondisi demikian terjadi karena menerapkan kebijakan non sales, seperti misalnya memangkas tenaga kerja, biaya marketing dan efisiensi. Hal ini juga menunjukkan sebuah desperate (keputus asaan) yang disebabkan oleh kesulitan dalam meningkatkan penjualan. 

    Namun cara tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengelabui investor. Ada pula yang sampai menjual aset di anak usahanya, sehingga dapat meningkatkan laba bersihnya. Hal demikian merupakan extradordinary event yang tidak ada hubungannya dengan operasional. 

    Kasus lainnya yakni kenaikan laba dikarenakan forex gain atau forex loss. Oleh sebab itu, untuk menghindarinya, seharusnya tidak terlalu berpatok pada profit bersih, tetapi juga arus cash flow.

  3. 3 Arus kas dari cashflow positif

    Sumber: carwash.com

    Keuntungan yang didapatkan, nantinya dimasukkan dalam kas yang mana merupakan aset perusahaan. Namun cashflow sendiri ternyata ada yang diklasifikasikan negatif. Mengapa demikian? Free cashflow adalah kas bersih/arus kas dari aktivitas operasi dikurangi dengan belanja modal. Perputarannya bisa dialokasikan untuk apa saja. 

    Apabila suatu perusahaan memiliki perputaran kas yang negatif maka sama halnya banyak aset yang keluar. Kondisi ini memungkinkan perusahaan untuk kolaps. Apabila hal ini terjadi, maka mereka membutuhkan modal dengan cara menambah hutang. Dengan demikian beban bunga juga meningkat. Maka apabila cashflow negatif juga mempengaruhi DER (Debt to Equity Ratio) atau rasio hutang terhadap modal.

  4. 4 Perusahaan sehat dan DER

    Sumber: infinitdatum.com

    Perusahaan bisa dikatakan sehat apabila memiliki DER kecil, yaitu di bawah 80 persen. Cara melihat rasio hutang terhadap modal ini yakni dengan menghitung total hutang (total liabilities) dibagi equity (modal/ekuitas) dikalikan 100 persen. 

    DER = (total liabilitis : equity) X 100%

  5. 5 Mengintip Operating Profit Margin (OPM)

    Sumber: equivityva.com

    Analisa dengan menggunakan perhitungan Operating Profit Margin berguna untuk menyaring saham potensial dan tidak. Cara memghitungnya yakni laba usaha dibagi sales dikalikan 100 persen. 

    OPM = (Laba : sales) X 100%

    Strategi dalam memfilter saham ini juga bisa dilakukan saat kondisi pasar anjlok. Namun saat akan melakukannya sebaiknya ketahui terlebih dahulu Price Earning Ratio (PER) yang diperoleh dari laba bersih per saham dibagi dengan harga saham. Kemudian Yield Deviden, dengan perhitungan deviden yang diberikan oleh perusahaan dibagi dengan harga pasar. Nantinya dapat dilihat apakah harga yang serahkan signifikan. 

    Keberhasilan suatu perusahaan memang dilihat dari laba bersih yang diperoleh. Namun hal penting lainnya yakni meningkatkan jumlah penjualan serta bagaimana kualitas tetap harus dijaga. Apakah Anda sudah memikirkan strategi lima unsur di atas?


Like it? Share with your friends!

0
5 shares

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
1
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. Situs ini menurut saya verry informatif. Ini bloombergnya indonesia. Kalau ada waktu saya bakal mampir ke apartement habitat kantor pak andika. Slm KH.M.Y.Budiono owner kopi redjang, greatfine coffee dan lettong coffee bengkulu. http://journal.asia.co.id

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals