Bibit Bebet Bobot, Masih Relevankah untuk Saat Ini?

Advertisements

bibit bebet bobot

Mencari pasangan bukanlah hal mudah namun juga tidak susah, bergantung kepada individu masing-masing. Karena, setiap orang tentunya memiliki kriteria sendiri dalam mencari pasangan. Namun, sedari dahulu dikenal istilah bibit bebet dan bobot. Tiga kata ini sering sekali dijadikan acuan utama dalam mencari pasangan terbaik.

Walaupun demikian, kriteria tersebut belum tentu membuat rumah tangga yang dibangun menjadi sakinah, mawaddah dan warahmah. Setidaknya peluang untuk mencapai hal tersebut lebih tinggi jika calon pasangan memiliki kriteria tersebut.

Apa Sih Bibit, Bebet dan Bobot?

Generasi tua tentu tahu makna tiga kata ini (bibit bebet bobot). Namun, apakah para generasi muda yang dikenal sebagai anak milenial memahami hal tersebut? dan apakah hal ini masih berlaku untuk mencari pasangan pada saat ini?

Sebelum melihat hal tersebut, Anda harus tahu dulu apa makna dari tiga kata tersebut, yaitu:

Bibit

Hal pertama dan paling utama adalah bibit. Kata ini dapat diartikan sebagai asal usul. Tentunya setiap orang yang menjalin rumah tangga memiliki pasangan yang jelas informasi asal usulnya, siapa orang tuanya, silsilah keluarganya, saudara-saudarinya, riwayat keluarga dan lainnya.

Karena setiap orang pasti memiliki watak, tingkah laku dan pandangan yang berbeda-beda. Nah, ketiga hal ini kebanyakan dipengaruhi dari pengalaman dan ajaran yang diberikan orangtua kepada anak tersebut. Jadi, Anda bisa menilai bagaimana orangtuanya mendidik anak tersebut dari watak, tingkah dan pandangannya.

Jika dia berasal dari keluarga baik maka ketiga hal tersebut pastinya baik. Jika tidak, maka Anda bisa melihat kejanggalan-kejanggalan dari tiga hal tersebut.

Bebet

Secara sederhana bebet bisa diartikan sebagai penampilan. Tentunya orang yang memiliki penampilan dan berpakaian yang baik akan lebih enak dipandang. Karena setiap orang tentu ingin memiliki pasangan yang baik dari prilaku serta packaging-nya.

Baca Juga  Kesalahan Fatal Hubungan Percintaan Retak

Namun, hal ini tidaklah mutlak karena pada akhirnya sifat dan prilaku pasangan tersebutlah yang paling penting. Akan tetapi, hal ini harus tetap dipertimbangkan. Karena, calon pasangan yang cantik dan tampan serta berpenampilan menarik akan membuat Anda menjadi lebih senang dan bangga.

Bobot

Bobot ini bisa diartikan sebagai kualitas diri calon pasangan tersebut. Siapa sih yang tidak ingin memiliki pasangan dengan kualifikasi segudang? Pastinya semua orang ingin hal tersebut. Nah, bobot ini bisa dilihat dari pendidikan, pekerjaan, prilaku, tata krama, ulet dan giat bekerja, penyayang, baik hati, dan lainnya.

Intinya, bobot ini dapat Anda nilai sendiri ketika bertemu. Namun, sekarang banyak orang yang pintar menutup jati dirinya. Contohnya saja, pada awal-awal pacaran terlihat baik dan perhatian ternyata setelah menikah suka memukul dan kasar kepada pasangan. Oleh karena itu, Anda harus jeli dan cermat dalam menilai bobot tersebut.

Melalui pengertian bibit bebet bobot di atas dapat disimpulkan bahwa kriteria ini masih berlaku dan relevan untuk mencari pasangan di zaman ini. Setidaknya, tiga hal tersebut menjadi kunci awal agar Anda bisa menemukan pasangan terbaik. Kemudian, Anda tinggal menambahkan kriteria lainnya sehingga kelak hubungan yang dijalani menjadi sakinah, mawaddah dan warahmah.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This