Fenomena Gen Z yang lebih memilih healing dibanding menabung sering menjadi perdebatan di media sosial. Mulai dari staycation, traveling, hingga nongkrong di kafe estetik, gaya hidup ini kerap dianggap boros. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, keputusan Gen Z ini ternyata memiliki alasan yang kuat dan relevan dengan kondisi zaman saat ini.
Realita Ekonomi yang Membentuk Pola Pikir Gen Z
Gen Z tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Mereka menyaksikan krisis global, pandemi COVID-19, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga gelombang PHK di berbagai sektor.
Masa Depan yang Tidak Pasti
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung optimis terhadap stabilitas kerja dan ekonomi, Gen Z melihat masa depan sebagai sesuatu yang sulit diprediksi. Hal ini membuat banyak dari mereka berpikir bahwa menikmati hidup saat ini terasa lebih realistis dibanding menunda kebahagiaan demi masa depan yang belum tentu aman.

Kesadaran Mental Health yang Lebih Tinggi
Salah satu ciri kuat Gen Z adalah keterbukaan mereka terhadap isu kesehatan mental. Tekanan akademik, tuntutan karier, dan ekspektasi sosial membuat stres menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Healing sebagai Bentuk Perawatan Diri
Bagi Gen Z, healing bukan sekadar liburan mahal. Healing bisa berarti mengambil jeda, mencari suasana baru, atau melakukan hal-hal yang membuat pikiran lebih tenang. Mereka memandang kesehatan mental sebagai aset penting yang harus dijaga agar tetap produktif dan bertahan dalam tekanan hidup.
Pengaruh Media Sosial dan Budaya FOMO
Media sosial memiliki peran besar dalam membentuk gaya hidup Gen Z. Konten tentang traveling, self-reward, dan pengalaman hidup yang menyenangkan tersebar luas dan mudah diakses.
Pengalaman Lebih Bernilai dari Materi
Gen Z cenderung menghargai pengalaman dibanding kepemilikan materi. Alih-alih menabung untuk sesuatu yang abstrak, mereka memilih mengeluarkan uang untuk pengalaman yang bisa memberikan kepuasan emosional dan kenangan jangka panjang.
Benarkah Gen Z Tidak Suka Menabung?
Anggapan bahwa Gen Z anti menabung sebenarnya kurang tepat. Banyak dari mereka tetap menabung, tetapi dengan cara yang lebih fleksibel dan modern.
Menabung dengan Cara Baru
Sebagian Gen Z memilih investasi, side hustle, atau aset digital sebagai alternatif menabung. Namun, karena tidak selalu terlihat di media sosial, kebiasaan ini sering kalah populer dibanding konten healing dan gaya hidup.
Keterbatasan Finansial yang Jarang Dibahas
Gaji awal yang rendah dan biaya hidup yang tinggi membuat Gen Z memiliki ruang finansial yang sempit. Dalam kondisi ini, pilihan sering kali harus dibuat.
Bertahan atau Menyimpan?
Ketika dihadapkan pada pilihan antara menabung dalam jumlah kecil atau menjaga kesehatan mental, banyak Gen Z memilih bertahan secara emosional. Ini bukan soal manja, melainkan strategi bertahan hidup di tengah tekanan zaman.
Pilihan Gen Z untuk healing dibanding nabung bukan semata-mata karena gaya hidup hedonis. Keputusan ini lahir dari realita ekonomi, tingginya kesadaran mental health, dan perubahan nilai hidup. Tantangan ke depan bukanlah menghakimi, melainkan membantu Gen Z menemukan keseimbangan antara menikmati hidup hari ini dan mempersiapkan masa depan secara finansial.