Jadi Ladang Sebar Luaskan Informasi Hoax, Facebook Hapus Ratusan Akun di India dan Pakistan

Advertisements
Sumber: haber7.com

Grapadinews.co.id – Media sosial diciptakan untuk saling berbagi informasi, pikiran dan bertukar komentar. Dalam perkembangannya, beragam fitur ditambahkan dengan tujuan memudahkan pengguna, mulai sharing gambar, video, musik, hingga bertukar pesan secara private. Bertambahnya fasilitas juga memungkinkan para pelaku bisnis mempromosikan produk.

Era modern menjadikan media sosial sebagai salah satu lifestyle. Masyarakat tidak bisa lepas dari produk teknologi tersebut dan hingga kini telah menjadi bagian hidup. Selain digunakan untuk media berbagi, juga menjadi ladang luas bagi media-media berbaisis digital dalam menyebarkan berita serta informasi terkini. Para pengguna bisa dengan leluasa menyebarkan serta membaca berita dengan cepat.

Tentu saja kondisi ini memudahkan para tim sukses pemilu dalam menyebarkan visi serta misi para calon. Tidak sedikit pula yang pada akihrnya membuat serta menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya untuk menarik pendukung. Situasi ini makin rumit kala para pengguna mempercayai dan terprovokasi.

Menjelang pemilu tidak hanya di Indonesia tetapi juga Pakistan dan India banyak bertebaran berita hoax. Beberapa dari mereka juga memiliki ujaran kebencian dan sifatnya memprovokasi. Di lihat dari kode etik media, tentu hal tersebut adalah sesuatu yang dilarang dan tidak pula dibenarkan.

Berita-berita hoax yang sifatnya provokasi biasanya banyak bertebaran di media sosial, utamanya Facebook. Platform tersebut menjadi wadah bagi para penyebar informasi palsu untuk menggiring opini dan meyakinkan masyarakat. Dengan leluasa, tidak hanya membagikan wacana tetapi juga gambat hingga video.

Maka dalam rangka membersihkan konten dari hal-hal berbau hoax, pihak Facebook mengambil langkah tegas. Simak ulasannya berikut ini!

Facebook menghapus ratusan akun

Sumber: DigitalMarketer.id

Sebagai media sosial yang bertahan cukup lama di tengah kompetitor, Facebook menjadi tempat untuk membagikan informasi. Fitur-fiturnya yang lengkap menyediakan space iklan baik untuk media online maupun pelaku bisnis untuk mempromosikan berita serta informasi.

Baca Juga  SEO dan Google Adwords, Mana yang Lebih Baik?

Akan tetapi keleluasaan itu kemudian membuat para penggunanya bebas melakukan hal-hal yang di luar batas wajar. Pada akhirnya pihak Facebook memutuskan untuk menghapus sebanyak 712 akun dan 390 halaman di India dan Pakistan karena dideteksi adanya perilaku menyimpang.

Sebagian besar konten yang terdapat pada akun-akun tersebut berkaitan dengan salah satu partai oposisi dan militer. Dilansir dari Reuters melalui Bisnis.com, ada banyak akun serta halaman yang dihapus. Perinciannya yakni 519 akun, 24 halaman, 7 grup dan 15 akun Instagram. Kesemuanya terkait dengan perilaku menyimpang dan memang terkoordinasi.

Facebook dituntut ciptakan lingkungan bersih

Sumber: reviewbekasi.com

Dengan fitur lengkap dan segala kemudahan, Facebook kerap menjadi media sosial incaran para pelaku kampanye hitam dan perilaku menyimpang dari sejumlah pihak. Banyaknya kejadian yang memanfaatkannya, perusahaan milik Mark Zuckerberg itu akhirnya dituntut untuk meyakinkan seluruh otoritas di seluruh dunia bahwa platform itu tidak digunakan untuk kepentingan politik apapun, apalagi menyebarkan hoax.

Advertisements

Menjelang pemilu di beberapa wilayah, Facebook juga mulai ditekan agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih serta kondusif. Di India sendiri, platform ini menghapus beberapa akun yang terhubung dengan perusahaan aplikasi daring yang dipromosikan oleh partai Narendra Modi, Perdana Menteri India.

Facebook Pakistan hapus puluhan akun

Sumber: liputan6.com

Sama halnya dengan India, Facebook di Pakistan juga digunakan sebagai media kepentingan partai politik. Akhirnya, 57 akun, 24 halamana, 7 grup serta 15 akun Instagram dihapus karena alasan menyimpang. Sebagian besar dari mereka terhubung dengan militer Pakistan.

Nataniel Gleicher, Head of Cyber Security Facebook menemukan adanya keterkaitan antara akun-akun yang dicurigai dan dihapus itu. Mereka menggunakan taktik serta strategi yang mirip. Sementara itu tujuan dari dibuatnya akun hoax adalah untuk menarik perhatian sekaligus menyesatkan para pengguna.

Baca Juga  Asisten Digital Dibuat Dengan Nama Perempuan, Isu Stereotip Jadi Perbincangan

Banyaknya informasi serta akun provokasi yang bertebaran di media sosial menuntut pengguna untuk lebih berhati-hati dalam bersosial media. Anda juga harus lebih cerdas serta bijaksana dalam menelaah berita yang belum tentu kebenarannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This