Ini Alasan Kenapa Wanita Bertahan Walau Berulang Kali Disakiti Pasangan

Advertisements

Kamu pernah mengalami nggak, ada teman cewek yang curhat tentang pasangannya yang bolak-balik menyakitinya? Kembali mengulangi kesalahan yang sama, padahal sudah dimaafkan berkali-kali. Anehnya, si wanita tetap saja kembali luluh dan bertahan dengan pasangannya tersebut. Gemes nggak sih?

Secara umum, wanita memang lebih mudah memaafkan pasangan saat melakukan kesalahan. Tidak sedikit juga yang rela kembali dan bertahan di sisi pasangan walau tahu bahwa itu artinya dia harus menahan rasa sakit hati lagi. Kenapa begitu, ya? Coba baca penjabarannya di bawah ini.

Cinta Yang Terlalu Dalam

Terlalu cinta memang bisa membuat wanita mudah luluh dan memaafkan pasangannya. Padahal sudah berkali-kali disakiti dan dibohongi. Cinta juga yang menjadi alasan untuk bertahan, sambil berharap pasangan bisa melihat kasih sayang yang begitu besar dari wanitanya dan memutuskan untuk memperlakukannya dengan lebih baik.

Well, ladies. Cinta tidak melulu berisi perasaan, tapi juga logika. Cinta yang terlalu dalam hingga menafikan apapun perlakuan pasangan bukanlah cinta yang sehat dan seimbang dengan logika. Setiap wanita itu berharga, dan pantas diperlakukan dengan baik. Jika dikatakan cinta selalu bisa membuat wanita memaafkan kelakuan buruk pasangannya, itu benar. Maka maafkanlah tapi jangan mau diperlakukan buruk kembali. Bertahan dan menerima semua kesakitan itu bukanlah pilihan yang baik untuk menjalani hidup.

Tidak Siap Menerima Kesendirian

Bagi sebagian perempuan, memiliki pasangan walaupun sering membuatnya makan hati masih jauh lebih baik daripada sendirian. Paling tidak masih ada seseorang yang bisa diharapkannya akan menemani dan mendampinginya. Padahal, hidup dengan pasangan tapi rutin makan hati tidak lebih baik daripada hidup sendiri, loh. Walau memiliki pasangan terlihat lebih menyenangkan dibandingkan jadi jomlo, tetap saja bersedia disakiti berkali-kali membuktikan bahwa si wanita rela untuk tidak dihargai.

Baca Juga  Maaf ya Dek Pernikahan Harus Abang Tunda Karena Corona

Hubungan Yang Terjalin Telah Berlangsung Lama

Bagi beberapa orang, keluar dari suatu hubungan yang telah terjalin lama adalah hal yang menakutkan. Berbagai macam pertanyaan seperti, apakah pasangan yang baru akan lebih baik dari yang sekarang? Apakah akan langgeng? Apakah dia akan memperlakukan saya dengan lebih baik atau malah lebih buruk? Serta berbagai pertanyaan lainnya yang menyiratkan keraguan.

Di dalam benaknya, muncul pertimbangan bahwa lebih baik bertahan dan berharap semoga pasangan bisa berubah, daripada meninggalkan dan memulai sebuah hubungan baru. Padahal, tentu saja sebuah hubungan yang sehat dan membahagiakan harus diisi dengan saling menghargai, bukan menyakiti. Bertahan bersama orang yang sama sekali tidak menghargai dan menghormati kita bahkan setelah bertahun-tahun hanya akan membuatnya merasa lebih jumawa dan semakin menyakiti kita.

Advertisements

Anak Dan Keluarga

Anak adalah alasan utama wanita untuk bertahan walau pasangannya berkali-kali menyakiti. Tentu ini terjadi pada wanita yang telah menikah. Mereka merasa bahwa anak mungkin saja akan mengubah tabiat pasangan menjadi lebih baik. Hal lainnya adalah rasa takut berpisah karena takut akan menyakiti hati anak-anak.

Yah, tentu saja anak akan tersakiti ketika orang tuanya berpisah. Tidak mudah juga membesarkan anak dengan kondisi keluarga broken home. Tapi coba dipikir ulang, apakah anak juga akan bahagia melihat kondisi hubungan orang tuanya yang tidak sehat seperti sekarang? Jangan lupakan juga bahwa mereka adalah peniru ulung, dan sosok ayah adalah tokoh pertama yang mereka tiru tingkah lakunya. Tentu akan lebih membahayakan jiwanya jika dia melihat kelaakuan buruk sang ayah setiap hari dan akhirnya menirunya bukan?

Alasan lainnya adalah keluarga. Bagi wanita yang sudah dekat dengan calon mertua serta para ipar, mungkin akan merasa sayang jika hubungan ini berakhir. Dengan alasan orang tua dan saudaranya menyukai dan sayang padanya. Tapi coba dipikir ulang, deh. Yang akan menemani kita seumur hidup itu si dia, bukan keluarganya.

Baca Juga  Cara PDKT Anak Zaman Old Yang Bisa Ditiru Saat Ini

Memang tidak mudah mendekati keluarga calon suami dan diterima dengan baik. Tapi masa sih kamu mau mengorbankan perasaan sekian lama hanya untuk menjaga sebuah hubungan baik? Lagipula jika dikaji ulang, seandainya mereka memang sayang dan tahu pasangan anaknya tidak bahagia, mungkin mereka akan lebih rela kamu memilih orang lain daripada anaknya.

Memiliki pasangan yang terus mengulang kesalahan yang sama lebih berpotensi membuat menderita daripada bahagia. Karena hubungan yang sehat dan saling menyayangi seyogyanya juga harus diiringi dengan saling menjaga dan menghargai.

Advertisements

2 thoughts on “Ini Alasan Kenapa Wanita Bertahan Walau Berulang Kali Disakiti Pasangan

  1. Apa salah seorang wanita berharap di sayangi dan dicintai balik oleh suaminya ? Dia tidak seburuk itu . Tapi saat bersama saya dia berbeda bukan seperti orang yang saya kenal tidak seperti saat dia bicara bersama tetangga nya ,saat bersama saya dia berubah dari ramah penuh senyuman dia jadi bicara kasar penuh emosi ,meledak-ledak ,dia tidak bisa lembut jika salah menurut dia tidak tau sesakit apa sejahat apa yang dia ucapkan . Memang sakit tapi saya tahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This