Hemat Waktu dan Biaya, Hunian Dekat KRL Jadi Perburuan


0
Spread the love
Sumber: grosirproperty.com

Grapadinews.co.id – Hunian merupakan impian setiap keluarga. Ialah tempat untuk berkumpul, beraktivitas dan merangkai mimpi bersama. Tidak ada hal yang lebih indah selain menghabiskan waktu bersama mereka di rumah.

Maka termasuk sebagai kebutuhan penting, rumah dikategorikan sebagai aset properti yang harganya terus naik dari tahun ke tahun. Nilainya yang terus membumbung juga didasarkan pada lahan yang semakin sedikit, sehingga daya jualnya juga turut berkembang.

Kenaikan harga prpoperti kemudian berdampak pada masyarakat yang tidak mampu memiliki hunian sendiri. Mereka lebih memilih mengontrak atau bahkan menyewa. Berangkat dari sanalah pemerintah memberikan kemudahan dengan membuat program satu juta rumah di seluruh Indonesia.

Melalui program tersebut, masyarakat tidak mampu akan mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk hunian impian. Harganya yang relatif miring menjadi perburuan banyak orang utamanya bagi mereka yang baru saja membangun rumah tangga.

Menyoal tentang pembelian rumah, first time buyer cenderung memilih membeli properti yang berlokasi dekat dengan kereta rel listrik (KRL). Bersamaan dengan pembangunan di bidang transportasi yang gencar diwujudkan oleh pemerintah, tentu saja mereka menginginkan jarak antara hunian dan KRL lebih dekat guna memudahkan untuk bepergian. Apakah cara ini efektif dan menguntungkan?

Pilihan tepat membeli rumah dekat KRL

Sumber: setkab.go.id

Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah. Selain soal harga dan kelengkapan, Anda juga harus mempertimbangkan lokasi. Ada berbagai macam pilihan, yakni jauh dari perkotaan karena ingin menikmati ketenangan sekaligus sebagai sarana refreshing gratis, dekat dengan kota dan pusat perbelanjaan, hingga baru-baru ini bahkan di sekitar KRL.

Pembangunan besar-besaran di bidang transportasi, kemudian membawa Commuter Line menjadi transportasi favorit karena dirasa cepat dan tepat waktu. Maka dari itu, mereka lebih memilih sarana ini untuk pulang pergi kerja atau sekadar bepergian. Dalam memudahkan aktivas itu, first buyer cenderung memilih rumah di dekat stasiun kereta.

Pilihan tersebut bisa dibilang cerdas karena lebih mudah dan cepat ke tempat kerja. Di samping itu, transportasi massal ini juga terbilang irit, sehingga tak ayal banyak yang ingin memiliki hunian di sekitar stasiun.

Faktor properti kian melambung

Sumber: rumahdijual.com

Sudah bukan rahasia umum lagi bila harga properti terus melambung dari waktu ke waktu. Ike Hamdan selaku Head of Marketing Rumah.com mengatakan bahwa harga hunian di tengah Kota Jakarta terus membumbung tinggi. Contohnya seperti apartemen tipe studio di kawasan Fatmawati yang memiliki harga jual sebesar 1,1 miliar rupiah.

Padahal dengan harga yang sama, Anda bisa mendapatkan rumah mewah di kawasan pinggiran seperti Tangerang dan Depok. Oleh karena itu kini banyak yang berburu hunian di kawasan tersebut.

Di daerah seperti Bogor dan Bekasi juga menjadi incaran para developer untuk mendirikan bisnis properti. Sementara itu, calon konsumen juga mendukung hal tersebut dikarenakan harga rumah di sana cenderung lebih terjangkau, juga tidak jauh dari Jakarta.

Rata-rata harga properti di daerah Jabodetabek

Sumber: properti.kompas.com

Banyak faktor yang mempengaruhi harga properti. Semakin dekat dengan daerah Ibu Kota Jakarta maka harganya semakin mahal, apalagi sudah memasuki area Jakarta itu sendiri. Meski tidak dapat membeli hunian di sana, para keluarga memilih opsi lain yakni di kota-kota sekitarnya.

Empat wilayah di sekitar DKI Jajarta yang dilalui oleh KRL yakni Bogor, Depok, Tangerang serta Bekasi. Dari keempatnya, harga paling cepat tumbuh yakni di daerah depok. Menurut data survei dari Rumah.com seperti dilansir dari Kompas, property index yang ditawarkan di sana sudah berada di titik 113,7 pada kuartal IV di tahun 2018.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan7,56 persen dibandingkan dengan kuartal III di tahun yang sama. Sementara di tahun sebelumnya yakni 2017, indeks harga mencapai 16,35 persen.

Sedangkan di wilayah lainnya, di Bogor pada kuartal IV tahun 2018 kenaikan sebesar 10,98 persen. Bekasi 10,19 persen dan Tangerang paling rendah yakni 1,07 persen. Perlambatan pertumbuhan harga properti itu disebabkan karena infrastruktur di kawasan tersebut tidak segencar di daerah lainnya.

Depok dilalui banyak KRL

Sumber: worldglobeshere.blogspot.com

Naiknya indeks harga properti di Depok disebabkan oleh jalur KRL yang lebih banyak ketimbang di daerah lainnya. Ia dikenal sebagai kota komuter karena setidaknya sudah ada 5 stasiun KRL di sana.

Indeks harga semakin membumbung tinggi hingga tahun 2019. Hal lainnya yang menjadi faktor yakni pembangunan tol baru, seperti Depok-Antasari (Jakarta Selatan) dan Cinere-Serpong (Tangerang Selatan). Keduanya merupakan jalur alternatif antarkota.

Perhatikan saat membeli rumah dekat dengan KRL

Sumber: koranjakarta.com

Sebelum membeli rumah, alangkah lebih baik periksa terlebih dahulu segala aspeknya, mulai dari persyaratan, kelengkapan, lokasi, cara pembayaran, material yang digunakan hingga indeks harga hunian. Tujuan dari mengetahui rata-rata harga agar Anda bisa membandingkan antara satu dan lainnya. Akan lebih baik bila hunian dibanderol dengan harga relatif miring namun lokasi strategis.

Sementara untuk hunian yang dekat dengan KRL, ketahui kriteria rumah. Ada banyak promo yang ditawarkan, namun hal tersebut belum tentu menjamin apakah hunian cukup bagus dari segi material dan lokasi. Alasan awal membeli rumah di dekat stasiun adalah karena pertimbangan biaya transport dan lebih hemat waktu serta jarak saat hendak bepergian.

Alangkah lebih baik bila tidak perlu memikirkan bagaimana desain, yang tepenting yakni material untuk membangun serta harga. Harus disesuaikan pula dengan kemampuan keuangan.

Lantas kemudian tinjau langsung ke lokasi untuk membaca bagaimana potensinya di masa yang akan mendatang. Selain itu, bisa sekaligus mengukur jarak dari tempat tinggal menuju stasiun. Konsumen biasanya hanya mengetahui bila hunian tersebut dengan KRL, namun tidak paham betul dengan lingkungan sekitar.

Dewasa ini properti jadi hal yang sangat diperhitungkan. Terbatasnya lahan membuat harganya melambung tinggi. Namun dari sanalah sebagai calon konsumen Anda perlu teliti untuk memastikan mendapatkan yang terbaik.

 

 

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals