MenyalinHarap perbaharu

Cara Mengatasi Anak Muntah, Berikut Pertolongan Pertamanya

anak muntah

Jika buah hati Anda terlihat pucat, berkeringat dan mengeluhkan mual hingga anak muntah. Bunda jangan khawatir. Karena saat ini bisa konsultasi dengan dokter secara cepat menggunakan KlikDokter. Anda bisa download di sini.

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui cara mengatasi anak muntah. Untuk lebih jelasnya yuk kita simak ulasan selengkapnya berikut ini:

1.      Bunda Tetap Tenang

Ketika melihat anak muntah sebaiknya bunda bersikap tenang. Melihat anak muntah-muntah dan lemas memang membuat semua orang tua khawatir. Namun bila dihadapi dengan ketenangan, masalah muntah pada anak dapat diatasi dengan tepat. Sebaliknya jika panik justru hal itu bisa membuat bunda tidak bisa mengatasi anak muntah dengan tepat.

2.      Biarkan Anak Muntah

Jika si kecil merasa mual, biarkan ia untuk muntah. Jangan mencegah atau memaksa anak untuk menahan rasa ingin muntah tersebut. Pasalnya, jika ditahan rasa ingin muntah justru dapat menyebabkan perut anak menjadi tidak nyaman.

3.      Bantu Anak Saat Muntah

Ketika si kecil sedang muntah, bantu ia untuk menundukkan kepalanya agar muntahan tidak masuk ke saluran pernapasan.

Jika anak masih bayi, bunda miringkan kepalanya supaya muntahan juga tidak masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan ia tersedak. Pasalnya, kondisi tersedak pada bayi sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa.

4.      Istirahatkan Anak

Anak dengan kondisi sedang muntah-muntah pastinya merasa tidak nyaman, terutama di bagian perut dan badannya.

Nah, untuk mengatasi muntah pada anak, caranya bisa dengan membiarkan si kecil beristirahat. Dalam hal ini, bunda dapat mengurangi aktivitas atau kegiatan anak sementara waktu. Biarkan anak beristirahat di tempat tidur dan temani mereka sampai merasa lebih baik.

Baca Juga  Penelitian Membuktikan Sel Otak Terus Berkembang Hingga Kematian

5.      Berikan Anak Minum Yang Cukup

Perlu diketahui bahwa memberikan air putih adalah hal yang penting dilakukan sebagai cara mengatasi muntah pada si kecil.

Pasalnya, saat anak muntah, terlebih jika disertai dengan diare, makanan dan cairan akan banyak keluar dari tubuhnya.

Kedua kondisi ini tentunya dapat memicu dehidrasi pada anak. Jadi, setelah anak muntah sebaiknya minum air putih yang cukup.

Bunda dapat memberikan air minum sebanyak yang anak mau dan butuhkan. Namun, jika saat minum anak kembali muntah, berikan sedikit demi sedikit menggunakan sendok (1-2 sendok makan).

Bunda juga dapat memberikan minum setiap 15 menit dan menaikkan jumlahnya secara bertahap apabila anak sudah tidak mengalami muntah.

Baca juga: Manfaat Madu Asli Bagi Kesehatan Untuk Meningkatkan Imun Tubuh

6.      Hindari Makanan Padat

Perlu bunda ingat, dalam waktu enam jam pertama, jangan memberikan makanan padat kepada si kecil yang sedang muntah-muntah.

Pasalnya, makanan padat justru akan membebani kerja lambung dan membuat anak semakin mudah mengalami mual dan muntah.

7.      Berikan Makanan yang Mengandung Kalori

Selain kebutuhan air yang cukup, pastikan anak mengonsumsi makanan yang mengandung kalori.

Bunda dapat mengganti makanan padat dengan makanan yang lebih mudah dicerna, seperti bubur, jus buah (hindari buah yang asam seperti jeruk karena bisa menimbulkan mual pada anak), minuman manis, atau madu (untuk anak di atas usia 1 tahun).

Jika setelah enam jam kondisi anak membaik, bunda dapat memberikan makanan tertentu.

Untuk bayi yang sudah MPASI atau berusia di atas 6 bulan, berikan sereal, biskuit, atau buah. Sementara, pada anak yang sudah lebih besar, bunda dapat memberikan roti, kentang, atau nasi.

Baca Juga  Market Targeting Pada Jasa Pembuatan Studi Kelayakan Bisnis

8.      Berikan Jus Mint

Bunda bisa membuat jus ini dengan menghaluskan beberapa daun mint segar dan ambil ekstrak sarinya.

Ambil ekstrak daun mint sekitar satu sendok makan, lalu tambahkan satu sendok teh jus lemon. Setelah itu, tambahkan sedikit madu ke dalam campuran ini, lalu berikan kepada si kecil.

Baca juga: Kapsul Kesehatan Terbaik Habbatussauda

9.      Berikan Air Beras

Air beras bisa menjadi cara lainnya untuk mengatasi anak muntah. Karena minuman ini dipercaya dapat membantu menyembuhkan muntah akibat gastritis.

Beras putih adalah pilihan yang lebih baik daripada beras merah saat membuat air beras. Caranya adalah bunda ambil secangkir beras putih, lalu rebus dengan dua gelas air. Rebus nasi setengah matang, lalu saring kelebihan air atau pati. Kemudian berikan kepada si kecil untuk diminum.

10.    Berikan Teh Cengkeh

Cengkeh bisa menjadi salah satu bahan tradisional untuk meredakan muntah pada anak. Pasalnya, cengkeh mengandung eugenol, yaitu senyawa yang dianggap memiliki kemampuan antibakteri.

Jika anak sudah lebih besar dan dapat mengunyah cengkeh, maka bunda bisa memberikan satu cengkeh utuh kepada si kecil.

Selain itu, bunda juga dapat membuat teh cengkeh. Caranya dengan merebus beberapa cengkeh, lalu ditambahkan sedikit madu.

11.    Berikan Obat Antimuntah

Apabila si kecil tidak berhenti muntah dalam kurun waktu 6–24 jam, bunda dapat memberikan obat antimuntah. Tentunya bunda harus mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter.

12.    Segera Periksa ke Dokter

Jika terdapat beberapa gejala berikut, bawalah segera anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut:

  • Muntah secara terus-menerus.
  • Muntah tak kunjung berhenti (lebih dari 12 jam untuk bayi dan 24 jam pada anak).
  • Muntah disertai diare.
  • Disertai gejala sakit perut sebelum muntah.
  • Cairan muntah berwarna merah kehitaman atau kehijauan pada bayi.
  • Anak tampak sesak napas.
  • Muncul tanda dehidrasi seperti lemas, mata cekung, bibir kering, dan ubun-ubun cekung pada bayi.
  • Anak menjadi lemas, letih, dan lesu.
Baca Juga  7 Tips Mengurangi Sampah Sisa Makanan. Sampai Kapan Buang-buang Rezeki Tanpa Pikir Panjang?

Muntah adalah kondisi di mana anak mengeluarkan isi lambungnya melalui mulut. Muntah biasanya diawali dengan mual. Saat muntah, perut dan dada si kecil terasa penuh hingga sesak dan sering kali menyakitkan.

Anak muntah memang bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi orang tua, sehingga bunda membutuhkan informasi tentang cara mengatasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This