Baru Dirilis, Berikut Review Vivo V15 Pro yang Digadang-gadang Kalahkan Apple dan Samsung


0
1 share
Spread the love
Sumber: www.phonedog.com

Grapadinews.co.id – Sebagai produk teknologi, smartphone berkembang dari waktu ke waktu baik pada spesifikasi, fitur, kegunaan hingga kecanggihan. Hal tersebut menjadikan persaingan ketat di antara produsen ponsel pintar di seluruh dunia. Bermunculan brand terbaru yang menawarkan fitur canggih serta multifungsi begitu menarik perhatian konsumen.

Namun pada tahun 2018, Apple dan Samsung mengumumkan bila mereka memiliki penjualan kurang baik, utamanya di Cina serta Asia Tenggara. Dua brand tersebut dikenal sebagai merk paling diincar oleh pecinta ponsel pintar di seluruh dunia. Selain karena fiturnya yang canggih, model serta daya tahan jadi pertimbangan.

Akan tetapi menurut laporan Forbes, penjualan Apple menurun 52,2%, sementara Samsung turun ke angka 36,1%. Pada periode yang sama di tahun 2017, menurut perusahaan riset Canalys, pasar Samsung di Cina hanya turun 1%, namun di tahun kemarin brand tersebut seolah punah. Alasan dari penurunan ini adalah merk cina memompa produksi dan penjualan hingga menyentuh kelas menengah atas.

Produk terbaru dari Cina yang baru saja diluncurkan bulan ini di pasar Asia Tenggara yakni Vivo V15 Pro. Berdasarkan itu diperkirakan bila brand Cina tidak akan berhenti mengekspansi di sepanjang tahun. Apakah Anda penasaran dengan smartphone keluaran terbaru ini? Mari lihat review-nya berikut!

Perbandingan antara V Series

Sumber: tirto.id

Dalam industri teknologi, Vivo V disebut-sebut yang paling cepat berkembang di pasaran. Tepat dua tahun lalu perusahaan memproduksi V5 Plus. Setahun kemudian muncul V15. Lompatan yang begitu besar juga ditengarai karena penataan tipe ‘nomor ganjil’, seperti V5, V7, V9, dan seterusnya. Mereka hanya melewatkan V13 dengan alasan ingin meng-upgrade fitur ke tahap yang lebih canggih lagi, yakni V15.

Di serie ini, perusahaan tetap mengambil fitur-fitur dasar dari V5, V7, V9, V11. Namun upgrade terlihat pada pop-up system untuk menampung kamera selfie dan desain layar dengan menggunakan sistem elevasi.

Kamera yang menghadap ke depan merupakan ciri dari seri V, serta memudahkan pengguna untuk mengambil gambar dari depan. Saat V5 rilis dua tahun lalu, Vivo menjuluki ponsel tersebut sebagai ‘the perfect selfie phone” karena kamera 20 megapixel-nya. Resolusi itu disebut-sebut yang paling tinggi sejauh ini.

Namun seiring dengan berkembangnya waktu, V15 justru menawarkan kamera beresolusi 32 megapixel. Kemudian mereka menyebutnya sebagai yang pertama di dunia. Fitur inilah yang lantas membuat merk ini menjadi primadona di Cina.

Pada bagian belakang juga dilengkapi dengan sistem triple kamera yang bisa membantu pengambilan gambar secara lanskap dengan sensor kedalaman yang telah ter-setting. Konsep wide-angle lense ini kabarnya juga akan diaplikasikan oleh iPhone untuk produk berikutnya.

Perangkat keras: perpaduan teknologi mutakhir dan lama

Sumber: lowyat.net

Vivo V15 dioperasikan oleh prosesor snapdragon 675, chipset qualcomm yang mungkin masih di bawah 855 namun di atas 710. Teknologi tersebut sebenarnya dirancang untuk IMX586 48-megapixel milik Sony yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi baterai.

Kemudian beranjak pada layar notch-less dengan ukuran 6,4 inci OLED dan dilengkapi sensor sidik jari di bawahnya. Fitur ini mirip dengan beberapa ponsel serie V milik Vivo lainnya yang sangat bagus. Akan tetapi tingkat kecerahan serta resolusi terlalu tinggi, sehingga membuat gambar tidak tampak real. Sementara sensor sidik jari di bawah layar juga terbaik sekelasnya yang memungkinkan pengguna lebih cepat membuka kunci.

Dari semua keunggulan di atas, ada satu hal yang kurang begitu maksimal dari tampilan ponsel ini. Pertama yakni bodi plastik yang membuat produk terlihat di bawah standar. Bisa saja konsumen mengiranya produk murah. Ponsel yang harganya jauh di bawah, seperti Xiaomi atau Honor bahkan telah memiliki tubuh dari kaca atau aluminium. Bahan tersebut lebih kuat daripada plastik.

Kedua yaitu ada pada pengisi daya melalui Mirco USB.  Padahal perangkat tersebut telah digantikan dengan yang lebih baik yakni USB-C sejak dua tahun lalu. Alasan Vivo tidak mau menggantinya yakni mengikuti selera pasar Asia.

Tetapi dewasa ini pengguna beraktivitas dan tumbuh bersama teknologi, maka sudah sepatutnya pula perusahaan meningkatkan perangkatnya. Terlepas dari itu semua, Vivo V15 Pro telah memiliki kapasitas baterai sebesar 3.700 mAh, itu artinya daya tahan sangat baik dan hanya perlu diisi ulang satu kali dalam sehari.

Kualitas kamera

Sumber: mensxp.com

Kesalahan terbesar pengguna smartphone adalah mengira semakin besar megapixel-nya, maka semakin baik kualitas kameranya. Padahal teori tersebut tidaklah benar. Dalam dunia fotografi, saat menangkap obyek dengan smartphone yang terpenting adalah ukuran sensor kamera dan software image processing.

Sensor 48 megapixel menggunakan teknologi penyaringan warna Quad bayer. Pada Sony, gambar disaring melalui warna yang sama pada ukuran 2 X 2. Proses ini sama dengan pixel-binning yang secara efektif menggabungkan data dari empat pixel menjadi satu. Itu artinya gambar akhir yang diambil jauh lebih terang dan terperinci dengan baik. Fitur tersebut juga membantu pemrosesan gambar pada Vivo, sehingga tidak terlihat begitu mencolok atau dibuat-buat.

Kemudian beranjak pada lensa wide-angle yang menawarkan bidang penglihatan 120 derajat lebih luas dari pada milik LG V40. Akan tetepi bidikan pada wide-lense Vivo V15 Pro cenderung mengalami sedikit distorsi.

Jenis lensa ini sama dengan resolusi 48 megapixel yang baik diaplikasikan saat siang hari. Ia cenderung lebih kesulitan untuk memperoleh pencahayaan dibandingakan dengan 12 megapixel Quad Bayer/pixel-binning. Namun pengguna tidak perlu lagi alat profesional atau keterampilan memotret mumpuni untuk menangkap bidikan yang lebih dinamis dan menarik perhatian. Tentu saja fitur ini lebih baik dari lensa zoom milik Apple dan Samsung.

Sedangkan untuk kamera selfie sudah masuk dalam kategori sempurna karena memiliki resolusi super tinggi dan fokus yang dalam. Dengan fitur demikian, setiap apa pun yang ada di kulit termasuk pori-pori akan terlihat dengan jelas. Maka kesimpulannya, jenis kamera ini sangatlah baik untuk menghasilkan headshots.

Sofware dan performance

Sumber: www.androidauthority.com

Secara keseluruhan, estetika perangkat lunak pada Vivo V15 Pro telah ditingkatkan daripada serie sebelumnya. Perusahaan meng-upgrade dengan tampilan animasi yang lebih modern dan ikon menarik. Lalu ditambahkan pula pilihan search yang telah di-setting. Ada pula penambahan perangkat lunak seperti pop-up chat bubble. Misalnya saja saat sedang menonton film di Netflix, kemudian pesan WhatsApp masuk, maka sebuah bubble kecil muncul di bagian sudut. Pengguna bisa mengabaikan atau mengetuk sebagai tanda untuk membuka, tetapi film masih terus bisa ditonton.

Sementara itu, kinerja RAM 6GB, chipset snapdragon di atas 710 bisa mempermudah aktivitas sehari-hari. Performa baterai juga baik dan bisa bertahan hingga sepanjang hari, bahkan dengan kinerja yang berat.

Harga resmi produk ini belum diumumkan, namun dilansir dari Forbes bila pasarannya jatuh dinilai US$450 (6,3 juta rupiah) hingga US$550  (7,7 juta rupiah). Secara keseluruhan Vivo V15 Pro merupakan penyempurnaan dari serie V sebelumnya. Dengan fitur-fitur unggulan yang berani bahkan kinerja software mumpuni disebut-sebut sebagai produk Cina yang mampu menggeser merk sebesar Apple dan Samsung. Bagaimana pendapat Anda tentang produk ini?


Like it? Share with your friends!

0
1 share

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals