Bantu Wujudkan Hunian Idaman, Berikut Sekilas Tentang KPR Subsidi dan Non

Sumber: moltocare.co

Grapadinews.co.id – Untuk mendukung program satu juta rumah oleh pemerintah, maka dibuatlah sistem pembelian hunian model KPR bersubsidi. Hanya dengan menyetorkan uang muka sepersekian persen dari harga utuh, rumah sudah bisa dibangun sesuai dengan permintaan. Sementara untuk sisanya, mereka harus mencicil setiap bulan sesuai dengan tenor yang disepakati dengan pihak bank.

Fasilitas ini sebanarnya sudah ada sejak tahun 1974 dan dikeluarkan pertama kali oleh lembaga perbankan atau keuangan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup. Dengan adanya fasilitias ini, mereka akan mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan rumah impian, terlebih hunian adalah kebutuhan pokok.

Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan fasilitas ini ada baiknya untuk mengetahui terlabih dahulu keunggulan, syarat dan semua tentang rumah KPR. Berikut ulasannya!

Bagaimana pembagian biayanya?

Sumber: jualrumahkprzg.com

Pada rumah KPR, tidak semua beban ditanggung oleh pihak bank. Nasabah harus membayar down payment yang disepakati bersama. Sementara sisanya akan dilunasi oleh bank pada jangka waktu yang sesuai dengan uang muka awal dan tenor yang disepakati.

Patut Anda ketahui bila jumlah cicilan KPR rumah terdiri atas hutang pokok dan suku bunga. Hutang pokok ialah nominal uang yang belum dilunasi nasabah ketika mengajukan pembelian. Sementara suku bunga adalah biaya jasa KPR yang ditentukan oleh bank.

Menariknya, dalam kredit rumah nasabah akan dihadapkan pada dua suku bunga yaitu fixed atau tetap dan floating (mengambang). Fixed memiliki nominal tetap yang harus dibayarkan selama periode sesuai dengan yang disepakati. Sementara mengambang ialah suku bunga bisa berubah-ubah sesuai dengan pasar suku bunga.

Lakukan perbandingan produk KPR

Sumber: tribunnews.com

Setiap produk KPR yang ditawarkan oleh bank atau lembaga keuangan memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Namun pada umumnya mereka menawarkan suku bunga dan cicilan ringan. Kendati demikian, Anda perlu membandingkan serta meneliti antara satu dan lainnya agar mendapatkan pilihan yang tepat. Oleh sebab itu berikut hal-hal yang harus dicermati sebelum mengajukan:

  • Konvensional atau syariah

Awalnya program KPR dibuat oleh perbankan konvensional. Namun belakangan sejak bank syariah turut mengekspansi, mereka juga menawarkan produk serupa. Beberapa dari nasabah memilih syariah karena pada umumnya menawarkan cicilan tetap di sepanjang tenor. Akan tetapi jumlah cicilan lebih besar dari konvensional.

  • Suku bunga
Baca Juga  Penetapan Pajak E-Commerce Masih Simpang Siur, Pelaku Bisnis Digital Angkat Bicara

Suku bunga adalah hal yang pertama kali harus diperhatikan. Ia menyangkut beban yang diberikan kepada debitur. Jumlahnya juga mempengaruhi besar kecilnya cicilan. Oleh sebab itu, sebelum mulai mengajukan alangkah lebih baik untuk mengetahui informasi seputar suku bunga dari masing-masing bank.

  • Lonjakan suku bunga

Pada beberapa bank konvensional menawarkan suku bunga floating atau berubah-ubah tergantung dengan pasar bunga. Namun belakangan sistem ini mulai tidak diminati karena terasa memberatkan. Kini sebagian besar dari mereka menawarkan bunga fixed yang tetap sepanjang tenor.

  • Biaya lain-lain

Tidak hanya down payment, nasabah juga diminta untuk membayarkan sejumlah lainnya mulai dari biaya notaris, administrasi, asuransi dan lain-lain. Akan tetapi syarat tersebut pun berbeda-beda pada masing-masing bank.

  • Dokumen

Dokumen merupakan syarat penting untuk mengajukan KPR. Bank dengan skala kecil biasanya hanya memberikan syarat dokumen lebih mudah, namun konsekuensinya adalah suku bunga yang besar. Akan tetapi kini bank milik negara atau swasta yang berskala besar pun lebih menyederhanakan persyaratannya

Saat ini hampir setiap bank baik konvensional maupun syariah menawarkan fasilitas KPR. Mereka juga turut serta mendukung pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan memudahkan nasabahnya.

Apa saja persyaratan mengajukan rumah KPR?

Sumber: rumahdijual.com

Kini sangat mudah untuk mendapatkan rumah impian. Kendati Anda dan keluarga belum memiliki tabungan yang cukup, namun hanya dengan membayarkan uang muka sekian persen saja sudah bisa memilikinya. Beberapa bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait dengan down payment, mulai dari 15%, 10%, 5% hingga 1%.

Pelunasan uang muka disertai pula dengan dokumen-dokumen pendukung, yang terdiri dari foto kopi KTP, Akta nikah atau cerai, Kartu Keluarga, surat keterangan WNI, dokumen kepemilikan bangunan, slip gaji, NPWP, Surat Izin Usaha bagi wirausahawan, surat Izin Praktik Dokter untuk mereka yang berprofesi sebagai dokter, tanda daftar perusahaan, hingga rekening tabungan.

Baca Juga  Investasi Lebih Baik Daripada Menabung, Mengapa Demikian?

Jika semua sudah terpenuhi, saatnya proses analisis risiko kredit rumah serta survei penilaian properti, pengajuan kredit dan akad kredit. Tidak berhenti sampai di sana, nasabah juga perlu melunasi biaya admin, notaris, BEA Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan, dan lain-lain.

Proses pengajuan hingga pengaliran dana ke developer biasanya membutuhkan dana 7 hari kerja. Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir lagi karena pengajuan dan langkah menuju pencairan begitu mudah.

Semakin memudahkan dengan KPR Subsidi

Sumber: rumahdijual.com

Kini siapa saja bisa memiliki rumah idaman. Terlebih juga didukung oleh pemerintah melalui program sejuta rumah, sehingga kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah bisa terpenuhi. Program kredit rumah murah ini juga dikenal dengan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

Berbeda dengan KPR, KPR Subsisi memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mengangsur rumah selama maksimal 20 tahun. Sementara itu suku bunga tetap dan down payment hingga 1%. Dalam praktiknya, FLPP ditujukan pada mereka yang berpenghasilan maksimal 4 juta rupiah, dan suku bunga yang diberikan masimal 7,25%.

Apa syarat pengajuan rumah KPR Bersubsidi?

Sumber: ylki.or.id

Seperti tujuan awalnya, kredit rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat dengan pendapatan rendah. Tetapi di lapangan banyak ditemukan nasabah yang justru berpendapatan 5 juta ke atas. Untuk menghindari hal tersebut, pemberian kredit harus dilakukan secara selektif. Adapun syarat mudahnya, yakni:

  • Berpenghasilan maksimal 4 juta rupiah bagi calon penghuni rumah tapak.
  • Minimal usia 21 tahun, maksimal 60 tahun
  • Warga Negara Indonesia
  • Setidaknya masa kerja minimal 3 bulan
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
  • Tidak pernah mendapatkan subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah sebelumnya

Sebelum ke tahap selanjutnya, sebaiknya bandingankan persyaratan dan biaya cicilan antar bank. Perhatikan masing-masing ketentuan berlaku agar tidak salah dalam memilih KPR rumah subsidi.

Proses wawancara

Sumber: www.popeti.com

Sebelum KPR yang diajukan disetujui oleh pihak bank, mereka men-survei terlebih dahulu baik dari segi latar belakang hingga dokumen persyataran yang telah diajukan. Salah satu proses yang dilalui unuk mendapatkan persetujuan kredit dari pihak bank adalah wawancara langsung.

Baca Juga  6 Cara Efektif Menganalisis Pergerakan Keuangan Perusahaan

Nantinya pemohon akan diberi pertanyaan seputar status pekerjaan, istri.suami, nominal gaji hingga berapa nominal cicilan yang diambil. Dalam jangka waktu setidajnya satu jam, biasanya Anda diperkenankan untuk bertanya balik kepada pihak bank. Di waktu tersebut bisa digunakan untuk menanyakan apa pun terkait jangka waktu proses persetujuan, denda atau pinalti, hingga status cicilan KPR apabila debitur meninggal dunia.

Informasi yang jelas akan mempermudah Anda dalam menentukan rumah KPR. Hal tersebut juga bertujuan agar pemohon tidak mudah percaya dengan adanya penipuan.

Membuat KPR mudah dan lancar

Sumber: lafabrika.org

Pada prosesnya, cicilan KPR yang hingga mencapai 20 tahun tentu bukanlah hal mudah. Tentunya Anda juga mengalami kondisi keuangan yang berubah-ubah, maka kemungkinan bila terlambat membayar yang dikarenakan ketidak lancaran finansial.

Maka sebelum beranjak pada proses permohonan, ada baiknya untuk ketahui terlebih dahulu apa bank yang dituju kredibel. Akan lebih baik bila saling bekerja sama dengan developer yang menangani pembangunan rumah. Di samping itu, pemilihan suku bunga tetap juga membantu pembayaran yang stabil setiap bulannya, sehingga tidak perlu mengikuti pasar bunga yang ada. Sebab hal tersebut justru akan merugikan pemohon.

Di masa setelah permohonan kredit perumahan disetujuai, Anda akan mendapatkan offering letter. Ia surat perjanjian antara kedua belah pihak. Dalam langkah ini bisa dilakukan negosiasi sehingga nantinya tidak ada lagi hal-hal yang merasaka dirugikan atau memberatkan. Intinya, baca dan cermati isi dari surat tersebut. Pemohon akan diberi waktu 14 hari untuk menyetujui dan sepakat.

Kredit kepemilikan rumah terbukti dapat meringankan beban masyarakat Indonesia, utamanya mereka yang berpenghasilan rendah. Program ini juga baik untuk keteraturan tempat pemukiman, sehingga lebih tertata. Akan tetapi Anda juga perlu menelaah baik-baik sebelum permohonan disetujui. Pastikan bandingkan antara satu dan lainnya, agar dapat menilai manakah yang cocok untuk hunian impian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This