Bagaimana Cara Menyelesaikan Konflik dalam Keluarga ?

Advertisements

 

sumber : pexels.com

Keluarga merupakan salah satu support system terbaik dalam hidup seseorang. Bagaimana kamu terbentuk menjadi seseorang yang seperti sekarang tentunya tak luput dari didikan orang tua dan kasih sayang keluarga. Namun adakalanya, di dalam keluarga terjadi berbagai konflik baik hal ringan maupun konflik besar. Mulai dari konflik ekonomi, saling iri antara adik dan kakak, berbohong, kurangnya kasih sayang atau tekanan emosi lainnya yang dapat membuat ikatan keluarga mulai merenggang.

Konflik yang terjadi dalam keluarga, bisa dengan mudah memicu emosi setiap anggota keluarga. Tak jarang banyak anak yang dibentak oleh ayah bahkan hingga main tangan saat emosi meledak. Atau saat suami mengamuk pada istri, adik yang mengambek, atau malah kakak yang lari dari rumah. Jika konflik yang tejadi dalam keluarga dibiarkan berlarut-larut, tentu saja menjadi hal yang tidak baik untuk keutuhan keluarga. Jadi bagaimana seharusnya menyikapi hal ini?

Kunci Penting dalam menyelesaikan konflik dalam keluargamu

Sudah cukup bertengkar terus dengan anggota keluargamu. Selain menguras tenaga dan pikiran, hal ini tentu bisa berdampak buruk pada kehidupan sosialmu di luar. Untuk itu, penting untuk kamu ketahui hal apa saja yang bisa dilakukan dalam menyelesaikan konflik dalam keluarga.

  1. Jangan Asal Bicara

sumber : pexels.com

Saat berada dalam sebuah konflik, seseorang akan menjadi lebih emosional dan sensitif. Kamu jadi lebih mudah marah, tersinggung bahkan mudah menangis. Maka dari itu, jika kamu berniat untuk menyudahi konflik dalam keluarga, pikirlah baik-baik sebelum berbicara. Jaga lisan dengan baik dan hargai perasaan keluarga yang akan mendengarkan perkataanmu.

Misalnya saja ketika ibu  menegurmu sering pulang malam hari, maka kamu bisa jelaskan alasannya dengan baik, tanpa harus membentak-bentak Ibu karena merasa benar.

Baca Juga  Sayuran Makanan yang dapat meningkatkan Imun dalam Tubuh

2.  Melihat suatu konflik dari sudut pandang yang berbeda

sumber : pexels.com

Saat kamu menemui suatu pandangan yang berbeda dengan anggota keluarga yang lain, mungkin hal ini bisa membuatmu merasa kesal. Tapi cobalah ntuk meredam egomu sebentar. Coba rasakan apa yang mungkin mereka rasakan. Misalnya saja kamu mencintai pria beda agama dan kalian memutuskan untuk menikah. Tentu akan ada banyak konflik yang akan kamu alami. Termasuk apakah orang tua akan setuju. Cobalah untuk mendengarkan apa yang orang tua utarakan. Dengarkan dari hati ke hati, untuk dapat jalan keluarnya.

Advertisements

3.  Jangan fokus pada orangnya, tetapi masalahnya

sumber : pexels.com

Seringkali seseorang marah pada suatu keadaan yang mempersulitnya, lantas malah membenci orang yang terlibat di dalamnya. Seperti misalnya kamu hendak pergi berlibur ke luar kota bersama teman-temanmu, tetapi tak mendapat restu dari orang tua. Kamu pasti merasa kesal dan membenci orang tuamu. Padahal ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk memberi penjelasan yang baik pada orang tua.

4. Tidak boleh saling menyalahkan

sumber : pexels.com

Saat konflik terjadi dalam keluarga, tak jarang seseorang akan mencari kambing hitam yang patut untuk disalahkan. Jangan seperti ini ya. Bukannya mendapat jalan keluar, tentu hal ini malah dapat memperkeruh suasana dalam keluargamu. Sebaiknya mulai atur nafas panjang dan mulai dengan kepala dingin. Ajak semua anggota keluarga untuk duduk bersama membicarakan masalah yang terjadi, tanpa harus saling menyalahkan. Mulai susun solusi bagaimana sebaiknya jalan keluar yang tepat. Banyak hal yang bisa dibahas selain adu mulut dan ngotot menyalahkan pihak lainnya. Semoga keluargamu selalu bahagia ya.

 

Advertisements
Baca Juga  3 Ciri – Ciri Kamu Harus Putus Hubungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This