Andika Pujangkoro, CEO Grapadi Consultant Bicara Soal Strategi Bisnis


0
Spread the love

Grapadinews.co.id – Membangun bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selain modal secara finansial, Anda juga membutuhkan kegigihan serta kemantapan hati. Meskipun latar belakang pendidikan bukanlah yang utama, namun setidaknya memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengatur strategi.

Dunia usaha kini berkembang begitu pesat. Baik online maupun offline sama-sama bersaing di tengah sesaknya arus kompetisi. Kondisi inilah yang mengharuskan para pelaku bisnis memiliki logika matang dikombinasikan dengan pengetahuan agar tak tik mudah dirancang serta diimplementasikan.

Menariknya lagi, membangun usaha sendiri tidak terpatok usia. Siapa saja bisa melakukannya, asalkan memiliki niat dan berusaha untuk terus mengembangkan meskipun ada banyak kompetitor. Bisa dibilang bila kini anak muda yang berada di garisan paling depan. Terbukti dari banyaknya perusahaan di Indonesia, dari mulai e-commerce hingga offline justru dibentuk oleh generasi penerus bangsa. Bangga bukan dengan mereka?

Salah satu anak muda yang berhasil membangun  bisnisnya sendiri di usia yang saat itu belum genap 30 tahun yakni Andika Pujangkoro. Ialah pemimpin dari bisnis konsultan yang berbasis di Jakarta, Grapadi Business Consultant in Associate With M Shan Hai. Perusahaan yang berdiri sejak 1993 ini mengalami perkembangan pesat di bawah kepemimpinannya.

Nah, apa sih yang membuat Andika Pujangkoro begitu tertarik dengan bisnis dan bagaimana ia membawa Grapadi sebagai business consultant  yang diperhitungkan saat ini? Simak rahasia bisnisnya berikut ini!

Menggali ilmu dari pengalaman

Kesuksesan tidak dapat diraih secara instan, begitu pula bisnis. Maka untuk meraihnya diperlukan proses panjang dan usaha keras. Sebagai pelaku bisnis, Anda tidak dapat bergantung pada satu referensi saja, diperlukan banyak pengalaman untuk menjalankannya.

Selain ilmu yang diperoleh di bangku kuliah atau sekolah, seseorang perlu mencari pengalaman di berbagai tempat. Dari sana akan diketahui adanya perbedaan karakter, lingkungan, strategi dari masing-masing perusahaan, hingga hal-hal lain yang mungkin sebelumnya tidak dimengerti.

Andika Pujangkoro tidak lantas memimpin Grapadi. Di usianya yang saat itu masih 20-an, ia menggali ilmu lebih dalam dengan bekerja di sebuah konsultan Internasional. Di lingkungan yang masih terbilang baru, pria asal Medan ini banyak mendapatkan pelajaran berharga. Bisa dikatakan bila kemampuannya dalam berbisnis semakin meningkat sejak bekerja di perusahaan.

Beberapa berpendapat bila lebih baik membangun usaha sendiri meskipun kecil, daripada harus menjadi karyawan biasa. Namun tidak untuk Andika. Justru ia menganggap dengan bekerja di perusahaan merupakan langkah awal untuk memperoleh ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya secara gratis.

Memutuskan keluar dari zona nyaman

Ilmu dan pengalaman begitu mahal harganya. Sebab Anda tidak akan bisa mengulang kembali waktu. Jika pun nanti beranjak ke lingkungan baru, mungkin akan ada beberapa perbedaan dari sebelumnya. Kendati demikian tidak ada salahnya untuk terus melangkah ke depan daripada sekadar diam di tempat.

Bekerja setiap hari dengan ilmu dan pengalaman yang dirasanya cukup, lantas Andika Pujangkoro ingin beranjak dari zona nyaman. Ia sadar bila kegiatan rutinitas dan stuck dalam satu ruangan tidak akan membuatnya berkembang. Sebagai anak muda, dirinya bertekad untuk membuat suatu perubahan. Apalagi saat itu, seorang sepepunya mengatakan bila sampai umur lbeih dari 30 tahun akan sulit berwiraswasta.

Alasannya, karena jiwa muda masih memiliki semangat tinggi dan penuh dengan ide-ide brilian. Sementara usaha dimulai saat masih usia 20 tahunan dan di masa lanjut hanya tinggal memetik buahnya. Prinsip yang begitu sederhana tetapi lebih logic, bukan?

Bergabung dengan bisnis keluarga

Andika merupakan satu dari sekian banyak anak muda yang memiliki semangat tinggi. Beruntungnya sang orang tua, Dr. Ir. Sugih Arto Pujangkoro,MM yang juga merupakan dosen mendirikan sebuah perusahaan konsultan bisnis, Grapadi Consultant.

Maka sebelum usianya menginjak 30 tahun, ia memutuskan untuk bergabung dan membantu bisnis sendiri. Usaha konsultan bisnis keluarga yang telah berdiri lebih dari 25 tahun ini menjadi awal mula baginya untuk mandiri dan mengimplementasikan ilmu serta pengalaman.

Walaupun milik keluarga, namun ia tidak lantas menggantungkan semuanya kepada sang ayah. Bahkan Andika dipercaya sebagai CEO yang membawahi berbagai departemen, sehingga semua yang dilakukan murni hasil jerih payah dan upaya sendiri.

Sebagai master di bidang ekonomi dan bisnis, bisa dikatakan bila pimpinan muda Grapadi ini telah memiliki dasar ilmu. Namun demikian ia mengatakan bahwa pelajaran dan ilmu sesungguhnya yakni ketika terjun langsung di lapangan, bertemu klien, mengatur segala sesuatunya sendiri, melakukan riset, dan semua hal yang berhubungan dengan bisnis di dunia yang sebenarnya.

Proyek pertama dan meraih keberhasilan

Usia muda bukan berarti tidak dapat mengelola semuanya secara independen. Ketika ditemui di kantornya, Andika mengatakan bahwa masih ingat betul dengan proyek pertama yang ditangani, yakni Metropolitan land. Sebagai orang yang dipercaya untuk menangani sendiri setelah lama vakum, ia justru merasa tertantang dan tidak ada keraguan.

Pada proyek pertama itu, sang CEO muda ini melakukan riset pasar secara langsung karena Metropolitan land merupakan salah satu klien besar Grapadi Consultant saat itu. Lantas ia tidak sembarang mengerjakannya, sehingga perlu studi kelayakan bisnis sebelum memulai proyek besar itu.

Studi kelayakan merupakan bagian sangat penting dalam bisnis. Pada tahap ini, konsultan bisnis akan mengamati setiap detail aspek yang ada di dalamnya mulai dari keuangan, operasional, peralatan dan teknik, hingga pemasaran. Di titik ini pula, mereka langsung terjun ke lapangan dan membedah satu persatu hal, memperbaiki yang tidak seharusnya dan memberikan ide-ide serta gagasan baru demi tercapainya suatu tujuan usaha.

Proyek Metropolitan land berhasil ia kerjakan dengan baik. Maka kesuksesan di awal itu lantas membuatnya juga meraih keberhasilan di pekerjaan yang akan datang. Dari sana kemudian berbagai macam perusahaan mempercayakan strategi bisnis kepadanya, mulai dari multinasional hingga BUMN seperti BTN, Angkasa Pura, Telkom dan lain sebagainya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tidak semua proyek bisnis itu mudah. Semuanya memiliki karakter dan perilaku yang berbeda-beda, sehingga sebagai konsultan bisnis harus mengerti dan menyikapinya tidak sama pula. Andika bercerita soal proyek terbesar yang paling ia tangani yakni perencanaan kota mandiri dengan investasi lebih dari 3T. Tidak mudah dalam menyelesaikannya, maka solusi terbaik untuk menangani itu adalah dengan menggandeng orang-orang yang sudah ahli dan berpengalaman di bidangnya. Ia lantas membentuk tim yang sudah terlatih untuk mengerjakan seluruh proses agar hasil lebih maksimal.

CEO sekaligus penulis ini mengaku bahwa kekonsistensian untuk turun langsung pada proyek Grapadi ialah caranya dalam menjaga kualitas jasa. Di samping itu, ia juga memiliki karakter perfectionist sehingga selalu memperhatikan setiap detail. Sebab baginya, satu saja yang tidak sesuai akan berdampak pada seluruhnya dan selamanya.

Hadapi tantangan di tengah persaingan ketat

Grapadi Consultant berkembang pesat dari tahun ke tahun. Beragam perusahaan di segala bidang mempercayakan proyeknya pada konsultan bisnis tersebut. Andika mengatakan bahwa semua tujuan yang telah dicapai tidak lepas dari ketelitian. Ialah aspek penting dalam menjalankan bisnis, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.

Di samping itu, ayah dua anak ini juga mengaku bahwa apa pun yang dijalankan juga berkat berserah diri. Ia termasuk orang yang religius, sehingga percaya bahwa Tuhan ikut andil dalam perjalanan karirnya. Maka, seiring dengan berjalannya waktu, persaingan di dunia bisnis terasa begitu sesak. Kompetitor datang silih berganti dan masing-masing tentu saja memiliki inovasi-inovasi terbaru.

Apalagi dengan dukungan teknologi, siapa saja dapat dengan mudah mendirikan usaha. Dengan demikian Andika mengungkapkan bila sangat sulit memasuki pasar yang sudah ada. Kendati demikian, sebagai pelaku bisnis tetap harus terus memikirkan strategi dan produk yang berbeda serta lebih unggul dari pesaing.

Semua itu membutuhkan ide dan gagasan yang selalu fresh. Kemudian didukung pula dengan riset pasar serta studi kelayakan yang mumpuni. Dari sana usaha hanya tinggal mengikuti hasil survei dan dengan mudah menembus market.

Bangkit lagi setelah kegagalan

Ibaratnya seperti menaiki gunung tanpa pernah terjatuh dan tersandung, mustahil adanya. Pun demikian dengan bisnis. Para pelaku tidak lantas mendapatkan keberhasilan dan dengan mudah mencapai puncak. Meski tergantung kepada keberuntungan juga, namun lebih banyak rintangannya.

Keberhasilan yang diraih CEO Grapadi Consultant ini tidak lantas membuahkan hasil. Dalam prosesnya, ada beberapa kendala hingga pernah mengalami kegagalan. Andika membuka rahasia dari semua kefatalan tersebut dikarenakan ia tidak menguasai bisnisnya dari hulu ke hilir. Padahal, sebagai konsultan harus mampu menangani semua hal dan memiliki pengetahuan yang lebih agar mampu mengelola berbagai macam usaha dari klien.

Tetapi sebagai seorang tidak betah dengan kegagalan, Andika lantas mulai bangkit dengan mempelajari kembali alur. Seperti biasa, satu per satu ia bedah untuk mengetahui letak kesalahan lantas memperbaikinya. Di samping itu, ia mengaku harus memegang kendali atas alur tersebut dari awal hingga akhir agar semua proses bisa berjalan secara teratur kembali.

Mengelola sumber daya manusia secara efektif

Bisnis layaknya beradu, bahkan kawan adalah lawan. Semua bersaing dan saling berlomba-lomba meraih tujuan dan berada di depan. Jika dibayangkan memang terasa sulit dan tidak kunjung mendapatkan jalan keluar, akan tetapi apabila ingin menyelesaikan harus berani terjun langsung.

Andika mengungkapkan bila selama berserah diri dan bergantung kepada Sang Pencipta, maka tidak akan ada kesulitan dan selalu ada jalan keluar. Bukan berarti pasrah, tetap berusaha hanya saja serahkan semua hasilnya kepada pembuat bumi dan langit.

Selain persaingan, hal yang sulit jika dibayangkan lainnya adalah sumber daya manusia. Sebagai perusahaan yang telah puluhan tahun berdiri dan menangani berbagai macam klien, tentu Grapadi telah memiliki ratusan karyawan. Apalagi proyek tersebar di berbagai kota di Indonesia. Maka pengelolaan SDM bukanlah hal yang mudah.

Bagi Andika, sumber daya manusia merupakan aspek yang paling penting dari semuanya karena mereka tujuan perusahaan bisa tercapai dengan sempurna. Maka tidak ada alasan untuk terus mengelola secara efektif guna mendukung visi dan misi selanjutnya. Sementara sistem tetap dijalankan, ia melatih SDM hingga terampil dan memperoleh banyak ilmu untuk diimplementasikan.

Ditambah lagi menurutnya SDM merupakan kunci dari keberhasilan bisnis karena jika mereka mampu menjalankan semuanya, maka sistem hanya tinggal dibangun. Bagi ia yang telah berpengalaman belasan tahun, awalnya mengelola pegawai bukanlah hal yang mudah. Namun Andika percaya bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan keahlian masing-masing, sehingga hanya perlu diasah dan diarahkan.

Andika Pujangkoro berkecimpung di dunia bisnis selama belasan tahun. Selama itu pula ia mengaku masih harus banyak belajar, sebab tidak ada yang tahu apa yang akan terajdi di kemudian hari. Meski sudah berpengalaman, namun hingga kini dirinya masih terus mengembangkan kemampuan. Yang terpenting baginya adalah kemauan, kegigihan dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals