Analisisis Rasio Keuangan Pada Studi Kelayakan

Advertisements

Analisisis Rasio Keuangan Pada Studi Kelayakan Laporan keuangan sangatlah penting bagi perusahaan untuk mengetahui pembiayaan atau pengeluaran, pendapatan hingga keuntungan. Cara ini mempermudah untuk mengatur kembali segala aset, baik dari aspek keuangan, kepegawaian, dan lain sebagainya yang termasuk dalam perusahaan. Financial report juga dibutuhkan untuk kegiatan studi kelayakan bisnis. Biasanya laporan dibuat selama periode tertentu untuk kemudian dievaluasi dan dianalisis bagian per bagian.

Tujuan utamanya yakni untuk melakukan penilaian terhadapa layak tidaknya usaha baru untuk dibiayai. Melalui laporan tersebut juga dapat diketahui kinerja manajemen di masa yang lalu untuk pembelajaran di masa yang akan datang apabila memang ada yang tidak efektif. Namun kinerja lalu yang baik, bisa terus dipertahankan atau dikembangkan.

Ada banyak jenis penyajian laporan keuangan, antara lain sebagai berikut:

  • Neraca Pada laporan jenis ini, keuangan perusahaan ditunjukkan pada waktu tertentu. Adapun yang harus dicantumkan dalam pelaporannya, yaitu aset, kewajiban dan ekuitas.
  • Laba/rugi Hasil usaha pada waktu terntu harus dibuatkan laporan khusus. Tujuannya yaitu untuk membandingkan dengan masa lalu, dan sebagai acuan di masa yang akan datang. Selain itu, report ini juga penting sebagai bahan utama pembagian hasil kpeda para investor yang telah menanamkan sahamnya.
  • Cash flow report Semua hal yang berhubungan dengan arus kas harus dicatat sedetail mungkin dalam laporan. Pencatatan ini berfungsi untuk mengetahui secara langsung perputaran dan aliran kas yang ada dalam perusahaan. 75 Tujuan dari dilakukannya analisis rasio yakni membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu dengan perusahaan lainnya, namun masih dalam industri yang sama. Hal tersebut ditujukan untuk para calon investor dari perusahaan lain, sehingga dapat diketahui terlebih dahulu kondisi dan manajemen keuangan dari yang akan ditanami modal. Selain itu, tujuan lainnya yakni membandingkan rasio keuangan perusahaan dengan rasio yang dinilai baik secara umum. Biasanya terjadi pada rasio likuiditas lebih dari 100%.
Baca Juga  Konsultan Digital Marketing Dalam Dunia Bisnis Modern
sumber : gatra.website

Maka dengan melakukan kegiatan ini sutau perusahaan bisa bertahan dan tumbuh karena sustanable growth rate-nya dapat dikontrol. Di lain sisi, rasio keuangan juga bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan penting tentang keadaan keuangan perusahaan. Dalam menganalisis rasio keuangan diperlukan alat yang bisa menghitung dengan teliti dan efektif. Menurut Warsono (2003) ada lima penggolongan rasio keuangan.

1. Rasio likuiditas (Liquidity ratio) Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan pembayaran wajib jangka pendek sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Adanya likuiditas untuk menunjukkan besar kecilnya aktiva lancar. Adapun alat yang bisa digunakan yaitu:

 

  • Current ratio Cara perhitungannya yakni total aset (aktiva) lancar) dibagi dengan total hutang lancar. Apabila current ratio semakin tinggi, maka aset lancar perusahaan memungkinkan untuk memenuji pembayaran kewajiban jangka pendek.
  • Cash ratio Cara perhitunganya yaitu dari total kas dan bank dibagi dengan total hutang lancar. Jika rasio kas tinggi, berarti semakin tinggi 76 pula kas dan bank perusahaan dapat memenuhi kewajiban financial jangka pendek.
sumber : analisaforex

2. Rasio aktivitas (Activity Ratio) Rasio aktivitas didapatkan dari membandingkan dengan standard industri. Nantinya dapat diketahui efiesiensi pengelolaan aset oleh perusahaan terhadap industri. Dengan kata lain, activity ratio merupakan kondisi optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki. Ada dua cara untuk menghitungnya,

Fixed assets turn over Perhitungan FATO bisa diperoleh dari penerimaan dibagi dengan total aset. Apabila fixed assets turn over-nya tinggi, maka semakin tinggi juga aktiva tetap yang digunakan dalam rangka memperoleh laba.

Advertisements
  • Total assets urn over Berbeda dengan FATO, TATO didapat dari nilai penerimaan dibagi dengan aktiva perusahaan. Jika total assets turn over-nya tinggi, maka perputaran aset perusahaan juga makin tinggi.
  • Rasio Leverage Penggunaan hutang perusahaan bisa dihitung dengan metode ini. Apabila mereka memang tidak memiliki leverage, dalam artian perusahaan tersebut menggunakan modal sendiri pada seluruh kegiatan usahanya. Maka dari itu, beberapa cara untuk mengetahui perhitungan hutang seperti di bawah ini:
  • Debt to total assets Langkah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar total aset perusahaan dari pembiayaan hutang. Perhitungannya didapat dari short term debt ditambahkan dengan long term debt, hasilnya dibagi dengan total aset yang dimilik. Melalui hitungan ini nantinya akan diketahui rasio hutang yang menunjukkan risiko nantinya. Apabila hutag makin tinggi, maka investor secara otomatis juga meginginkan keuntungan yang bagus pula.
  • Long term debt to equity Dapat diperoleh dari hutang jangka panjang dibagi dengan ekuitas. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keamanan atas pinjaman yang diberikan oleh bank. Jika rasio hutang jangka panjang rendah, maka akan kecil pula modal pinjaman. c. Debt to equity ratio Keamanan pinjaman yang diberikan oleh kreditur bisa dianaliss dengan menggunkana metode debt to equity ratio. Cara perhitungannya yakni dengan membagi total pinjaman degan total ekuitas. Apabila rasio hutang rendah, maka proporsi modal pinjaman juga demikian.
  • Debt service coverage Di samping soal keamanan, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba guna melunasi angsuran jatuh temponya juga bisa dihiutung. Debt service coverage diperoleh dari laba bersih dibagi dengan total angsuran pinjaman. Jika rasio lebih dari 100% berarti prusahaan makin efektif dalam mengelola hutang.
Baca Juga  Masuk Pertangahan Tahun 2019, Ide Bisnis Ini Bisa Jadi Referensi Anda

 

sumber : koinworks.com

3. Rasio profitabilitas Perolehan laba perusahaan bisa didapatkan dengan analisis rasio profitabilitas. Dalam penelitian ini bisa menggunakan empat cara dalam perhitugannya yakni sebagai berikut.

  • Operating profit margin bisa diperoleh dengan membagi antara operating profit dengan net sales. Jika profit marginnya makin tinggi, berarti makin tinggi pula laba yang didapat oleh perusahaan.
  • Net profit margin diperoleh dari membagikan net income dengan net sales. Apabila NPM menunjukkan angka yang tinggi, maka laba bersih juga demikian.
  • Return on asset diperoleh dari net income dibagi dengan total aset. Jika ROA tinggi, maka kemampuan perusahaan menghasilkan laba juga demikian. 78 4. Return in equity didapat dari pembagian antara net income dengan ekuitas book value of shareholder. Rasionya dipengaruhi oleh besar kecilnya hutang perusahaan, sehingga apabila debt besar, rasionya juga tinggi. Aspek keuangan adalah hal yang paling krusial adalam setiap perusahaan. Tanpa adanya aliran uang atau dana, maka pihak penyelenggara maupun investor tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Di samping itu melalui aspek keuangan, perusahaan dapat menafsirkan serta menganalisis keberhasilan suatu usaha dilihat dari pendapatan, keuntungan, hingga kerugian yang akan dihadapi nantinya.

 

Sumber Jasa Pembuatan Studi Kelayakan Jasa Studi Kelayakan

Jasa Bisnis Plan Jasa Studi Kelayakan Jasa Pembuatan Studi Kelayakan

Studi Kelayakan

 

Jasa Studi Kelayakan

Jasa Pembuatan Studi Kelayakan

Jasa Pembuatan Studi Kelayakan

Kelayakan Jasa Studi

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This