Aburizal Bakrie, Si Mahasiswa Elektro Berjiwa Pengusaha

Sumber: tirto.id

Grapadinews.co.id – Nama Aburizal Bakrie begitu populer di Indonesia. Ia adalah salah satu toko politik yang pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian dan Kesra periode 2004-2009. Pria kelahiran Jakarta 15 November 1946 ini juga didapuk sebagai Ketua Umum Partai Golkar sejak 2009.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia berangkat dari seorang entrepreneur. Laki-laki yang biasa disapa Ical ini pernah dinobatkan oleh Majalah Forbes sebagai orang terkaya se-Indonesia dan se-Asia Tenggara. Tidak dipungkiri lagi, berkat tangan dinginnya ia sukses menjalankan berbagai macam bidang bisnis, mulai dari perkebunan, minyak, properti, telekomunikasi, pertambangan batubara, media massa dan masih banyak lagi lainnya. Lantas bagaimana kisahnya hingga menjadi salah satu tokoh inspiratif?

Berasal dari keluarga pebisnis

Sumber: merdeka.com

Ayah Aburizal Bakrie, Achmad Bakrie adalah pengusaha dari Lampung. Sementara sang ibu, Roosniah Nasution dari Sumatera Utara. Keluarga Bakrie memulai bisnisnya sejak tahun 1942 di Teluk Betung. Mereka mendirikan usaha kopi, karet dan lada.

Bisnis yang tadinya tergolong sederhana ini kemudian berkembang besar berkat tangan dingin Achmad Bakrie. Kini usaha tersebut telah berkembang menjadi perusahaan besar dan memperluas bidangnya.

Anak elektro berjiwa pengusaha

Sumber: www.viva.co.id

MeskiĀ  berasal dari keluarga pengusaha, tetapi Aburizal Bakrie memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di jurusan teknik elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 1973, ia berhasil menyelsaikan studinya dan terjun ke dunia bisnis, milik orang tuanya.

Selama masih menjadi mahasiwa, jiwa kepemimpinannya terlihat saat ia menjadi anggota Dewan Mahasiswa dan Ketua Senat Mahasiswa Elektro ITB dan Ketua Dewan Mahasiswa ITB. Selain aktif berorganisasi di bidang kemahasiswaan, pemilik Bakrie Group ini juga menampakkan bakatnya di bidang bisnis hingga kemudian mendirikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan didapuk menjadi ketua di tahun ketiga.

Baca Juga  Hendy Siswanto Pengusaha Sukses yang Peduli Pembangunan Jember

Terjun ke dunia bisnis

Sumber: news.okezone.com

Sebelum lulus dari ITB tepatnya tahun 1972, Ical bergabung dengan PT Bakrie & Brothers Tbk yang kini dikenal dengan Bakrie Group. Kala itu ia hanya dipercaya sebagai asisten dewan direksi. Namun berkat kepiawannya turut mengolah usaha, akhirnya ia pun diwarisi bisnis oleh sang ayah hingga kemudian diberi posisi sebagai direktur PT Bakrie & Brothers.

Bisnis keluarga yang tadinya hanya berupa jual beli kopi, lada dan hasil bumi lainnya, dibawah kepemimpinan Ical, perusahaan merambah ke bidang pertambangan, kontraktor, telekomunikasi, informasi, industri baja dan media massa.

Beberapa kelompok usaha yang juga dikendalikan olehnya yakni PT Bakrieland Development (properti), PT Energi Mega Persada, PT Bakrie Sumatera Plantation (perkebunan) dan PT Bakrie Telecom (komunikasi) yang dulu pernah memproduksi hp Esia dan mulai merambah ke dunia social media yakni Path.

Jatuh bangun dalam berbisnis

Sumber: nasional.tempo.co

Aburizal Bakrie tidak memulai usahanya dari bawah. Ia diwarisi oleh bisnis keluarga yang telah dijalankan selama bertahun-tahun. Dunia ekonomi dan bisnis merupakan makanannya sejak kecil. Bisa dibilang ia adalah orang yang pandai dan ahli dalam bidang tersebut. Aset yang dimilikinya bahkan berjumlah triliunan rupiah. Namun, bukan pebisnisnis namanya bila tidak mengalami jatuh bangun.

Pada tahun 1998 saat Indonesia dilanda krisis moneter, Ical mengalamai kerugian yang sangat besar hingga triliunan rupiah. Ia bahkan harus berhadapan dengan bank yang tidak lagi mempercayainya. Perusahaan keluarga Bakrie sempat goyah dan beberapa terancam bubar.

Harga bahan baku yang terus membumbung, sementara kesulitan ekonomi semakin terasa membuat usaha yang dipimpinnya kalang kabut. Akan tetapi Aburizal Bakrie telah terbiasa dengan tempaan, hingga sedikit demi sedikit dirinya bangkit. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 2007-2008, ayah Ardie Bakrie ini berhasil membangun kembali kerajaan bisnisnya.

Baca Juga  Ingin Buka Usaha Sendiri, Bagaimana Caranya Keluarkan Co-Founder Dalam Perusahaan?

Berkat usahanya itu ia mendapatkan penghargaan dari majalah Forbes dan Globe Asia. Selain bisa keluar dari krisis moneter, bahkan perusahaan juga berhasil membukukan kekayaan luar biasa. Seperti dilaporkan dari majalah Globe Asia, kekayaan Bakrie mencapat 9,2 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan 84,6 triliun rupiah.

Jadi orang terkaya se-Asia Tenggara

Sumber: republika.co.id

Usaha ARB merambah hingga ke dunia internasional dan telah merajai sebagian besar bidang di Indonesia, kemudian mengantarkannya pada jajaran orang terkaya se-Asia Tenggara. Pasalnya ia pernah menduduki peringkat ke-6 versi Majalah Forbes.

Posisi tersebut didapatkan setelah riset mengenai darimana harta kekayaan Bakrie berasal. Ternyata yang semua didapatkan berasal dari kemampuan dalam mengelola bisnis dari berbagai sektor. Kekayaan Ical melejit lima kali lipat dalam tempo satu tahun. Perolehan tersebut secara otomatis menggeser peringkat orang terkaya sebelumnya yang diraih oleh Sukanto Tanoto, bos Group Raja Garusa Mas.

ARB boleh bangga terhadap prestasinya. Sebab apa yang ia peroleh ternyata berdampak juga bagi perekonomian negara Indnonesia. Menurutnya, kesuksesan yang diraih tidak luput dari kerja keras. Meski terlahir dari keluarga kaya dan berkecukupuan, namun bos Bakrie Group ini juga pernah mengalami keterpurukan. Maka, ia pun berbagi inspirasi bahwa seorang pengusaha tidak boleh menyerah, terus belajar dan percaya akan Tuhan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This