8 Cara Kembangkan Bisnis Dengan Media Sosial


0
Spread the love
Sumber: yourfranchiselawyer.com

Grapadinews.co.id – Perkembangan teknologi menciptakan budaya media sosial. Ialah platform yang bisa digunakan untuk berkomunikasi, membagikan informasi, gambar hingga video. Terlebih juga dilengkapi dengan fitur-fitur menarik yang membuat siapapun ketagihan untuk memainkannya.

Di sisi lain, media sosial juga disebut-sebut sebagai kunci untuk membangun hubungan bermakna, menjangkau komunitas dan menanggapi komentar. Facebook, Twitter, Linkdln, dan Instagram merupakan contoh platform yang terus mengalami pertumbuhan jumlah pengguna.

Masing-masing dari mereka memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya saja Linkedln lebih populer di dunia bisnis dan memiliki user internasional sangat besar. Twitter mengkhususkan pada pemberitaan, komentar dan tanggapan cepat. Sementara Facebook dengan fitur berbagi video, foto hingga informasi. Sedangkan Instagram memfokuskan pada foto, video dan komentar.

Semuanya bisa digunakan sebagai media promosi. Kini tidak perlu lagi menyewa space iklan untuk memasarkan, hanya dengan media sosial segalanya bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Lantas, bagaimana caranya memanfaatkan produk teknologi tersebut untuk bisnis Anda?

Unggah sesuai fakta

Sumber: www.disruptiveadvertising.com

Memasarkan bisnis adalah mengenalkan kepada khal layak umum. Media sosial bisa dijangkau oleh siapa, di mana dan kapan saja. Oleh sebab itu, Anda harus menjadi diri sendiri ketika mengunggah apapun itu.

Hindari sesuatu yang mengikuti orang lain. Di samping itu juga jangan terlalu bekerja keras untuk membuat semuanya sempurna. Baik itu Twitter, Facebook atau Pinterest bisa dimanfaatkan untuk membangun perusahaan. Yang terpenting adalah unggah sesuatu yang benar-benar menarik minat.

Saling keep and touch

Sumber: www.pcs.udel.edu

Tujuan utama dari adanya media sosial yakni membangun hubungan dan menambah kenalan. Sebagian tidak memahami hal ini. Mereka hanya bisa bekerja keras untuk membuat konten dan mempromosikannya, tetapi kemudian gagal karena kurangnya audiens.

Maka dari sini yang perlu dilakukan lebih dulu yakni membangun relasi dengan banyak orang. Jadikan mereka terlibat dalam lingkup bisnis. Mintalah untuk menanggapi tentang usaha yang sedang dibangun, ditambah pula dengan membagikan perspektif dan sudut pandang.

Buat inovasi

Sumber: socialmediaexplorer.com

Konten yang diproduksi berlebihan cenderung membosankan. Audiens membutuhkan sesuatu yang beda, unik dan berganti setiap harinya. Untuk itu Anda bisa mneyelingi dengan video, audio, kutipan hingga gambar. Dengan demikian mereka yang tidak suka membaca bisa tertarik karena didukung oleh aspek-aspek tersebut.

Calon konsumen tidak begitu peduli dengan apa yang dibagikan berupa kata-kata. Mereka hanya ingin mengenal lebih dalam tentang bisnis yang dipromosikan, dilihat dari testimoni, track record, kepuasan pelanggan dan apapun yang berhubungan dengan nilai positif.

Tidak perlu menjual terlalu banyak

Setiap produk memiliki karakteristik dan jenis masing-masing. Bila mereka dipasarkan dalam toko, maka sah-sah saja bila dipamerkan secara keseluruhan agar calon pelanggan bisa memilih dengan leluasa. Namun hal ini tidak bisa diterapkan dalam penjualan melalui media sosial.

Setidaknya Anda memiliki satu sampel foto maupun video yang diunggah pada akun toko. Kemudian diikuti dengan produk lainnya. Keluarkan per edisi, misalnya saja bulanan atau dua minggu sekali, sehingga saat produk terdahulu sudah sold out maka akan diganti dengan yang baru begitu pula seterusnya. Ini merupakan trik terbaik untuk memberikan kesan fresh dan penjualan tinggi.

Berkomitmen

Sumber: wall-street.com

Memulai sesuatu dengan teknlogi membuat segala sesuatunya jadi cepat dan mudah. Hanya tinggal membuka akun, tanpa dipungut biaya sepeserpun dan dalam beberapa menit produk sudah dikenal oleh banyak orang. Dalam satu jam saja, Anda sudah bisa menjangkau dan terhubung dengan teman, rekan kerja hingga calon pelanggan.

Dalam waktu yang singkat itu bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan peminat dan membangun komunitas. Nilai plusnya, tidak perlu merogoh kocek dalam untuk itu, namun timbal balik serta perhatian akan mudah didapatkan.

Pantau dan lindungi merek

Sumber: entrepreneur.com

Pastikan untuk selalu memeriksa situs, feed dan laman yang mendiskusikan tentang perusahaan, produk maupun layanan. Carilah postingan yang menyebutkan soal perusahaan. Lantas tanggapi komentar dan keluhan sebagai peluang untuk terlibat, membangun kepercayaan, menumbuhkan merek dan mengumpulkan riset pasar.

Perhatikan dengan saksama perilaku warganet, nantinya akan diketahui apa yang mereka butuhkan. Di saat itulah perusahaan bisa memanfaatkan potensi untuk menciptakan produk yang memang disesuaikan dengan kebutuhan calon pelanggan.

Perbaiki kualitas audio

Sumber: www.ingramspark.com

Tidak hanya berupa kata-kata, unggahan di media sosial juga perlu dibubuhkan dengan video atau audio agar membuatnya lebih menarik. Meskipun komposisi warna dan latar tidak begitu sempurna, namun bisa juga memanfaatkan kualitas suara untuk membuatnya lebih berkualitas.

Pastikan pula pencahayaan bagu untuk memotret produk agar hasil lebih jelas dan menarik. Tidak perlu menghabiskan banyak uang, tapi hasil maksimal.

Bubuhi contact person

Sumber: landerapp.com

Memesarkan produk melalui media sosial juga perlu dibubuhi dengan nomor yang bisa dihubungi. Hal itu nggak hanya memudahkan para pelanggan yang hendak membeli, tetapi juga sebagai cara membuka taya jawab. Bisa juga menambahkan nomor telepon, email, web, hingga media sosial yang digunakan.

Media sosial menawarkan kesempatan untuk membangun penjualan yang lebih besar, efektif dan dapat diakses oleh siapapun. Kini saatnya kembangkan bisnis dengan teknologi!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals