6 Langkah Hadapi Tantangan Pada Bisnis Kecil


0
Spread the love
Sumber: vikingmergers.com

Grapadinews.co.id – Apa yang Anda pikirkan saat pertama kali ingin membangun bisnis? Banyak alasan seseorang memutuskan penjadi seorang pebisnis. Sebagian besar dari mereka ingin melakukan dan mengontrol segalanya sendiri tanpa mengikuti arahan dari pihak manapun. Mereka juga beranggapan bahwa dengan mendirikan usaha akan memperoleh keuntungan yang lebih besar, sehingga dapat memperbaiki taraf hidup.

Tetapi tahukah Anda bila kesuksesan hidup tidak diukur dari seberapa banyak keuntungan yang didapat? Membangun bisnis juga tidak bisa dilakukan secara spontan tanpa perencanaan serta pemikiran matang. Pada dasarnya usaha yang kini sukses tidak luput dari risiko yang dihadapi di masa dahulu. Namun dari sanalah kemudian pebisnis bisa belajar untuk mengtasai serta mengembangkan.

Jika bertekad ingin mengembangkan bisnis impian, maka ketahui dahulu hambatan paling umum dalam beberapa tahun pertama. Dari sana Anda bisa merencanakan tentang strategi ke depan, baik bagaimana menghadapi problem, mencari solusi dan membuat konsep-konsep selanjutnya.

Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini merupakan enam masalah paling umum yang dihadapi oleh bisnis serta bagaimana cara menghadapinya!

Kurangnya arus kas

Sumber: jojopayroll.com

Modal merupakan hal paling utama untuk memulai usaha. Meski sebagian beranggapan bahwa dana adalah nomer sekian, sementara yang terpenting adalah ide dan strategi, namun tidak bisa dipungkiri bila poin tersebut harus dipenuhi sedari awal. Menurut laporan dari survei yang dilakukan baru-baru ini, 67 persen pemilik usaha kecil melaporkan kurangnya modal sebagai tantangan utama. Pada akhirnya pebinsis mengalami kesulitan dalam pengoperasian.

Solusi bagi mereka yang kekurangan dana yakni menemukan beberapa opsi dan mencari tahu tentang permodalan yang cocok untuk bisnis tersebut. Pinjaman bisnis tradisional dan pembiayaan bisnis merupakan dua opsi yang bisa diaplikasikan.

Namun apabila tidak ingin menempuh jalur pembiayaan maupun pinjaman, solusi lainnya yakni mengumpulkan modal atas jerih payah sendiri. Mulailah untuk mengelola arus kas baik tahun, bulan, maupun mingguan untuk mengetahui posisi usaha.

Waktu kurang efektif

Sumber: mmc.kalteng.go.id

Menjadi seorang pengusaha disibukkan dengan beberapa urusan. Terlebih bagi pemula tentu banyak hal yang perlu diselesaikan dan dihadapai, dari mulai panggilan telepon, feedback klien, email, pertemuan dengan pemilik modal, dan lain-lain. Belum lagi harus menghadapi berbagai macam risiko, maka banyak waktu yang dihabiskan secara cuma-cuma.

Meski banyak urusan yang perlu diselesaikan namun tariklah kembali waktu untuk memikirkan tentang strategi berikutnya. Selaian memanajemen keuangan serta bisnis, pebisnis sukses juga harus bisa mengelola waktu sebaik mungkin. Sembari menerima telepon, membalas email serta melakukan banyak pertemuan, Anda juga perlu prioritaskan apa yang akan dicapai selanjutnya.

Risiko datang tidak terduga

Sumber: redresssolutions.co.uk

Setiap usaha pasti pernah mengalami problem atau risiko. Sebab dari sana nantinya pemilik bisnis belajar tentang sebuah kesalahn dan bagaimana memperbaiki. Namun Anda tidak akan pernah bisa memprediksi kapan semuanya akan datang.

Kendala anggaran dan berkurangnya daya belanja seringkali menjadi masalah bagi usaha kecil. Penjualan yang buruk dan ketidak pastian perekonomian menjadi tantangan tersendiri.

Jika Anda mengalami hal demikian, maka cobalah untuk mengevaluasi dan menghapus beberapa hutang. Sebab pitung justru menjadikan beban dan ketimpangan pendapatan. Di samping itu, pertimbangkan soal perampingan dengan mengurangi biaya pengeluaran yang tidak begitu dibutuhkan.

Kemudian pelanggan merupakan cara terbaik untuk menyelamatkan bisnis. Maka fokuslah untuk menyediakan layana serta produk berkualitas tinggi agar target terpenuhi. Dengan demikian biaya pengeluaran bisa ditutupi dan keluar dari hambatan.

Kesulitan mengelola sumber daya manusia

Sumber: redresssolutions.co.uk

Sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam bisnis. Meskipun terlihat mudah dalam pengaturannya, namun beberapa usaha kecil yang baru dimulai mengalami kesulitan dalam pengelolaan. Ada berbagai alasan mengapa karyawan tidak ingin bekerja dengan Anda atau meninggalkan pekerjaan.

Sebagai pemilik usaha, ketahui apa yang menjadi alasan mereka untuk melakukan hal tersebut. Kelemahan dari pebisnis pemula adalah dengan melakukan perekrutan terus menerus untuk mengatasi kondisi ini. Namun tahukah Anda bila cara itu justru akan menambah biaya pengeluaran?

Langkah terbaik untuk mengatasi situasi ini yaitu dengan memikirkan tentang kesejahteraan mereka. Anda perlu menghargai kerja keras dengan memberikan kenaikan gaji setiap satu tahun sekali atau mungkin dalam periode tertentu. Ide lainnya yaitu memberikan cuti ekstra dan reward untuk mereka yang benar-benar memiliki prorgess. Setiap karyawan juga berhak mendapatkan promosi dan naik jabatan, sebab jenjang karir merupakan hal yang paling diharapkan.

Sebagai pemilik usaha, Anda juga harus membuka komunikasi selebar-lebarnya dengan para karyawan, entah untuk mendengarkan ide/gagasan baru, keluh kesah atau apa pun yang mereka harapkan. Rasa menghargai itulah yang kemudian memunculkan loyalitas pada pekerjaan.

Tidak paham pemasaran

Sumber: www.netregistry.com.au

Bagi pemilik usaha kecil, pemasaran membeirkan tantangan tersendiri. Ialah bagaimana memperkenalkan produk/jasa kepada calon konsumen, sekaligus membangun citra perusahaan. Tidak sekadar mengenalkan, marketing juga perlu disertai dengan kemampuan mempengaruhi. Maka dari itu, perlu dipikirkan secara matang serta direncanakan sejak awal.

Kini kegiatan promosi lebih mudah dengan kehadiran media sosial. Melalui platform tersebut, Anda dapat menampilkan produk/layanan dengan disertai keterangan unik. Bisa juga meminta bantuan graphic designer untuk membuatkan gambar-gambar menarik yang bisa menarik perhatian.

Pilihan lainnya untuk mengiklankan produk dengan mudah tanpa merogoh kocek dalam yakni dengan bantuan Google Ads atau Facebook Ads. Keduanya bisa menjadikan produk/jasa sebagai obyek paling banyak dicari oleh calon konsumen. Banyak cara untuk mempromosikan usaha, sebagai seorang pebisnis, Anda tidak hanya dituntut untuk bisa mengelola setiap aspek tetapi juga kreatif. Sebab persaingan semakin ketat maka jadilah pebisnis yang turut mengikuti perkembangan zaman.

Menyesuaikan dengan peraturan negara

Sumber: www.asaecenter.org

Beberapa negara, salah satunya Indonesia mengatur setiap aspek yang menyangkut usaha. Mereka memiliki peraturan tertentu agar setiap bisnis baik kecil maupun menengah dilakukan secara efektif tanpa merugikan pihak manapun. Akan tetapi terkadang hal tersebut justru menjadi tantangan tersendiri.

Dengan demikian Anda perlu memikirkan struktur bisnis sesuai dengan peraturan tersebut. Pahami beberapa aspek di dalamnya, seperti soal pajak, asuransi kompensasi pekerja, dan masih banyak lagi lainnya. Pastikan agar semuanya telah sesuai dengan undang-undang atau hukum agar usaha yang dijalankan berjalan lancar tanpa hambatan.

Setiap usaha memiliki risiko masing-masing. Akan tetapi keberhasilannya ditentukan dari bagaimana pemilik bisnis mampu mengelola, membaca pasar hingga memperbaiki yang pernah bermasalah. Siapkah Anda menghadapi tantangan  berikutnya?

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals