6 Kesalahan Bisnis Dropshipping yang Perlu Anda Ketahui


0
Spread the love
Sumber: udemy.com

Grapadinews.co.id – Banyak cara untuk memulai bisnis. Apalagi kini sudah didukung dengan teknologi canggih, sehingga berjualan pun bisa dilakukan melalui media online. Platform tersebut memberikan beragam fitur yang memudahkan pelaku usaha untuk memasarkan produk/jasa. Menariknya lagi, melaluinya bisa sekaligus memasarkan secara gratis.

Tidak hanya media sosial, kemajuan teknologi juga memunculkan adanya marketplace yang menjadi wadah bagi para pebisnis untuk menawarkan produk/jasanya. Memanfaatkan ini memiliki banyak keuntungan. Selain bisa menjual produk hingga tembus target, Anda juga bisa memberikan beragam potongan harga, gratis ongkos kirim, sampai tidak perlu lagi menyewa tempat.

Dengan adanya berjualan secara online memunculkan istilah dropshipping untuk siapapun yang ingin memulai bisnis secara mudah. AmeriCommerce memperkirakan bahwa bisnis e-commerce ritel menghasilkan pendapatan $220 juta atau setara 3 triliun rupiah per tahunnya. Sementara itu, sistem dropship berpotensi menjadi keunggulan utama bagi penjual online karena beberapa alasan. Di antaranya yakni mengurangi biaya overhead, pengiriman dan waktu pemenuhan pesanan yang lebih singkat.

Manfaat tersebut dinilai sebagai faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan dropshipping. Namun nyatanya, pebisnis e-commerce justru mengabaikan langkah-langkah dasar tersebut. Jadilah beberpa hal yang biasanya menjadi kesalahan pada sistem dropshipping. Simak ulasannya berikut ini!

Tidak memiliki supplier cadangan

Sumber: compucec.edu.co

Memiliki pemasok tetap merupakan keuntungan. Untuk itu, sebagai seorang yang menjajal sistem dropship, kuncinya hanya satu yakni sering berkomunikasi dan menjaga kontak dengan mereka. Nantinya semua produk dikirim langsung ke alamat-alamat pelanggan.

Namun demikian ada kalanyan pemasok justru mengalami kehabisan stok atau tidak mampu memenuhi permintaan. Maka dari itu, pastikan untuk memiliki lebih dari satu pemasok untuk dijadikan cadangan agar Anda terus bisa memenuhi permintaan customer.

Pilihan pemasok yang tidak sesuai

Sumber: www.dosenpendidikan.com

Ada banyak pilihan pemasok di dunia dropshipping. Anda perlu membuat beberapa keputusan sebelum memilih dan mempertimbangkan beberapa aspek, yakni apakah produk dibuat dalam atau luar negeri, berapa biaya overhead dan manfaat serta kelemahannya masing-masing. Maka tidak langsung menentukan, melainkan perlu proses panjang sebelum akhirnya jatuh kepada supplier yang tepat.

Cara terbaik untuk memilih pemasok adalah memeriksa ulasan tentang layanan mereka. Lantas teliti kinerja serta kepercayaan pelanggan lainnya untuk memastikan semua baik-baik saja dan tanpa masalah apa pun.

Tidak membiarkan pelanggan melacak produk

Sumber: bizjournals.com

Pelanggan dari setiap e-commerce lebih suka toko yang membiarkan mereka melacak produknya. E-commerce Digest menyebutkan bahwa sebagian besar customer lebih suka mengetahui sampai mana paket mereka dikirim. Komunikasi konstan dengan mereka adalah suatu kehausan di dunia dropshipping.

Pelacakan menjadikan bisis Anda lebih transparan, sehingga membuat customer lebih tenang. Akan jauh lebih baik bila pembeli mengetahui produk sedang dalam perjalan dan dimana saat ini lokasinya daripada sekadar berharap paket akan datang seminggu atau dua minggu.

Biaya pengiriman berlebih

Sumber: www.techwyse.com

Menurut Marketing Land, sekitar 90% pembeli lebih suka pengiriman gratis dan itulah alasan mereka berbelanja online. Salah satu hal yang paling sulit diterima oleh pembeli adalah biaya pengiriman tambahan yang dibebankan pada barang-barang tertentu.

Maka dari itu, biaya pengiriman haruslah jelas diawal, sehingga customer tidak terkejut saat menerima tagihan. Untuk mempermudah proses ini, pertimbangkan memasukkan perhitungan pengiriman pada laman checkout. Jika pesanan sudah banyak, maka tak perlu lagi mengharapkan biaya pengiriman berlebih.

Tergantung pada satu toko

Sumber: bloocci.com

Menyiapkan rencana cadangan merupakan suatu keharusan bagi wirausahawan. Sebab Anda tidak tahu apa yang akan terjadi di awal. Jika sudah berhasil dengan satu bisnis, maka boleh merambah ke lainnya. Langkah ini dapat mengembangkan pendatapan yang konsisten dan efektif. Maka akan lebih baik bila masing-masing usaha disesuaikan dengan pasar.

Dalam praktiknya, pemilik bisnis harus melakukan penelitian terlebih dahulu serta menyiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan tanpa tergantung waktu. Menurut HuffPost pembagian ini memungkinkan pengelolaan risiko jauh lebih baik. Atau Anda juga bisa membuka toko dropurfing untuk memberikan lebih banyak opsi dan aliran income.

Tidak memiliki kebijakan pengembalian yang jelas

Sumber: consumervaluecreation.com

Menurut CNBC, tingkat pengembalian dari toko online terjadi sebanyak 30%. Hal ini berguna untuk memberikan kenyamanan serta fasilitas kepada pelanggan mana kala ada barang yang tidak sesuai atau rusak. Maka dari itu, Anda harus memiliki sistem return yang efektif dan mudah digunakan.

Kebijakan pengembalian yang jelas juga merupakan suatu keharusan, tidak hanya untuk customer tetapi menghindari pelanggaran hukum. Hal ini akan lebih disukai oleh pelanggan karena mereka merasa belanja online lebih aman.

Bisnis e-commerce dinilai tidak akan pernah melambat, bahkan akan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk membuat merek lebih dikenali, Anda harus membangun kedekatan dengan pelanggan dan memastikan ketersediaan barang di pemasok tidak akan pernah habis. Kesalahan dapat menganggu jalannya bisnis, oleh sebab itu kini saatnya membangun usaha yang sehat dan lebih baik.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals