5 Program Diet Berikan Kebaikan dan Kerugian Sekaligus


0
Spread the love
Sumber: Philly.com

Grapadinews.co.id – Diet merupakan salah satu cara untuk mengurangi berat badan. Dalam dunia medis, hal ini berguna untuk menjaga kesehatan pasien yang hendak menjalani operasi, atau bahkan ibu hamil dengan berat badan berlebih. Sebenarnya bila dilakukan sesuai dengan anjuran dokter, program tersebut bisa berdampak baik untuk tubuh. Sayangnya, dewasa ini justru disalah gunakan.

Mereka dengan berat badan berlebih biasanya melakukan diet dengan mengurangi makan atau mengkonsumsi makanan tertentu saja. Akan tetapi itu semua harus diimbangi dengan olahraga teratur dan pola hidup sehat yang seimbang agar hasil maksimal.

Akan tetapi beberapa mengaku sempat frustasi dengan diet yang dijalankan karena hasilnya tidak sesuai dengan usaha yang selama ini dijalankan. Brittany Linn, seorang ahli diet di Rumah Sakit Mount Sinai New York City mengatakan bahwa melihat banyak efek fisik dan mental dari program tersebut bila dijalankan dengan cara salah. Maka dari itu lupakan tentang aturan menurunkan berat badan secara instan karena hal tersebut justru membahayakan tubuh.

Pertanyaannya, bagaimana cara menjalankan diet dengan benar. Lantas apa saja kesalahan-kesalahan yang selama ini dilakukan selama menjalankan program diet?

Diet alkaline

Sumber: journal.sociolla.com

Bagi mereka yang menjalankan diet asam basa bukan hanya sekadar meminimalkan asupan energi, tetapi juga menyeimbangkan pH ideal. Untuk mencegah tubuh menjadi terlalu ‘asam’ yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, sebaiknya hilangkan gula, daging dan makanan olahan. Akan lebih baik bila mengkonsumsi makanan yang mengandung alkali seperi buah, sayuran, tahu, kacang-kacangan, bijian-bijian dan polong-polongan.

Efek positif yang ditimbilkan yakni menurunkan berat badan, risiko radang sendi hingga kanker. Di sisi lain, protein nabati merupakan menu utama untuk Anda yang ingin menjalankan diet sehat. Namun demikian, perhatiakan pula asupan karbohidrat untuk membangun tenaga.

Dalam hal ini ikuti aturan diet seimbang, sehingga tidak menghilangkan zat gizi mikro dan makro. Penelitian memang belum membuktikan bila satu jenis makanan dapat mempengaruhi tingkat pH tubuh. Namun yang pasti makan makanan seimbang akan mengurangi kemungkinan penyakit kronis.

Paleo

Sumber: www.justscience.in

Paleo merupakan konsep diet yang mengikuti orang-orang terdahulu sebelum peradaban manusia modern muncul. Sekitar 2,6 juta tahun lalu, manusia hanya memakan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian serta daging hewan. Konsep inilah yang digunakan untuk menerapkan diet.

Paleo memiliki pantangan terahdap gula, fruktosa tinggi, susu, lemak trans, makanan olahan pemanis buatan hingga sirup jagung. Memang benar, mengkonsumsi bahan-bahan alami dapat memebrikan unsur kesehatan untuk tubuh. Namun cara tersebut juga tidak direkomendasikan oleh Linn.

Pertama, tampak tidak masuk akal. Sementara dewasa ini orang-orang cenderung harus makan makanan yang berbeda. Terlebih menu yang disajikan juga dipengaruhi oleh faktor geografis, sehingga ada beraneka ragam masakan di seluruh dunia. Kedua, bukannya tidak membutuhkan gula. Justru kandungan tersebut jika dikonsumsi secara seimbang baik untuk kesehatan, utamanya dalam pembentukan energi. Sementara itu struktur genetik manusia modern berbeda dengan zaman Paleolitik. Ketiga, diet terlalu ketat memungkinkan cepat mengalami kelelahan, sembelit dan gangguan pencernaan.

Maka yang harus dilakukan adalah tetap mengkonsumsi jenis makanan apapun, termasuk kacang-kacangan dan biji-bijian. Seimbangkan pula dengan olahraga teratur setidaknya 75-150 menit setiap minggunya.

Whole 30

Sumber: www.wellandgood.com

Program diet ini gencar dilakukan oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat. Tips dan informasi mengenainya telah tersebar di media sosial, khususnya Instagram. Mereka harus mengkonsumsi makanan secara terbatas seperti buah, sayuran, protein tanpa lemak dan kentang. Selama 30 hari berturut-turut itu juga ada pantangan untuk mengkonsum menu yang mengandung adiktif.

Kabarnya Whole 30 dapat menurunkan berat badan hingga 16 kg selama 30 hari. Nyatanya, program ini tidak selamanya baik untuk kesehatan karena apabila berkelanjutan akan membuat pelaku diet mengalami pembatasan makanan parah. Efeknya yakni gangguan metabolisme dan ketidakseimbangan hormon.

Pahamilah bahwa gaya hidup sehat dan seimbang adalah memberikan sedikit ruang untuk kesenangan. Gangguan makan bisa terjadi karena kebutuhan yang tidak terpenuhi. Oleh sebab itu sangat penting menetapkan aturan makan yang tidak dibatasi, sehingga Anda juga akan lebih bebas bergerak dalam aktivitas sosial.

Diet ketogenik

Sumber: Artikel.co

Ketogenik atau Atkins Diet awalnya dirancang untuk pasien epilepsi, namun kini diaplikasikan oleh orang normal yang menginginkan tubuh ideal. Sebenarnya tujuan asal dari program ini adalah sebagai cara meningkatkan fungsi otak dan menurunkan berat badan penderita. Pada prinsipnya, sistem yang diterapkan memfokuskan pada pembakaran lemak.

Mereka biasanya dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan rendah kalori dan karbohidrat. Selain itu, diet juga tidak memfokuskan pada kualitas makanan, yang mana bacon steak serta mentega boleh dikonsumsi. Padahal menu ini akan meningkatkan kadar lemak darah. Walaupun sedikit memberikan kebebasan, namun dapat memberikan efek buruk, seperti kelelahan hingga otot terasa terbakar.

Lebih lanjut lagi yakni ketika keton menumpuk dalam sistem, beberapa masalah mungkin akan terjadi seperti dehidrasi, kerusakan ginjal dan perubahan kimiawi dalam darah. Tidak bisa diperkirakan berapa lama agar seseorang kembali normal seperti sedia kala setelah menjalankan program ini.

Linn menyarankan akan lebih baik bila mengkonsumsi lemak baik seperti yang ada di dalam minyak zaitun dan kacang-kacangan. Makanan tersebut membantu dalam menurunkan kolesterol dan berguna untuk kesehatan jantung.

Diet jus

Sumber: hallosehat.com

Dari semua diet, program mengkonsumsi jus adalah yang paling populer terlebih untuk detoksifikasi. Akan tetapi tidak ada cukup penelitian yang dipublikasikan mengenai pembuktian bahwa proses detoksifikasi lima hingga sepuluh hari berturut-turut membantu meningkatkan kesehatan. Sebaliknya Anda akan merasa kelelahan, sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi dan mudah lapar.

Sementara itu manusia membutuhkan banyak energi untuk melakukan aktivitas sehari-harinya. Sedangkan pengaruh gula, dan lemak yang dikonsumsi perlahan akan hilang dengan sendirinya dengan makan sayur serta buah secukupnya. Diet jus memang baik, namun Anda tidak perlu membatasi diri.

Oleh sebab itu, Linn menganjurkan untuk mengkonsumsi satu atau dua porsi buah apapun serta sayuran hijau. Tambahkan pula yogurt, susu, bubuk protein dan lemak sehat, seperti kacang-kacangan, gandum dan sereal. Semua itu merupakan menu seimbang yang dapat menyehatkan tubuh.

Sebenarnya menjalankan program diet boleh-boleh saja. Namun sebelum melakukan ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada para ahli. Akan lebih baik pula bila tetap mengkonsumsi karbohidrat sebagai sumber energi, namun tidak terlalu berlebihan. Kemudian imbangi dengan protein, serta vitamin. Jangan lupa pula untuk berolah raga, ya.

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals