5 Langkah Naikkan Kualitas Produk Demi Kebahagiaan Pelanggan


0
1 share
Spread the love
Sumber: jurnal.id

Grapadinews.co.id – Pada umumnya keberhasilan bisnis dihitung dari keuntungan yang didapat. Namun sebenarnya sebelum itu ada proses yang panjang. Dimulai dari rencana usaha yang meliputi ide produk/jasa, perkiraan anggaran, pembagian tugas, rencana produksi, dan bagaimana menghadapi risiko. Kemudian beranjak pada strategi pemasaran, seperti teknik promosi agar bisa sampai pada calon konsumen.

Di dalam startegi bisnis dan pemasaran ada salah satu poin yang tidak hentinya dibahas, yakni kualitas produk. Ada dua jenis selera konsumen, yakni harga murah meski kualitas pas-pasan atau tidak masalah dengan harga yang penting kualitas bagus.

Menilik dua jenis tersebut, jika perusahaan bisa membuat harga miring namun dengan kualitas produk baik, kenapa tidak? Akan tetapi untuk mewujudkan itu semua mereka perlu menyesuaikan dengan modal dan anggaran. Pada umumnya untuk menciptakan sesuatu yang berkualitas membutuhkan biaya yang tidak sedikit pula. Namun justru di sanalah tantangannya.

Di samping itu, kualitas produk yang baik juga akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Hal tersebut dapat membangun citra, sehingga konsumen mempercayakan kepada Anda. Tetapi persaingan ketat justru menjadi tantangan tersendiri. Lantas bagaimana caranya menaikkan kualitas produk yang berimbas pada citra perusahaan?

Membangun kepercayaan dengan pelanggan

Sumber: www.marketingdonut.co.uk

Sebagian besar orang percaya bila bisnis tidak akan sukses bila tidak dapat membangun kepercayaan pelanggan. Potensi penjualan yang tidak terhitung jumlahnya hilang karena suatu brand gagal membangun koneksi dengan calon pembeli. Ketika mendapatkan kepercayaan dan kesetiaan konsumen, Anda bisa melakukan banyak hal terhadap usaha, seperti misalnya menaikkan harga.

Kualitas layanan dan produk dapat membantu Anda membuat konsumen menghargai dan percaya pada yang ditawarkan. BTO Sports adalah contoh yang baik karena memahami bila kepercayaan dan kualitas itu penting. Dalam situs web-nya mereka menuliskan, “Kami berusaha keras untuk menyediakan produk hebat dengan brand yang sudah Anda kenal dan memiliki kualitas terbaik serta pengalaman tak diragukan. Sebagai riders, kami tahu persis apa yang diharapkan oleh pelanggan dan kami bantu mewujudkannya.

Selain itu mereka juga mengkomunikasikan kepada calon konsumen bila mengendarai sepeda motor lebih dari sekadar hobi, itu adalah cara hidup. Langkah ini dibuat oleh perusahaan agar terkoneksi secara emosional dengan pelanggan.

Bisa juga dengan menerbitkan buletin perusahaan baik melalui email, situs web atau cetak yang kemudian didistribusikan kepada calon pelanggan. Di sinilah mereka mulai memperkenalkan profil hingga produk-produknya.

Jika calon konsumen sudah memiliki ketertarikan, maka secara spontan akan mencari tahu brand perusahaan lebih dalam. Hal ini akan membangun loyalitas dan menarik minat.

Dari mulut ke mulut dan sosial media

Sumber: aftermarq.com

Menurut hasil survei bisnis, 92 persen orang percaya rekomendasi dari teman dan keluarga daripada iklan. Itulah sebabnya kadang perusahaan perlu mengaplikasikan cara tradisional dari mulut ke mulut ini untuk membentuk suatu brand yang diakui.

Mouth to mouth merupakan langkah persuasif, baik dalam bisnis online maupun offline. Ketika Anda membeli salah satu barang dari toko A, lantas menceritakan kepada kakak maka dengan mudah ia akan tertarik. Perbincangan itu terus menyebar ke teman, keluarga, dan masih banyak lagi lainnya. Apalagi bila cerita disertai dengan ulasan positif, rekomendasi dan berbagai cerita di antara konsumen yang menunjukkan bila produk berkualitas tinggi.

Dengan demikian langkah yang harus diambil oleh perusahaan yakni memulai kampanye untuk membuat calon konsumen membuka suara tentang produk berkualitas, lalu disebarkan melalui mulut ke mulut. Jika sudah tersebar dan banyak yang turut mengakuinya, maka akan memunculkan respon bagus pula di berbagai media sosial dan online. Salah satu bagian yang membuat produk/jasa berkualitas adalah respon positif dari pelanggan.

Meminimalisir barang kembali dari pelanggan

Sumber: greenrushdaily.com

Studi pemasaran membuktikan bila merek berkualitas tinggi akan mendapatkan banyak pembelian secara berulang-ulang. Menghabiskan waktu dan uang demi menyempurnakan produk sebelum meluncurkannya justru dapat meminimalisir barang kembali dari pelanggan.

Bukan hal asing lagi bila perusahaan menghabiskan waktunya untuk membujuk calon konsumen. Semakin mereka bisa membuktikan bila produknya lain dan lebih bagus meski masih merintis, maka semakin besar kemungkinan konsumen untuk membeli secara terus menerus.

Maka sebelum peluncuran, ada baiknya untuk menguji produk kepada sekelompok orang sebagai langkah riset pasar. Kegiatan ini membantu menghasilkan brand yang sesuai dengan selera konsumen karena nantinya mereka akan memberikan feedback atau respon, sehingga perusahaan dapat memperbaiki terlebih dahulu sebelum menyebarkan kepada pasar yang lebih luas.

Sebaliknya, mengeluarkan produk tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada calon konsumen bisa berdampak kerugian. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk menanyakan kepada calon pelanggan terkait barang atau kebutuhan apa yang mereka suka dan harapkan.

Pelanggan peduli dengan estetika

Sumber: www.umanista.info

Salah satu penilaian pelanggan terhadap kualitas adalah dari bagaimana penampilan suatu produk. Misalnya saja, Mr Take Out Bags yang memperhatikan sisi estetika dengan model menyerupai kotak cupcake roti. Dari warna, bentuk, tekstur dan fitur membuatnya berbeda dengan pesaing.

Pelanggan memperhatikan detail semacam ini dalam memilih suatu produk. Ada banyak brang yang diperdagangkan di luaran sana, namun desain unik selalu mencuri perhatian. Dengan demikian, perusahaan bisa memilih warna yang eye catchy untuk memberikan kesan mencolok.

Sebagian pelanggan mulai tertarik melihat suatu produk karena tampilan yang lain dari pada lainnya. Namun demikian, Anda juga perlu menyeimbangkan dengan kualitas baik, sehingga barang tersebut memiliki nilai jual tinggi.

Perhatikan Return of Investment (ROI)

Sumber: auction.com

Studi menunjukkan bila ada hubungan positif yang kuat antara kualitas dan profitabilitas. Kenyataannya, produk berkualitas baik akan menghasilkan return of investment (ROI) tinggi juga. Makin sedikit tingkat kegagalan saat proses produksi, juga menyebabkan biaya yang dikeluarkan rendah.

Selama keuntungan melebihi kenaikan pengeluaran, maka perusahaan masih bisa menutupi biaya kegagalan dan profitabilitas juga meningkat. Peningkatan kinerja, fitur atau yang mendung kualitas lainnya akan mengarah pada pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar yang lebih besar.

Jika suatu perusahaan telah menghasilkan produk yang berkualitas dan memasarkannya secara efektif, maka saatnya untuk melihat pengeluaran mana saja yang bisa dipangkas. Meminimalkan biaya tanpa mengorbankna kualitas dapat membawa bisnis ke tahap selanjutnya.

Menyempurnakan kualitas produk dapat berdampak baik untuk perusahaan. Hubungan positif antara kualitas produk dan penjualan menjadi alasan utama dari prioritas strategi bisnis. Sebab pada dasarnya, kepercayaan, kredibilitas dan loyalitas membuat pelanggan bahagia dan mengulangi pembelian.

 


Like it? Share with your friends!

0
1 share

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals