5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Pada Lulusan Baru


0
Spread the love
Sumber: www.salesgenomix.com

Grapadinews.co.id – Pengelolaan keuangan penting untuk kelangsungkan hidup lebih baik. Tidak hanya perusahaan dan keluarga, personal financial juga dibutuhkan agar terjadi keseimbangan antara pengeluaran serta pemasukan pribadi, sehingga Anda dapat mengetahui ke mana jalannya pendapatan. Di sisi lain hal tersebut juga berguna dalam mengukur kemampuan diri dalam berinvestasi, menabung hingga membeli sesuatu.

Karena sebagian besar universitas tidak menyediakan pendidikan literasi keuangan, lulusan perguruan tinggi hanya memiliki sedikit pengetahuan atau tidak sama sekali dalam hal mengelola uang. Namun menaklukkkan urusan finansial sama pentingnya dengan mendapatkan pekerjaan impian. Jika tidak menyimpan uang yang dihasilkan, mengambil gaji secara terus menerus tidak akan berarti dalam jangka panjang.

Bagi Anda yang baru saja memasuki dunia nyata dan mencoba untuk mengatur segalanya mulai dari nol, hindari membuat kekeliruan perihal keuangan. Sebab pengaturan sejak awal menentukan masa depan. Berikut merupakan kesalahan yang biasa dilakukan dalam mengatur finansial pribadi.

Menghabiskan terlalu banyak uang untuk rumah

Sumber: www.librairieduciel.com

Keuangan pribadi memang diperuntukkan kebutuhan dan masa depan sendiri. Tetapi, ada beberapa aturan praktis yang populer dan berfungsi sebagai titik awal yang bagus. Salah satunya yaitu tidak harus menghabiskan lebih dari 28% dari gaji untuk urusan rumah.

Sebagian besar pekerjaan memang tersedia di kota-kota besar yang berbiaya hidup tinggi. Memang benar tujuan menyewa rumah di pusat keramaian, terlebih yang dekat dengan kantor akan mengurangi biaya transportasi. Di sisi lain para lulusan berpikir bila itu juga bisa menghemat gaji, sehingga mereka menghabiskan lebih dari 28% untuk biaya tersebut.

Namun sebenarnya hal tersebut membuat pemasukan tidak dapat bersaing dengan pengeluaran untuk hunian. Anda bisa memilih opsi lain dan paling umum, yakni menemukan teman sekamar dengan tujuan berbagi biaya. Jika lebih suka tinggal sendri, maka pilih kos atau kontrakan yang agak jauh dari kantor namun biaya transport perlu dipikirkan.

Solusi lainnya yakni menunggu karir naik secara perlahan, lalu pikirkan untuk pindah tempat tinggal. Sebenarnya tinggal bersama orang tua dan bekerja tidak jauh dari kota kelahiran akan memberikan Anda fondasi keuangan yang lebih kuat.

Tidak memasukkan pinjaman pelajar ke dalam anggaran

Sumber: www.iifl.com 

Jika Anda memiliki tanggungan pinjaman pelajar (atau hutang lainnya), akan lebih baik tidak menghabiskan seluruh gaji untuk hunian terlebih dahulu. Pakar keuangan merekomendasikan agar pengeluaran untuk rumah dan hutang seharusnya di bawah 36% dari gaji.

Sebagian besar pinjaman pelajar biasanya disertai dengan masa tenggang. Para lulusan baru kerap berambisi untuk menemukan tempat tinggal terlebih dahulu tanpa tahu kapan akan membayar pinjaman tersebut. Padahal mereka sebenarnya samal halnya dengan berhutang setiap bulan.

Pinjaman pelajar adalah biaya penting yang harus dimasukkan ke dalam anggaran. Nantinya Anda dapat mengetahui rincian pengeluaran setiap bulan dan membagi itu semua agar tidak timpang dengan gaji.

Tidak menabung untuk tabungan pensiun

Sumber: goodmoneying.com

Pepatah mengatakan, “time is on your side”, itu artinya waktu terus mengiringi Anda dan cepat sekali berlalunya. Oleh sebab itu menabung untuk masa pensiun sejak awal sangatlah baik. Katakanlah menyisihkan uang 100 ribu rupiah setiap bulannya sejak usia 25 tahun. Maka cobalah hitung berapa rupiah yang akan didapatkan ketika sudah berusia 35 tahun.

Menurut pakar finansial, dengan tingkat pengembaliab tahunan rata-rata 7% orang yang memulai pada usia 25 akan memiliki lebih dari dua kali lipat jumlah uang ketika telah memasuki masa non-produktif. Bahkan kontribusi kecil dalam usia 20 tahun-an semakin menghasilkan jumlah yang lebih besar di kemudian hari.

Tidak menabung sejak awal

Sumber: www.imoney.my

Seperti minum air atau berolahraga, menabung adalah kebiasaan. Tetapi 80% orang Amerika yang bekerja, hidup dari gaji ke gaji karena mereka tidak dapat membangun tabungan sejak awal. Sebagian menganggap menabung adalah hal sepeleh dan bisa dilakukan nanti, tetapi hal tersebut sebetulnya akan menghilangkan kesempatan untuk bahagia dari hari ke hari.

Langkah terbaik adalah mulai menabung dari sekarang meskipun jumlahnya sedikit. Biasakan untuk mentargetkan berapa rupiah yang harus dimasukkan ke dalam tabungan. Anda bisa membuat akun rekening baru khusus ini agar tidak tercampur dengan biaya sehari-hari.

Menabung tidak boleh ditunda-tunda. Bahkan Anda dianjurkan untuk memulainya sejak dini meskipun hanya sedikit uang yang disisihkan. Pernah mendengar pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, bukan?

Tidak mengamati pergerakan keuangan

Sumber: www.mic.com

Jika peduli dengan kondisi keuangan, maka sudah sepatutnya untuk melacak setiap pergerakan finansial. Anda harus mengamati secara detail arus kas pribadi. Jika tidak, bagaimana bisa tahu setiap rupiah untuk keperluan yang benar?

Cara terbaik untuk mengetahui kemajuan keuangan adalah dengan mengetahui arus kas bersih. Ini dapat dihitung dari mengurangi kewajiban dari aset yang dimiliki. Apabila kekayaan bersih terus meningkat dari waktu ke waktu, itu artinya situasi finansial sangatlah baik.

Sebagian besar lulusan baru tidak memperhitungkan hal ini. Namun Anda harus melakukan ini dengan segera setelah mulai bekerja, sehingga memiliki gambaran jelas tentang situasi keuangan dan pastikan meningkat dari waktu ke waktu.

Keuangan adalah hal yang sangat krusial. Ialah yang menentukan hidup hari ini dan seterusnya. Apakah akan memilih kemajuan atau justru sebaliknya? Itu semua tergantung dari bagaimana Anda mengelola finansial.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Indahhikma

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals