5 Kesalahan Dalam Mengelola Usaha Sampingan

Advertisements

sumber : Pixabay

Jika kamu karyawan, pelajar, atau mahasiswa dan memiliki usaha sampingan, maka selamat! Kamu pasti generasi muda yang mandiri dan inovatif. memiliki usaha sampingan adalah cara untuk menjalani passion sekaligus memperoleh pendapatan tambahan. Bagi para pelajar dan mahasiswa, usaha sampingan yang dijalankan bahkan bisa jadi alternatif untuk tidak memberatkan orang tua lagi secara finansial. Kamu bisa temukan ide usaha untuk mahasiswa di sini.

Tapi, bagaimana jika usaha tersebut kelihatannya malah tidak menghasilkan sama sekali? penjualan banyak, omset lumayan, tapi labanya kok seret? Nah, pasti ada yang salah tuh, dalam pengelolaannya. Yuk simak, lima kesalahan dalam mengelola usaha sampingan yang seringnya malah terabaikan oleh para entrepreneur muda.

Tidak ada konsep yang jelas

Walaupun namanya hanya mengelola usaha sampingan, namun tetap saja harus memiliki konsep yang jelas. Paling tidak kamu harus tahu apa jenis usaha yang kamu ingin jalankan, kemana akan memasarkan produknya dan bagaimana cara memasarkannya. Dengan konsep yang jelas kamu juga tahu siapa saja pesaingmu, apa produk pengganti dan pelengkap untuk produk yang kamu buat, dan bagaimana memperlakukan mereka.

Cara paling mudah untuk menemukan konsep usahamu adalah dengan menyusunnya dari pertanyaan 5W1H. misalnya apa produk yang ingin dibuat? Siapa calon konsumennya? Bagaimana cara membuat dan memasarkannya? Kapan akan dimulai? Kemana akan dipasarkan? 

Pencatatan keuangan yang amburadul

Walaupun usaha sampingan ini sebagai penambah pendapatmu di luar pendapatan utama, pencatatan keuangan yang rapi adalah sebuah keharusan. Apalagi jika kamu sudah memiliki rekanan usaha atau katakanlah karyawan. Kalau catatan keuangan usahamu masih amburadul, itu sungguh terlalu. 

Aplikasikan akuntansi sederhana dalam usahamu. Tidak sulit, bahkan anak SMA juga bisa. Cukup catat secara terperinci kas masuk dan keluar usahamu. Pisahkan pencatatan biaya sesuai jenisnya agar kamu gampang mengetahui pola pengeluaran usahamu.

Keuangan pribadi dan usaha disatukan

Walaupun kamu adalah kepala sekaligus kaki tangan dalam usahamu, CEO sekaligus pekerja, tapi tetap masalah keuangan usaha dan pribadi harus dipisahkan. Baik pencatatannya maupun penyimpanannya. Kalau disatukan, bukan tidak mungkin suatu saat ketika usahamu membutuhkan dana tambahan kamu akan tergoda memakai uang pribadi alih-alih mencari jalan lain. 

Hal lain, kamu jadi tidak bisa ‘merasakan dengan jelas’ hasil usahamu karena tergabung dengan uang saku bulanan. Salah-salah malah uang bulananmu tergerus untuk operasional usaha. Modal dan pendapatan usaha sebaiknya disimpan di rekening terpisah. Atau jika kamu males banget membuat rekening baru dan kisaran omset usahamu masih kecil, simpan mereka di dalam dompet terpisah.

Advertisements
Baca Juga  8 Alasan Bisnis tidak Berkembang

sumber: pixabay

Benar-benar hanya dianggap usaha sampingan

Jika kamu mengikuti workshop atau seminar entrepreneur, pasti sering sekali mendengar para coach berkata agar tidak menganggap suatu usaha sebagai usaha sampingan. Kenapa begitu? Karena jika hanya dianggap sampingan, biasanya perlakuannya juga sekadar sampingan. Termasuk keseriusanmu dalam menjalankannya.

Jadi, yang lebih tepat adalah saat sedang mengurus usahamu, fokuslah pada usahamu. Saat sedang mengurus pekerjaan atau studimu, fokuslah pada dua hal itu. Dengan pembagian yang adil, maka usaha sampinganmu akan berkembang sekaligus studi dan pekerjaanmu juga teratasi dengan baik.

Tidak membangun jaringan

Memiliki partner, rekan, dan jaringan pemasaran adalah hal yang sangat penting kalau tidak mau dikatakan wajib dalam menjalankan usaha. Ayolah, para jomlo saja bosan sendirian. Hujan saja turunnya rame-rame. Masa kamu ingin menjalankan usaha ini sendirian saja? 

Berhubungan baik dengan supplier bahan baku produkmu, para pelanggan dan calon pelanggan, serta orang-orang di sekitarmu adalah salah satu cara mencari jaringan. Syukur-syukur ada yang bersedia menjadi partner kerja atau konsumen jangka panjangmu. Dengan begitu kamu tidak harus susah-payah mencari dan berusaha sendiri untuk memasarkan produk. Jaga hubungan baik, bangun persahabatan, maka kamu sudah selangkah dalam membangun jaringan bisnismu.

Nah, dari uraian di atas kelihatan kan, bahwa menjalankan usaha sampingan itu tidak sulit. Kesalahan-kesalahan di atas sebenarnya terlihat sepele, tapi sangat krusial dalam menjalankan bisnis. Selamat berusaha dan tetap bersemangat, ya!

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This