5 Ciri Orang Yang Mencintai Allah

Advertisements

Manusia merupakan makhluk paling sempurna apabila dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya di muka bumi yang telah diciptakan oleh Sang Khalik. Hal yang membedakan ia dengan yang lainnya yaitu diberikannya akal pikiran agar mampu menentukan mana yang baik dan mana yang buruk, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk sekitarnya.

Manusia memiliki posisi sangat penting di muka bumi. Ia diutus untuk menjadi khalifah di muka bumi. Hal ini tercantum pada pedoman umat Islam yakni dalam QS. Al-Baqarah/2:30.

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Dari firman di atas, Allah menegaskan kepada malaikat bahwa Ia akan menjadikan manusia sebagai seorang khalifah di muka bumi. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa Allah telah memberikan kehormatan dan kemuliaan kepada manusia untuk senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Jika ditelisik lebih dalam lagi, pernyataan malaikat pada firman tersebut terasa benar adanya dimana para malaikat sejatinya adalah makhluk yang paling setia dan senantiasa bertasbih memuji dan mensucikan Allah, akan tetapi Allah lebih memilih manusia sebagai khalifahnya dimana manusia bisa saja malah akan membuat kerusakan dan melakukan pertumpahan darah di muka bumi. Namun, apa kata Allah? Allah menegaskan bahwa Allah-lah Yang Maha Mengetahui segala apa yang tidak diketahui oleh satupun makhluk-Nya.

Tujuan Allah mengangkat manusia sebagai khalifah yakni untuk menguji manusia dan memberinya penghormatan. Oleh sebab itu, manusia dituntut untuk menggunakan akal pikirannya dalam melakukan setiap perbuatan semasa hidupnya. Meskipun sudah bukan lagi rahasia umum bahwasannya manusia merupakan tempatnya salah dan dosa, Allah selalu memberikan bantuan kepada manusia agar mampu kembali pada khakikatnya sebagai manusia. Dengan jalan apa? Dengan diberikannya hidayah kepada umat manusia agar mereka mampu menyadari dan kembali ke jalan yang Allah ridhoi.

Baca Juga  Motivasi Penyemangat di Tengah Redupnya Jiwa
sumber : http://ngajihuruf.blogspot.com

Ciri manusia yang telah mendapatkan dan mengikuti hidayah dari Allah yakni ia tidak lagi memiliki rasa sedih dan takut. Dua hal tersebut merupakan indikator utama manusia yang telah mengikuti hidayah Allah secara penuh. Lantas kesedihan dan ketakutan seperti apa yang dimaksud? Bukankah sedih dan takut merupakan sifat manusiawi yang dimiliki manusia?

Adapun pemisalan yang dimaksud yakni tak ada lagi rasa sedih dan menangis terisak pada saat sanak saudara ada yang meninggal dunia sebab ia telah meyakini bahwasannya setiap yang bernyawa pasti akan berpulang pada saatnya, manusia hanya menunggu gilirannya saja. Sedangkan, hilangnya rasa ketakutan dapat  tercermin dari keberanian seseorang ketika melintas di depan kuburan di malam hari atau segala rasa takut dari makhluk-makhluk ghaib yang tak kasat mata dengan meyakini bahwa dirinya adalah makhluk yang paling sempurna di mata Allah, serta meyakini bahwasannya Allah Maha Melihat dan tak pernah tidur sehingga mampu melindungi setiap mahkluk-Nya dari segala bentuk marabahaya.

Pada saat manusia telah memenuhi kedua indikator tersebut, maka manusia telah berada pada posisi sebagai wali Allah atau kekasih Allah. Alasan manusia tidak boleh merasa sedih dan takut yakni agar ia bisa terhidar dari segala bentuk penyakit hati seperti kecewa, sedih, gugup, khawatir, cemas, ragu-ragu, bimbang, putus asa, dan banyak lainnya yang mampu memengaruhi kehidupan manusia itu sendiri.

Bagaimana caranya manusia bisa memenuhi indikator menghindari rasa takut dan sedih? Caranya ialah dengan senantiasa melakukan perbuatan baik. Pedomannya yakni jika tidak mampu membahagiakan orang lain, minimal tidak menyakiti orang lain. Perbuatan baik sekecil apapun kepada orang lain, maka akan ada kebahagiaan yang tertanam pada jiwa.

Baca Juga  Tidak Banyak Yang Tahu, Jokowi Pengamal Thariqat Naqsabandiah
sumber : https://bincangsyariah.com

“Kebahagian yang kau rasakan setelah membahagiakan orang lain itulah aroma syurga,” KH. Buya Syakur.

Manusia yang telah merasakan kebahagiaan tersebut bisa digolongkan pula menjadi orang yang sudah mencintai Allah. Maukah Anda menjadi salah satu bagian di dalamnya? Jika iya, maka Anda bisa mempelajari ciri-ciri orang yang sudah mencintai Allah di bawah ini.

5 ciri orang yang sudah mencintai Allah :

  1. Mengikuti Aturan

Maksudnya yakni senantiasa menjalankan segala bentuk perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Ia tidak akan bertanya perihal ini dan itu jika keduanya telah ditetapkan sebagai yang hak dan yang bathil. Tidak ada pula istilah “halal-haram-hantam” di dalam hidupnya. Sebisa mungkin hidup yang dilaluinya sesuai dengan aturan dan ketetapan yang telah ditetapkan oleh sang Khalik.

 

  1. Melakukan Amal Sholeh

Orang yang mencintai Allah akan berlomba-lomba untuk mendapatkan ridho-Nya. Salah satu cara yang paling cepat untuk mendapatkan ridho tersebut sudah barang tentu melakukan amal sholeh. Selain mendapatkan ridho Allah, ia juga diganjar oleh pahal yang setimpal. Sekecil apapun amalan yang dikerjakan, akan selalu ada balasannya. Begitupun sebaliknya. Ingatlah Allah Maha Mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi.

 

  1. Melakukan Perbaikan

Motto hidup yang baik dan benar yakni, “hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya”. Oleh sebab itu, manusia dituntut untuk menginstropeksi diri di setiap harinya agar ia mampu untuk terus melakukan perbaikan pada hidupnya.

 

  1. Berbuat baik

Teruslah menjadi baik, meski hidupmu kadang berada pada keadaan yang tidak baik. Motivasi tersebut perlu ditanamkan di dalam setiap jiwa manusia. Percayalah Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya. Jadilah manusia yang sabar dan tawakal. Berbuat baik tak perlu digunakan untuk mendapatkan sanjungan atau pujian dari orang lain. Cukuplah niat untuk Allah saja dalam setiap perbuatan baik yang Anda lakukan.

Baca Juga  Mengenal sosok Rasululah Sebagai Panglima Perang

 

  1. Istiqamah

Setelah semua point di atas Anda terapkan pada kehidupan, maka mulailah untuk istiqamah. Jangan hanya melakukannya dalam hitungan hari, bulan atau tahun saja. Atau hanya untuk terlihat baik di mata sesama manusia saja. Jika diri telah istiqamah dalam segala bentuk tersebut, maka cinta Allah akan Anda dapatkan dan Anda pun sudah barang tentu menjadi salah satu tanda orang yang sudah mencintai Allah.

 

Yuk, terapkan kelima point di atas! Jadikan diri menjadi salah satu orang yang mencintai Allah, sehingga Allah pun memberikan segenap cintanya kepada kita. Aamiin.

 

 

 

 

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This