4 Tips Kelola Keuangan Pada Usaha Kecil

Advertisements
Sumber: www.news.gatech.edu

Grapadinews.co.id – Menjadi seorang pengusaha tidak dituntut harus memiliki latar belakang pendidikan sama dengan bidang yang digeluti. Faktanya sebagian wirausahawan tidak pernah menimba ilmu tentang ekonomi, bisnis ataupun akuntansi. Saat terjun ke lapangan, teori hanya digunakan 10 persen saja. Sementara sisanya adalah pengalaman dan kegigihan menghadapi risiko yang terjadi.

Kemauan untuk membangun bisnis tidak lantas langsung berada di posisi atas. Siapapun itu perlu merintis dari bawah dimulai dari usaha kecil. Meski belum sebesar perusahaan lain, namun setidaknya mereka sudah menjadi bos akan usahanya sendiri, bukan?

Menurut survei yang dilakukan menunjukkan bila 40 persen pemilik usaha kecil yang tidak mmeiliki latar pendidikan ekonomi, bisnis dan akuntansi justru bisa menjalankan usahanya dengan baik. Untuk memaksimalkan bisnis, ada baiknya untuk lakukan evaluasi keuangan dengan empat tips di bawah ini!

Penghasilan bukanlah keuntungan

Sumber: articles.bplans.com

Banyak yang mengira bila penghasilan adalah keuntungan yang didapat. Namun ternyata penjualan saja tidak cukup mendorong pertumbuhan keuntungan. Meski Anda sudah merasa mengelola biaya produksi dan operasional dengan baik, akan tetapi perlu juga membedakan antara pendapatan dan profit.

Pendapatan adalah uang yang diterima dari penjualan barang serta jasa. Sementara keuntungan merupakan uang/aset yang tersisa dihitung dari semua biaya untuk operasional, pembuatan produk, pembayaran pajak serta bunga dan lain sebagainya.

Pada beberapa usaha sering terjadi peningkatan penjualan tetapi laba justru menurun. Hal tersebut terjadi karena:

  • Sales meningkat dari barang yang tadinya bermargin rendah menjadi tinggi. Sementara itu penjualan yang tadinya tinggi menjadi rendah juga menjadi faktor.
  • Biaya untuk menghasilkan produk lebih dari pendapatan.
  • Biaya operasional mengikis pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk atau jasa.
Baca Juga  Ketahui Arus Kas Sejak Dini Dengan Pengelolaan Efektif

Perusahaan sukses biasanya meningkatkan jumlah pelanggan guna mengimbangi naiknya biaya operasional. Maka dari itu, Anda tidak hanya perlu pendapatan berlebih tapi bagaimana menyeimbangkannya dengan pengeluaran demi kenaikan profit.

Line items profit lebih sesuai dari pada bottom line profit

Sumber: pymnts.com

Sebagian besar usaha kecil fokus pada bottom line profit sebagai patokan dari kesuksesan berbisnis. Namun ternyata cara tersebut tidaklah memberikan gambaran jelas tentang apa yang terjadi dalam bisnis.

Mereka justru tidak dapat mengidentifikasi mana penawaran produk atau pelanggan yang benar-benar menguntungkan. Dengan demikian perlu membuat keputusan tentang apa yang dijual, siapa customer-nya, berapa harga yang sesuai dan bagaimana bahan didapatkan.

Anda juga perlu melihat kontribusi masing-masing produk atau jasa. Evaluasi penjualan dari tahun ke tahun dibutuhkan untuk menilik produk/jasa yang sesuai dengan selera pasar serta mana yang memiliki harga paling diminati. Di lain sisi alokasikan juga biaya untuk operasi masing-masing produk. Maka dari itu, kini saatnya untuk mengubah apa yang dijual menjadi lebih menarik untuk menarik minat pelanggan.

Advertisements

Margin adalah tolok ukur dari profitabilitas

Alat paling efektif untuk mengevaluasi laba adalah presentase margin. Hitungan tersebut dapat memberitahukan kepada Anda seberapa menguntungkan produk/jasa. Berikut beberapa pertimbangan dalam menentukan margin keuntungan:

  1. Apakah produk yang dihargai tinggi mendorong pertumbuhan keuntungan?

Bisnis kecil kemungkinan menawarkan produk dengan harga lebih tinggi, menengah atau rendah. Apakah Anda lebih banyak menjual produk dengan harga lebih rendah daripada tinggi? Bisa jadi produk yang berharga tinggi justru tidak dihargai oleh pasar.

  1. Apakah semua produk/jasa yang ditawarkan menguntungkan?

Ada campuran berbagai produk dan layanan dalam suatu bisnis yang dijalankan. Beberapa mungkin lebih menguntungkan dibanding lainnya. Sebagai pengusaha, Anda harus mengerti mana yang paling berpotensial dan tidak.

  1. Hubungan baik dengan pelanggan
Baca Juga  12 Indikator Perhitungan Finansial Guna Ketahui Performa Bisnis

Setiap bisnis memiliki pelanggan setia. Tahukah Anda bila menjalin hubungan baik dengan mereka sama dengan meningkatkan pendapatan. Maka selain memikirkan bagaimana caranya mengembangkan bisnis, ada baiknya untuk terus berkomitmen dengan mereka.

  1. Apakah sumber daya dialokasikan secara efisien?

Profit margin adalah indikator apakah Anda membelanjakan uang di jalan yang tepat. Sebab hal tersebut sangat berpengaruh pada laba bersih.

Tidak menggantungkan pada aplikasi akuntansi

Sumber: www.leadliaison.com

Di era serba digital ini, setiap usaha mengandalkan teknologi. Baik usaha kecil maupun menengah kerap menggunakan aplikasi akuntansi untuk mencatat pembukuan dan melacak data keuangan.

Namun hal tersebut tidak selamanya efisien sebab tidak bisa memberikan gambaran jelas tentang keuangan secara detail. Meskipun Anda bisa menjalankan laporan dari program tersebut, tapi sebenarnya juga perlu ahli di bidang keuangan untuk mengontrol pencatatan tersebut.

Selain menghitung dengan perangkat lunak, ada baiknya untuk menyertai dengan pecatatan manual. Dengan demikian dapat diketahui per detail soal penjualan, berapa barang yang diproduksi, seberapa banyak barang keluar setiap hari, bulan hingga tahun. Nantinya juga bisa diketahui hal-hal yang membuat penjualan merosot.

Meski masih berupa usaha kecil, namun laporan keuangan sangatlah penting untuk membuat kegiatan dalam bisnis berjalan secara teratur dan efisien. Pencatatan detail dan mengetahui kesalahan-kesalahan dalam pelaporan bisa meng-cover kerugian dan mengembangkan usaha di masa mendatang.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This