11 Perusahaan Financial Technology Paling Berpengaruh di Amerika Serikat Versi Forbes

Advertisements
Sumber: www.bizjournals.com

Grapadinews.co.id – Perkembangan dunia teknologi membawa kehidupan semakin dalam kemudahan. Beragam kegiatan bisa dilakukan hanya dengan satu genggaman tangan. Pun demikian banyak hal yang dapat diselesaikan secara instan dan cepat, sehingga lebih hemat waktu serta tenaga.

Salah satu produk teknologi yang kini digandrungi oleh publik yakni startup. Anda bahkan bisa melakukan belanja secara online tanpa harus pergi ke toko. Sementara bagi pebisnis ini adalah penemuan paling menguntungkan karena bisa menghemat biaya sewa tempat. Tidak hanya menyediakan platform shopping, startup teknologi keuangan juga menarik perhatian.

Pada tahun 2018 lalu, dilaporkan enam unicorn fintech baru saja lahir di Amerika Serikat. Setidaknya financial technology telah mengumpulkan dana senilai US$12,4 miliar (173 triliun rupiah) atau naik 43% dari 2017. Pertumbuhan lebih dari 30% itu berasal dari investasi ventura di seluruh pasar AS. Tak ayal bila bidang ini menyumbangkan angka terbesar dibandingkan dengan startup lainnya.

Dianggap paling berpengaruh dalam hal perekonomian, berikut deretan financial technology raksasa asal Amerika Serikat versi Majalah Forbes:

Stripe, US$22,5 juta (319.9 miliar rupiah)

Sumber: www.thegentlemansjournal.com

Awal terbentuk Stripe hanyalah membantu penjualan dalam lingkup jaringan kecil. Perusahaan ini dimpimpin oleh Patrick Collison sebagai CEO dan John Collison sebagai President. Patrick diketahui ternyata pernah putus sekolah dan John lulusan Harvard. Mereka sama-sama memiliki ketertarikan di bidang teknologi. Keduanya sepakat meluncurkan usaha tersebut pada 2011.

Namun kini perusahaan raksasa berbasis teknologi ini sejajar dengan Microsoft dan Amazon. Pada tahun 2018, mereka mengumumkan tiga produk eksklusif yakni kartu kredit, perangkat lunak point-of-sale dan platform penagihan untuk bisnis berlangganan.

Coinbase, US$8 miliar (113,75 triliun rupiah)

Sumber: castlegreennews.com

Brian Armstrong yang kini masih berusia 36 tahun tidak menyangka bila dirinya menjadi seorang pebisnis di bidang fintech dan secara otomatis menyeret namanya ke dalam jajaran para miliarder. Perusahaan yang dipimpinnya ini pertama hanyalah sebagai tempat penyimpanan bitcoin dan pertukaran ritel.

Baca Juga  5 Cara Mudah Berinvestasi Untuk Pemula

Seiring dengan berjalannya waktu, Coinbase menawarkan penyimpanan cryptocurrency dan platform perdagangan profesional. Tahun lalu mereka membeli Earn.com, sebuah layanan yang memudahkan pengguna untuk membayar sejumlah uang dalam bentuk bitcoin. Dilaporkan jumlah penyetor sudah mencapai US$100 juta (1,42 triliun rupiah).

Robinhood, US$5,6 miliar (79,6 triliun rupiah)

Sumber: www.businessinsider.sg

Stanford, co-founder sekaligus CEO Robinhood lahir dari seorang ayah berdarah Amerika dan ibu dari India. Dibantu dengan Vlad Tenev asal Bulgaria, ia berhasil mengembangkan perusahaan fintech.

Broker menawarkan perdagangan bebas, mulai dari saham, ETF, cryptocurrency dan hadir dalam bentuk mobile apps. Layanan Robinhood Gold dilaporkan turut memberikan akses kepada investor dengan margin perdagangan mulai dari US$6 (85 ribu rupiah). Akhir tahun ini perusahaan akan melakukan pengecekan dan memasarkan tabungan dalam rangka program manajemen kas baru.

Ripple, US$5 miliar (71 triliun rupiah)

Sumber: bitcoinexchangeguide.com

Jed McCaleb, Chris Larsen, Arthur Britto dan Brad Garlinghouse, mantan presiden AOL bergabung mengembangkan Ripple. Ialah jaringan berbasis blockchain yang memiliki misi untuk menggantikan SWIFT, sebuah platform perpesanan antar bank yang telah lama menghubungan setiap bank di dunia.

Perusahaan ini menawarkan layanan pembayaran secara luas baik di XRP, dan cryptocurrency. Sistem dibuat sendiri oleh para pendiri Ripple dan hingga kini tercatat sebagai financial technology yang berpengaruh di Amerika Serikat.

SoFi, US$4,4 juta (62,5 miliar rupiah)

Sumber: www.cbinsights.com

Dipimpin oleh Anthony Noto, mantan COO Twitter, SoFi yang didirikan pada tahun 2011 mulai menunjukkan eksistensinya di dunia financial technology. Perusahaan memulai bisnisnya dengan memberikan pinjaman kepada para siswa secara online.

Dari sana kemudian berkembang ke layanan lainnya yang dikhususkan untuk generasi milenial. Ada banyak servis yang ditawarkan mulai dari hipotek, asuransi jiwa hingga penyuluhan seputar investasi.

Baca Juga  Bantu Wujudkan Hunian Idaman, Berikut Sekilas Tentang KPR Subsidi dan Non

Credit Karma, US$4 miliar (56,9 triliun rupiah)

Sumber: www.youtube.com

Credit Karma telah familiar di telinga para peminat financial technology. Dipimpin oleh Kenneth Lin, perusahaan menawarkan layanan gratis yang meliputi credit scores, tax-prep software, membantu dalam pengaturan laporan kredit yang eror serta pembuatan akun baru atas nama pengguna.

Advertisements

Perusahaan fintech ini mendapatkan keuntungan dari pengguna yang mulai memprsonalisasikan layanan yang ditawarkan. Banyaknya yang user yang mempercayakan pada jasa ini kemudian membawa Credit Karma pada jajaran fintech paling berpengaruh di US.

Circle, US$3 miliar (42,7 triliun rupiah)

Sumber: www.recode.net

Jeremy Allaire, sebelumnya pernah mendirikan platform video online bernama Brightcove. Namun akhirnya mulai beralih pada financial technology dengan mengolah crypto-finance raksasa, Circle.

Tahun lalu perusahaan memasuki pertukaran bisnis yang membuatnya semakin berkembang. Mereka membeli Poloneix dan kini menawarkan layanan untuk perdagangan mata uang kripto, investasi dan pembayaran. Oktober lalu Circle bermitra dengan Coinbase dan meluncurkan koin USDC yang bersifat stabil. Produk tersebut adalah aset crypto yang menggunakan blockchain ethereum dan didukung oleh dolar Amerika Serikat.

Plaid, US$2,65 juta (37,7 miliar rupiah)

Sumber: www.wsj.com

CEO Zach Perret, mantan konsultan Bain yang memulai Plaid setelah dua tahun lulus. Perusahaan dapat menghubungkan aplikasi pembayaran seperti Venmo dan situs keuangan pribadi seperti Betterment ke rekening bank pengguna. Gunanya yakni untuk mentransfer dan melacak dana serta mempercepat otentifikasi.

Kini Plaid telah terintegrasi dengan 10.000 bank. Pada bulan Januari lalu bahkan berhasil mengakuisisi Quovo, sebuah startup yang mengumpulkan data investasi sekitar US$200 juta (2,8 triliun rupiah).

Avant, US$2 miliar (28,4 triliun rupiah)

Sumber: CNBC.com

Avant didirikan pada tahun 2012 dan kini masih dipimpin oleh Al Goldstein. Goldstein sendiri merupakan seorang pebisnis yang bergerak di bidang real estate dan teknologi. Dilaporkan bila Avant kini mencapai profit hingga US$2 miliar (28,4 triliun rupiah). Melalui pelayanan peminjaman online diketahui perusahaan memberikan dana pinjaman online mulai dari US$2000 (28 juta rupiah) hingga US$35000 (490 juta rupiah).

Baca Juga  Waspadai Rentenir Online Berkedok Financial Technology

Gusto, US$2 miliar (28,4 triliun rupiah)

Sumber: www.entrepreneur.com

Josh Reeves, Edward Kim dan Tomer berhasil menjalankan Gusto. Perusahaan memberikan layanan teknologi berbasis cloud yang membantu bisnis.

Gusto memiliki 100 karyawan yang dipekerjakan untuk memproses data dari klien berupa penggajian, benefit servicing dan sumber daya manusia. Dilaporkan bila harga menggunakan jasa ini ini mencapai US$149 (2 juta rupiah), yang mana per karyawan akan mendapatkan setidaknya US$12 (168 ribu rupiah).

Zenefits, US$2 miliar (28,4 triliun rupiah)

Sumber: www.bizjournals.com

Perusahaan perangkat lunak yang dipimpin oleh Jay Fulcher ini juga memberikan layanan yang sama dengan Gusto. Mereka memanfaatkan perangkat lunak clouds untuk membantu dalam mengotomatiskan penagihan, tunjangan dan sumber daya manusia.

Bisnis financial technology kini menjadi gerbang baru bagi publik untuk memulai investasinya dengan mudah. Terlebih dengan permainan uang digital memungkinkan keuntungan lebih berlipat ganda. Berminat memulai usaha fintech?

 

 

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download E-Magazine Grapadinews!

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This